panel header


AMBEG PRAMA ARTA
Memberikan Prioritas Pada Hal-hal Yang Mulia
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Kampus
29 Agustus 2009
Debat - Ramadan di Kampus
Kesinambungan Acara
  • Pariman - Mahasiswa Psikologi Universitas Diponegoro
MARHABAN Ya Ramadan! Bulan suci umat Islam itu memang sarat dengan nuansa religius. Berbagai persiapan menyambut Ramadan digelar rutin oleh kaum muslimin. Di kampus-kampus biasanya diselenggarakan kegiatan seperti tarhib (kajian menyambut Ramadan), karnaval (pawai keliling untuk mengajak berpuasa), tebar pamflet, pemasangan spanduk, buletin, dan berbagai hal terkait puasa.
Ramadan menjadi momen untuk perbaikan diri, sebagaimana tujuan puasa sendiri yaitu menjadi pribadi muttaqin. Kegiatan-kegiatan keislaman makin membeludak di kampus ketika Ramadan. Buka bersama, pengajian, salat tarawih, dan kegiatan-kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan keimanan. Masjid-masjid penuh dengan jamaah. Mereka yang biasanya tidak berjilbab menjadi berjilbab, dan banyak pula yang rajin ikut pengajian.

Sayang sekali, perilaku kesalihan selama Bulan Puasa itu tidak bertahan selamanya. Ramadan berlalu, perilaku pun kembali seperti semula. Nyaris tidak berbekas. Ibarat jamur yang bertumbuh begitu cepat dan banyak ketika hujan turun, tetapi setelah panas datang berangsur-angsur layu dan mati. Jilbab kembali dilepas, masjid sepi kembali, dan kegiatan pengajian tak seramai di bulan Ramadan.

Ini menunjukkan ketidakefektifan berbagai kegiatan Ramadan di kampus, terutama dalam membentuk keimanan seseorang, karena tidak diimbanginya dengan kondusivitas lingkungan setelah Ramadan. Mirip dengan pengalaman para peserta training motivasi yang mengungkapkan, semangat mereka menggebu-gebu ketika sedang dimotivasi. Beberapa hari, minggu, atau bulan kemudian, mereka mengatakan hampa kembali.

Perlu kiranya kegiatan-kegiatan kerohanian di kampus diselenggarakan secara berkesinambungan. Tujuannya untuk selalu memberi lingkungan yang kondusif demi menjaga semangat beribadah. Para mahasiswa secara bertahap dari yang dulunya sebagai peserta mulai dilibatkan menjadi panitia kegiatan.

Demikian pula untuk dosen dan karyawan dilibatkan menjadi penasihat, pengisi kajian, dan pelibatan-pelibatan sebagai penyelenggara kegiatan.

Interaksi intens kepanitiaan merupakan lingkungan yang kondusif untuk penjagaan diri. Kegiatan-kegiatan keagamaan juga tetap terus berjalan di luar bulan puasa. Dari sinilah, kebermaknaan Ramadan justru dapat makin dirasakan pada bulan-bulan lainnya. (32) (/)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER