RAUT kelelahan tampak terpancar dari wajah Nova Zaenal (32), mantan pemain Persis Solo saat ditemui Suara Merdeka, siang kemarin. Maklum, perjalanan jauh baru saja dilaluinya dari Jakarta-Solo.
”Semalam saya dari Jakarta dan subuh tadi (kemarin) mampir ke rumah teman di Semarang. Setelah itu baru ke sini (Solo),” ujar Nova saat ditemui di Kompleks Stadion Sriwedari, kemarin.
Di Kota Bengawan ini, pria yang biasa menempati posisi penyerang itu datang untuk memenuhi panggilan Pengadilan Negeri (PN) Surakarta, terkait kasus perkelahiannya dengan defender Gresik United (GU), Benard Mamadou.
Nova berkelahi dengan Mamadou pada pertandingan antarkedua klub dalam kompetisi Divisi Utama di Stadion Manahan, 12 Februari lalu.
Akibat perkelahian tersebut, Nova dan Mamadou langsung ditahan polisi. Setelah itu, penahanannya ditangguhkan namun harus bolak -balik Jakarta-Solo karena kedudukannya sebagai terdakwa.
”Saya stres memikirkan kasus itu. Tapi saya jalani saja,” ujarnya.
Berusaha menjalani dan bersabar dilakukannya untuk menghilangkan rasa trauma akibat pertandingan tersebut. Suami Yusnita Yusuf ini mengaku sempat mengalami trauma bermain sepak bola. Hanya, rasa trauma itu dihilangkannya karena dari sepak bola inilah dia bisa menghidupi istri dan anak semata wayangnya.
”Saya mungkin masuk sejarah sepak bola di negara ini. Pemain yang saat bermain bola bisa dihukum,” ungkapnya.
Kemarin, mengenakan kemeja putih yang kedua lengannya dilipat serta celana jins belel, pemain yang pernah merumput di tim ibukota, Persija Jakarta, ini mengaku harus menunda beberapa rencananya akibat kasus tersebut. Termasuk rencananya mengikuti seleksi di PPSM Magelang.
”Sebenarnya hari ini (kemarin-red) saya diajak ikut seleksi ke Magelang. Tapi saya lepas karena ada sidang ini,” imbuhnya. (Gading Persada-40) (
/)
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad