panel header


GUPAK PULUT ORA MANGAN NANGKANE
Capek Bekerja Tidak Dapat Hasilnya
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Semarang Metro
25 Juni 2009
Bunuh Diri karena Tak Lulus UN
BANYUMANIK- Gara-gara tak lulus ujian nasional (UN) SMA, seorang pemuda nekat bunuh diri. Diduga karena tak kuat menahan beban psikis, Tri Sulistiono (21) memilih mengakhiri hidupnya dengan cara melompat ke dalam sumur pada Rabu (24/6).

Korban diperkirakan melompat ke sumur di samping rumahnya di Tanjungsari RT 7 RW 2, Sumurboto, Banyumanik pada sekitar pukul 02:00 dini hari. Menurut ayah korban, Saban (60), pada saat itu dia mendengar suara pintu terbuka. Karena curiga, dia lalu mengecek ke kamar putra ketiganya itu.

Benar saja, korban tidak ada di dalam kamarnya, meski sandal miliknya masih berada di dalam kamar. ”Saya lalu mencari dia keluar dan kebun di samping rumah tapi tidak ada,” katanya. 

Keesokan harinya, bersama istrinya, Karmini (55), mereka mencari lagi putranya ke berbagai tempat. Namun anak yang sudah dua tahun terakhir depresi gara-gara tak lulus UN itu tak ditemukan. Sekitar pukul 11:00, ibu korban mendapati keanehan pada sumur miliknya. Atap seng yang biasanya untuk menutup mulut sumur, telah berpindah ke samping. Curiga anaknya menceburkan diri ke dalam sumur, dia lalu memanggil tukang sumur, Rohyan ke rumahnya.

15 Meter

Sumur berkedalaman sekitar 15 meter tersebut, saat itu airnya mencapai sekitar 11 meter. Rohyan lalu menyedot air sumur dengan mesin pompa. Karena air di dalam sumur tak kunjung habis, tukang sumur itu lalu berusaha masuk ke dalam. Pada kedalaman beberapa meter, kakinya menyenggol sebuah benda yang mirip kaki manusia.

Dibantu para tetangga, Rohyan akhirnya berhasil mengeluarkan jenazah korban dari dalam lubang sumur tersebut. Peristiwa itu lalu dilaporkan ke Polsek Banyumanik dan diteruskan ke Polresta Semarang Selatan. Tak berselang lama, petugas identifikasi tiba di lokasi guna memeriksa kondisi korban. Ditemukan beberapa luka lecet, namun itu diduga karena tubuhnya terbentur dinding sumur saat terjun.

Saban menyatakan, sudah hampir dua tahun terakhir anaknya depresi karena memikirkan sekolahnya. Dia tak berhasil lulus UN pada tahun 2007 dari sebuah SMA swasta di daerah Banyumanik. ”Sejak saat itulah dia mulai stres dan suka mengurung diri di dalam kamar. Kami sudah meminta dia mengulang tapi tak mau. Katanya dia malu kalau harus mengulang,” jelas ayah korban. Berdasar keterangan para tetangga, korban sebenarnya dikenal cukup pintar ketika masih sekolah. Diduga hal itulah yang lantas membuat Tri menjadi terbebani karen tak lulus UN. Karena pihak keluarga telah menerima kematian korban, keluarga keberatan bila dilakukan otopsi pada jenazahnya.(H23,H40-41)

Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER