panel header


NABOK NYILIH TANGAN
Memanfaatkan Orang Untuk Melakukan Sesuatu
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Suara Kedu
27 Juli 2009
15.000 Orang Mati akibat Kecanduan Narkoba
KULONPROGO - Setiap tahun sebanyak 15.000 orang meninggal akibat kecanduan narkoba. Dalam hitungan hari, 41 orang nyawanya tak tertolong setelah memakai obat-obatan terlarang. Jumlahnya bisa jadi jauh lebih besar karena banyak yang tidak terdata atau tak mau lapor kalau ada kematian akibat narkoba.

”Data terakhir secara nasional menunjukkan peningkatan jumlah pengguna narkoba,  2005 ada 22.780 pengguna, 2006 ada 31.635 orang, tahun 2007 meningkat menjadi 36.169 orang, dan 2008 mencapai 44.711 orang,” ungkap Direktur Narkoba Polda DIY  Kombes Pol Edi Purwanto pada Sosialisasi Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) yang digelar oleh Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Kulonprogo di Gedung PDHI Wates, akhir pekan lalu.

Di Yogyakarta, dia menambahkan, jumlah pecandu juga mengalami peningkatan dari tahun ke tahun yang bervariasi. Pada tahun 2008 jumlah pengguna yang terdata 400 orang. Setahun sebelumnya, 2007, ada 420 orang sedangkan sampai pertengahan tahun 2009 sudah 169 pengguna.

Tidak Tercatat

Itu yang terdata, kemungkinan masih ada pemakai yang tidak tercatat.
Edi menjelaskan, peredaran narkoba saat ini berkembang sangat cepat. Pelaku menggunakan berbagai cara untuk mengedarkan barang haramnya. Padahal semula Indonesia hanya tempat transit namun lama-lama menjadi tujuan bahkan tempat produksi. Temuan di sejumlah kota besar mengindikasikan Indonesia tak lagi sekadar transit tapi sudah penghasil. Polisi terus melaksanakan pencegahan dengan menggelar operasi terus menerus.

Dia mengakui, para pengedar memberi iming-iming keuntungan besar sehingga banyak yang tergiur. Pelaku semula hanya mencoba-coba, ketagihan, dan untuk memperoleh lagi harus menjadi pengedar. Uang hasil penjualan digunakan lagi untuk membeli sendiri. Begitu seterusnya sampai kalau tak sadar kemungkinan besar nyawa terancam akibat pengaruh obat tersebut.

”Karena itu, katakan tidak untuk narkoba. Jangan sekali-sekali ingin mencoba karena kalau sudah masuk akan susah keluar. Perlu terapi lama dan memakan waktu serta biaya agar kembali normal,” tegasnya. (D19-70)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER