MARHABAN Ya Ramadan! Bulan suci umat Islam itu memang sarat dengan nuansa religius. Berbagai persiapan menyambut Ramadan digelar rutin oleh kaum muslimin. Di kampus-kampus biasanya diselenggarakan kegiatan seperti tarhib (kajian menyambut Ramadan), karnaval (pawai keliling untuk mengajak berpuasa), tebar pamflet, pemasangan spanduk, buletin, dan berbagai hal terkait puasa.
Ramadan menjadi momen untuk perbaikan diri, sebagaimana tujuan puasa sendiri yaitu menjadi pribadi muttaqin. Kegiatan-kegiatan keislaman makin membeludak di kampus ketika Ramadan. Buka bersama, pengajian, salat tarawih, dan kegiatan-kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan keimanan. Masjid-masjid penuh dengan jamaah. Mereka yang biasanya tidak berjilbab menjadi berjilbab, dan banyak pula yang rajin ikut pengajian.
Sayang sekali, perilaku kesalihan selama Bulan Puasa itu tidak bertahan selamanya. Ramadan berlalu, perilaku pun kembali seperti semula. Nyaris tidak berbekas. Ibarat jamur yang bertumbuh begitu cepat dan banyak ketika hujan turun, tetapi setelah panas datang berangsur-angsur layu dan mati. Jilbab kembali dilepas, masjid sepi kembali, dan kegiatan pengajian tak seramai di bulan Ramadan.
Ini menunjukkan ketidakefektifan berbagai kegiatan Ramadan di kampus, terutama dalam membentuk keimanan seseorang, karena tidak diimbanginya dengan kondusivitas lingkungan setelah Ramadan. Mirip dengan pengalaman para peserta training motivasi yang mengungkapkan, semangat mereka menggebu-gebu ketika sedang dimotivasi. Beberapa hari, minggu, atau bulan kemudian, mereka mengatakan hampa kembali.
Perlu kiranya kegiatan-kegiatan kerohanian di kampus diselenggarakan secara berkesinambungan. Tujuannya untuk selalu memberi lingkungan yang kondusif demi menjaga semangat beribadah. Para mahasiswa secara bertahap dari yang dulunya sebagai peserta mulai dilibatkan menjadi panitia kegiatan.
Demikian pula untuk dosen dan karyawan dilibatkan menjadi penasihat, pengisi kajian, dan pelibatan-pelibatan sebagai penyelenggara kegiatan.
Interaksi intens kepanitiaan merupakan lingkungan yang kondusif untuk penjagaan diri. Kegiatan-kegiatan keagamaan juga tetap terus berjalan di luar bulan puasa. Dari sinilah, kebermaknaan Ramadan justru dapat makin dirasakan pada bulan-bulan lainnya. (32) (
/)
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad