panel header


DHUWUR WEKASANE, ENDHEK WIWITANE
Akhirnya Mulia, yang semula sederhana
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Kampus
01 Agustus 2009
Tetap On Air, Meski Sepi Pendengar
  • Eksistensi Radio Kampus
IDEALNYA radio kampus berada di garda terdepan sebagai penggerak proses informasi pendidikan di Indonesia. Sayang, radio kampus di Indonesia tak punya ruh untuk menyebarkan isu-isu hangat mengenai pendidikan.

Keberadaan radio kampus saat ini sangat memprihatinkan. Meski tetap mampu melakukan siaran, keberadaannya terkadang masih kurang mendapat perhatian dari birokrat kampus maupun mahasiswa sendiri.

Radio kampus biasanya merupakan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), karena segmen mereka terbatas, hanya komunitas tertentu. Saat ini, banyak masalah yang melingkupi radio kampus, seperti masalah frekuensi, keterbatasan daya pemancar radio dan dana.

Bagi pengelolanya, apapun dilakukan agar radio kampus tetap beroperasi. Tujuannya pun bukan untuk materi, melainkan lebih untuk menambah pengalaman dan pergaulan antarmahasiswa.
’’Jika dikatakan kurang greget, memang iya.

Namun kita terus berusaha agar radio kampus tetap on air. Selain regenerasinya susah, rasa memiliki mahasiswa terhadap radio di kampusnya juga begitu rendah. Mereka lebih senang mendengar radio swasta,’’ kata Wendy Aditya Mandela Riva, ketua UKM dan Director REM FM, radio kampus Universitas Negeri Semarang (Unnes).

Mahasiswa asal Bumiayu ini menambahkan, banyak radio kampus yang sulit berkembang karena pengelolanya sibuk kuliah. Pernah jadwal siaran dibatalkan akibat bentrok dengan ujian. Karena ini merupakan ’’proyek terimakasih’’, beberapa pengelola pun terkadang malas siaran.

’’Saat liburan seperti sekarang pun sulit mencari penyiar, karena mereka umumnya mudik. Tak heran kalau materi siaran hanya diisi lagu-lagu saja,’’ ujar mahasiswa Jurusan Matematika ini.

Kendala dana kerap menimpa radio kampus. Anggaran dari kampus untuk REM FM, misalnya, hanya Rp 5 juta - Rp 6 juta per tahun. Padahal biaya operasional bisa mencapai Rp 30 juta - Rp 40 juta / tahun.

Untuk menutupi kekurangan dana, biasanya anggota memberi iuran rutin, atau sesekali pihak radio diminta tolong menjadi event organizer (EO) suatu kegiatan.

’’Meski tidak digaji, diharapkan pengelolanya memiliki bekal kemampuan yang memadai. Radio kami lebih fleksibel. Ketika pemancar rusak sehingga tidak bisa siaran hampir sebulan, para teknisi dapat berlatih memperbaikinya,’’ kata Wendy.

Suara Undip

Bagaimana dengan Radio Suara Undip, atau lebih dikenal sebagai Pro Alma? Radio ini memang telah menswastakan diri, sehingga dapat menampung iklan. Tetapi masih juga banyak masalah yang mengadang.

’’Kita menswastakan diri hanya untuk mendapatkan frekuensi yang bagus, sehingga enak didengar. Iklan yang masuk pun biasanya sekadar barter produk. Manajemen juga masih ditangani anak-anak kampus,’’ ujar Dra Dian Nugrahini, kabag Sistem Informasi Undip.

Dian berujar, sosialisasi internal diperlukan untuk mengondisikan bagaimana radio Undip tetap eksis, sehingga mahasiswa merasa memilikinya. Saat ini belum ada garis sambung antara Pro Alma dan fakultas-fakultas yang ada, sehingga fakultas cenderung kurang memberi info tentang radio ini terhadap mahasiswanya.

Banyak mahasiswa yang tak tahu soal radio kampusnya. Mereka lebih memilih radio swasta. ’’Positioning radio kampus tidak jelas. Acaranya tidak terprogram dan tidak bervariasi. Wajar jika ditinggal pendengarnya,’’ kata Agus Wahyu Kurniawan, mahasiswa Undip.

Mestinya, radio kampus bisa mewarnai kegiatan mahasiswa di kampus, bahkan menjadi laboratorium bagi mahasiswa di kampus. Agus menyayangkan radio kampus yang hanya mampu memberikan siaran musik saja.

Ke depan, Dian berharap Pro Alma bisa lebih profesional, tanpa menghilangkan identitas Undip. Bisa saja merekrut tenaga strategis yang profesional, namun tetap didampingi anak-anak Undip. Dengan demikian, tenaga profesional itu bisa membimbing sumber daya dari Undip yang masih hijau.

’’Yang terpenting, anak-anak dapat terus berlatih tentang siaran, manajemen organisasi, kewirausahaan, dan menjalin silaturahmi antaralumni lewat radio Suara Undip,’’ tandasnya.

Bagaimana pun, kita patut memberi acungan jempol kepada pengelola radio kampus. Keterbatasan bukan hambatan untuk bersiaran. Semangat, kreativitas, dan inovasi para pegiatnya telah mengalahkan keterbatasan tersebut. (Dela Sulistiyawan Yunior-32) (/)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER