panel header


KEGEDHEN EMPYAK KURANG CAGAK
Banyak Pengeluaran, Kurang Penghasilan
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Ragam
04 September 2009
Pasar Menggiurkan Edamame
Indonesia memang masih mengimpor kedelai, tapi tidak untuk edamame atau kedelai sayur (vegetable soybean). Meski kurang populer di sini, edamame justru sangat digemari masyarakat Jepang sebagai negeri asal tanaman tersebut.

MASYARAKAT awam di Indonesia memang belum terlalu akrab dengan edamame, meski banyak petani atau pengusaha agribisnis yang sudah lama membudidayakannya.

Hal ini dapat dipahami, mengingat sebagian besar produk edamame memang diekspor. Di dalam negeri, produknya sering dijumpai di restoran Jepang atau restoran berkelas lainnya untuk disantap atau dimasak menjadi sup.

Warga Jepang sangat menyukainya, terutama dikonsumsi dengan merebus polong muda sebagai cemilan saat minum sake. Ada juga yang menyukai produk olahannya seperti snack dan susu kedelai edamame. Rasanya gurih, lezat, dan memiliki manfaat kesehatan.

Di Amerika, tanaman yang termasuk keluarga Fabaceae itu dikategorikan sebagai healthy food. Bahkan digunakan pula sebagai bahan baku produk kecantikan kulit dan wajah.

Edamame menjadi satu-satunya sayuran yang mengandung semua (sembilan) jenis asam amino esensial yang dapat menstabilkan kadar gula darah, meningkatkan metabolisme dan kadar energi, serta membantu membangun otot dan sel-sel sistem imun. Edamame juga mengandung isoflavone dan beta karoten.

Tanaman ini sebenarnya berasal dari Jepang. Namun karena keterbatasan lahan, Jepang kini justru lebih senang mengimpor dari negara lain, khususnya Indonesia dan Amerika Serikat.

Bentuk tanaman lebih besar dari kedelai. Demikian pula biji dan polongnya. Warna kulit polong bervariasi dari hitam, hijau, atau kuning.

Edamame memerlukan hawa cukup panas, dengan curah hujan relatif tinggi. Pertumbuhan tanaman akan baik pada tanah berketinggian kurang dari 500 m dpl.

Derajat keasamaan tanah (pH) sekiar 5,8-7,0. Tanah yang terlalu asam akan menghambat pertumbuhan bintil akar dan proses nitrifikasi. Sebagai indikator yang paling mudah adalah jagung. Kalau tanah itu baik untuk jagung, berarti baik pula untuk edamame.

Pasar Terbuka

Banyak keuntungan membudidayakan edamame. Pertama, dari sisi produktivitas, edamame lebih produkif daripada kedelai. Produksi rata-rata tiap hektare (ha) adalah 3,5 ton, sedangkan kedelai biasa hanya 1,1 - 1,5 ton / ha.
Kedua, masa pemeliharaan relatif singkat. Panen pertama dilakukan pada umur 45 hari dan akan berlanjut hingga umur 65 hari. Ketiga, pasar ekspor masih terbuka lebar.

Setiap tahun, Jepang membutuhkan pasokan minimal 100.000 ton. Selama ini, sekitar 50 persen dipasok China dan 35 persen oleh Taiwan. Selebihnya ’’pasar gurih’’ ini disisakan kepada Thailand, Vietnam, dan Indonesia. Jepang pun bukan satu-satunya pasar, sebab AS juga memerlukan pasokan sekitar 7.000 ton / tahun.

Peluang pasar makin bertambah, jika kita mengaitkannya untuk keperluan industri pakan ternak maupun industri empe, tahu dan kecap di Tanah Air, yang masih mengimpor kedelai sebagai bahan bakunya.

Itu sebabnya, beberapa eksportir edamame terus bermunculan. Salah satunya adalah PT Mitratani Dua Tujuh di daerah Mangli, Kabupaten Jember. Perusahaan ini sudah beroperasi sejak 1992, dengan membudidayakan kedelai berukuran jumbo varietas Ryokkoha.

Tiap tahun Mitratani mengekspor 3.000 ton edamame ke Jepang dalam bentuk produk beku segar. Omzet perusahaan ini mencapai 5 juta dolar AS / tahun.
Namun ada beberapa kendala dalam pengembangan edamame di Indonesia. Terutama ketergantungan impor benih masih tinggi. Beberapa petani mencoba membenihkan sendiri dari hasil panennya, tetapi kualitas benih generasi kedua ini tak sebagus benih aslinya.

Pembenihan

Benih bisa disemai dulu, bisa juga langsung ditanam. Kebutuhan benih untuk 1 ha areal sekitar 720 gram. Harga benih saat ini sekitar 4,6 dolar AS / kg, untuk produk Taiwan. Kalau dari Jepang lebih mahal hingga dua kali lipatnya.
Sebelum disemaikan, sebaiknya benih itu ditulari (inokulan) dulu dengan bakteri bintil akar, terutama kalau tanah yang akan diolah belum pernah ditanami kedelai.

Inokulan dilakukan dengan mencampur benih edamame dengan tanah bekas tanaman kedelai yang subur, dengan perbandingan 1 : 40. Kalau tanah bekas tanaman kedelai susah didapat, bisa digunakan inokulan yang telah jadi dan banyak dijual di tempat pembelian saprotan (sarana produksi pertanian).

Tanah diolah sampai gembur, lalu dibuat bedengan berukuran 10 x 2 m2 dan parit di antara bedengan sebagai saluran pembuangan air. Dua hari kemudian, lahan diberi pupuk DS sebanyak 20 gram/m2. Setelah itu, benih ditanam dengan cara ditugal di atas bedengan yang sudah disiapkan (jarak tanam 20 x 20 cm2). Tiap lubang tugalan diisi tiga benih.

Lakukan penyiraman secukupnya pada lubang tugalan dan tanah di sekitarnya, sehingga terlihat lembab. Penyiraman selanjutnya dapat dilakukan dua kali seminggu. Tanaman ini memang memerlukan banyak air, terutama saat pertumbuhan. Bila cuaca terlalu kering, frekuensi penyiraman perlu ditambah.

Pemananen

Pemupukan dilakukan tiga minggu setelah tanam, bersamaan dengan penyiangan. Pupuk yang digunakan antara lain urea (50 -100 kg/ha), PZOS (45 - 90 kg/ha), dan K20 (25 - 50 kg/ha) atau ZK (50 -100 kg/ha). Urea berguna untuk merangsang bintil akar menjadi aktif. Edamame bisa dipanen pertama kali saat berumur 45 hari, tergantung varietasnya. Apabila lebih tua lagi, hasilnya tidak disukai konsumen.

Pemanenan tidak dapat dilakukan serentak karena harus diseleksi. Polong yang akan dipetik adalah yang sudah siap dikonsumsi. Bijinya harus kelihatan bernas, tetapi warnanya belum kekuningan dan rambutnya belum banyak.
Biasanya yang dipilih hanya polong yang berisi tiga biji dan tonjolan biji pada polong terlihat besar. Panen terus berlanjut hingga umurnya sekitar 65 hari.

Untuk mengolah 1 ha lahan dibutuhkan dana sekitar Rp 20 juta. Rinciannya, Rp 3 juta untuk sewa lahan milik petani, Rp 9,6 juta untuk tenaga kerja dan Rp 6 juta untuk pupuk dan pestisida. Sisanya untuk biaya pemeliharaan lahan dan benih. (Amanah-32)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER