panel header


NABOK NYILIH TANGAN
Memanfaatkan Orang Untuk Melakukan Sesuatu
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Wacana
27 Juli 2009
Dulangmas Pusat Kerajinan Bambu
  • Oleh Ambijo
DULANGMAS (Kedu, Magelang, Banyumas) merupakan daerah unggulan kerajinan bambu yang sangat baik prospeknya untuk bisa dikembangkan. Informasi tentang kerajinan bambu akhir-akhir ini mulai muncul di berbagai kawasan ini. Hal ini merupakan salah satu bukti bahwa tanaman bambu memang kaya manfaat.

Sebagaimana telah kita ketahui, tanaman ini bisa tumbuh subur baik di dataran tinggi maupun di dataran rendah dan sepanjang tepian sungai (misalnya Luk Ulo dan sekitarnya). Ada tiga jenis tanaman bambu (Jawa: pring) di antara beberapa jenis tanaman bambu lainnya.
Yakni bambu kuning, bambu apus, dan bambu wulung. Banyak dijumpai di Kabupaten Kebumen, Purworejo, Magelang, Wonosobo, Temanggung, Banyumas dan daerah-daerah lainnya di nusantara ini.

Tanaman bambu sebenarnya mudah ditanam dan cepat tumbuh dengan setiap rumpun bambu dapat menghasilkan sekitar 50-75 batang bambu. Bisa dipanen setelah bambu mulai bertunas dan beranak pinak. Harga pasaran bambu di daerah Dulangmas ini tak jauh berbeda rata-rata sekitar dibawah Rp 10.000 per batang.

Seperti contoh di Kabupaten Purworejo per batang bambu apus Rp 3500-Rp 4.000. Sementara bambu wulung mencapai sekitar Rp 5000 per batang. Di Kabupaten Kebumen, Cilacap sudah lebih tinggi bila musim tertentu, sampai dengan Rp 8.000 dan Rp 10.000 per batang. Tanaman bambu merupakan tanaman yang sangat sederhana, harga pun murah dan mudah diolah dibuat apa saja bisa.

Khusus di Kabupaten Purworejo dan sekitarnya tanaman bambu telah dibudidayakan untuk berbagai kerajinan bambu dan telah dikembangkan sejak lama. Kerajinan bambu mereupakan salah satu bentuk usaha sebagian masyarakat pria maupun wanita tua maupun muda sebagai pemanfaatan dari tanaman bambu.

Di samping mengisi waktu, juga kegiatan yang boleh dikata bersifat ekonomis produktif. Hasilnya antara lain rumah tahan gempa, vas bunga, tudung saji, lampu gantung, tikar, dinding rumah yang lebih bagus dan artistik.

Di Kabupaten Kebumen tanaman bambu tumbuh subur di sepanjang Sungai Luk Ulo. Tanaman bambu dimanfaatkan antara lain untuk membuat dabag/ dinding rumah dengan anyaman bambu, caping, usuk atap rumah, sangkar burung, eternit, perabotan meja kursi, lincak atau risban, lampion, rakit, kipas hingga pagar pekarangan.

Di Desa Gamblok Kecamatan Petanahan  sebagai sentra kerajinan bambu di Kebumen memproduksi aneka perabot rumah tangga seperti tampah, kukusan, canting, cepon, wakul, dengan harga cukup murah di bawah Rp 15.000 per jenis produk minimal harga rata-rata Rp 2000 hingga Rp 5000.

Di Cilacap tak jauh beda dengan Kebumen. Hanya lebih bervariasi. Misal untuk membuat alat musik kentongan (thek-thek), mainan egrang, mebel, aksesoris interior rumah, hingga gazebo atau rumah dari bambu serta lainnya. Di Temanggung, Wonosobo, serta Magelang mempunyai produk unggulan olahan bambu tersendiri. Misal dimanfaatkan untuk bahan interior rumah, suvenir, keranjang bunga/buah, dan tas bambu.

Di Jawa Tengah usaha kerajinan bambu sebenarnya berpotensi cukup besar. Khususnya pada daerah Dulangmas. Bahkan banyak di antaranya telah menembus pasaran mancanegara. Keberadaannya juga amat potensial sebagai pendukung PAD masing-masing kabupaten/kota.

Kiat Pemasaran

Memasarkan kerajinan bambu agar lebih cerah diperlukan strategi yang bisa lebih membesarkan produk unggulan ini. Kemampuan memasarkan produk adalah salah satu kunci dalam penjualan. Terlebih aneka olahan bambu sebagai salah satu produk bernuansa seni.

Pada dasarnya standardisasi produk-produk tersebut tak ada patokan berarti. Nilai jual produk seni sangat tergantung dari nilai estetikanya.
Untuk nilai estetika produk kerajinan dipengaruhi oleh faktor desain, sentuhan kreativitas, kerapian, keserasian warna, kelangkaan dan sebagainya.

Adapun tempat penjualan atau pemasaran barang kerajinan khususnya yang berbahan baku dari tanaman bambu dapat dilakukan di berbagai tempat selain show room. Misalnya memanfaatkan keberadaan objek wisata, galeri seni, butik, dan toko oleh-oleh. Bisa juga memanfaatkan ajang pameran, perlombaan, serta seminar-seminar.

Seyogyanya pengolahan produk bambu negeri kita mulai melirik proses pengolahan sebagaimana diterapkan oleh negara-negara maju. Jepang salah satunya. Di sana pemprosesan bambu menjadi aneka produk telah melalui rekayasa pengolahan dengan melibatkan peralatan canggih. Hasilnya tentu sangat berbeda. Baik nilai produk maupun daya tahan produknya.

Guna lebih menggugah masyarakat memanfaatkan bambu, maka pemerintah bisa membantu melalui beragam langkah.  Misalnya memperluas area dan sentra usaha yang memanfaatkan bahan baku tanaman bambu, juga mengatasi masalah permodalan.

Dan yang tak boleh ketinggalan, para perajin produk bambu khususnya di  kawasan Dulangmas, diusahakan agar bisa studi banding ke Jepang untuk mempelajari teknologi pengolahan bambu di sana.

Pendek kata, potensi Dulangmas dalam kerajinan bambu amat layak diangkat, sebagai salah satu realisasi motto yang cukup dikenal luas itu, yakni Bali Ndesa Mbangun Ndesa.  (80)

— Ambijo, anggota Forum Penulis Surat Pembaca (FPSP) Suara Merdeka. 

Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER