panel header


BECIK KETITIK ALA KETARA
Berbuat Baik Atau Buruk Akhirnya Terlihat Juga
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Selebrita
27 Agustus 2009
Sinema
Realita Mistis Yogyakarta
  • Preview ”Keramat”
APA yang tersisa dan melatarbelakangi tragedi gempa di Yogyakarta pada 2006 lalu? Dalam film Keramat produksi Wong Cilik's Indie Picture Production dan StarVision Plus, kisah di balik gempa tersebut dihadirkan lewat pendekatan mistis.

Tidak sebagaimana kiat sutradara kebanyakan Tanah Air yang gemar mengumbar kisah hantu-hantuan yang doyan bergentayangan dan memburu darah korbannya, dalam film ini kengerian dihadirkan dengan cara yang sangat berbeda.

Dengan pendekatan yang untuk kali pertama digunakan dalam dunia sinema Tanah Air, Monty Tiwa sebagai sutradara mengkopi cara yang digunakan sineas mancanegara dalam membesut film berteknik serupa seperti pada film Blairwitch Project, Rec, dan Cloverfield.

Ketiga film yang dijadikan sebagai acuan itu digarap secara indie dan ketiganya sama-sama banyak diperbincangkan dalam berbagai festival film berwibawa di dunia.

Pendekatan itu adalah pendekatan dengan menggunakan teknik subjective camera. Kamera dibidikkan langsung oleh salah seorang pelakonnya dalam merekam semua pengadeganan dan menangkap kejadian langsung yang terjadi dan terangkum dalam cerita.

Cara itu dilakukan seperti kiat pembuatan film dokumenter yang teknik pengambilan gambarnya menggunakan teknik handheld camera yang terus mengikuti pergerakan objek oleh kameramannya sebagai subjek.

Teknik semacam berkesan menghasilkan gambar nyata, sebagaimana kejadian yang sebenarnya, tanpa rekayasa. Meski efeknya, karena terlalu dinamis, gambar yang dihasilkan sering membuat pening penontonnya karena pergerakan gambar yang terlalu sering radikal.

Selain itu, untuk mendekati realita keseharian, soundtrack tidak dibuat untuk mempermanis pengadeganan dan menimbulkan efek dramatis. Suara kepanikan, desahan nafas, tangisan, langkah kaki, seretan kaki, kekagetan, cekikitan, tawa, igauan, dan nyanyian pelakonnya menjadi musik pengiring aslinya.

Nah, kiat subjective camera inilah yang digunakan dalam film Keramat yang akan edar mulai 3 September mendatang.
Sederhana
Secara penceritaan skenario film yang mengambil latar di stasiun Gambir, Tugu, Imogori, Bantul, Gunung Merapi, Candi Borobudur, Candi Boko, dan pantai Parangtritis ini sebenanya sederhana.

Poppy Sovia, Migi Parahita, Sadha Triyudha, Miea Kusuma, Diaz Ardiawan, Dimas Projosujadi, Brama Sutasara, Sekar Kinasih, dan Rumbara yang memerankan diri mereka sendiri, berniat membuat sebuah film dengan latar kota Yogyakarta dan sekitarnya.

Sebagai sebuah tim produksi, mereka yang diplot sebagai sutradara dan asisten sutradara, didampingi manager produksi dan dua artis utama hendak melakukan pengenalan dan pendalaman lakon di setting utama.

Didampingi tim behind the scene  yang mendokumentasikan persiapan produksi, mereka mencoba menyatu dengan Yogyakarta.

Dari sinilah cerita sebenarnya bermula. Sebagaimana lazimnya anak Jakarta yang kadung dicitrakan pongah dengan kemoderenannya, mereka melewati sebelum akhirnya melanggar tabu, loka-loka yang banyak disucikan dan dikeramatkan di Yogayakarta dan sekitarnya.

Akibatnya, kejadian mistis yang kerap menjadi rahasia publik penduduk seperti kisah gamelan keraton yang berbunyi dengan sendirinya, suara drum band yang sayup-sayup terdengar di tengah malam, dan kisah urban legend lainnya, menghampiri mereka semua.

Sebelum akhirnya, salah satu pelakon utamanya kerasukan roh halus dan raib entah ke mana.

Perburuan kawan seiring yang raib ditelan dunia entah berantah, yang konon sangat dipercaya masih banyak terdapat di Yogyakarta dan sekitarnya itulah yang menjadi menu utama film Keramat.

Satu demi satu dari mereka, lewat cara yang mistis pula, akhirnya hilang tak berbekas. Puncaknya, pada sebuah pagi ketika matahari baru bersinar, tragedi gempa 2006 menutup cerita.

Menyisakan kamera yang merekam semua sepak terjang mereka, yang kalah berhadapan dengan dunia mistis Yogyakarta. (Benny Benke-45)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER