panel header


GUPAK PULUT ORA MANGAN NANGKANE
Capek Bekerja Tidak Dapat Hasilnya
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Semarang Metro
17 Juni 2009
’’AKBP Polda Metro’’ Diamankan
GROBOGAN-Edi Budiman (27), warga Jalan Mandala Mule No 13 Kabupaten Merauke Provinsi Papua, diamankan polisi sehubungan aksi penipuan calon bintara Polri 2009. Tersangka yang berperawakan tinggi besar dan berpenampilan kalem itu selalu  mengaku sebagai perwira menengah Ditreskrim Polda Metro Jaya berpangkat AKBP dalam setiap aksinya. Akibat ulahnya dua orang yakni Ali Mustofa (23) dan Abdul Wahab (20) warga Dusun Sendangrejo Desa Jipang Penawangan kehilangan uang puluhan juta rupiah.

’’Total uang yang diserahkan pada tersangka sebesar Rp 60 juta. Masing-masing korban menyetor uang Rp 30 juta,’’ kata Kapolres AKBP Drs Isnaeni Ujiarto didampingi Kasatreskrim AKP I NYoman Widiana SH dan KBO Satreskrim Ipda Sarjoko SH kemarin.

Dijelaskan, perkenalan antara pelaku dengan korban berlangsung tidak sengaja. Tersangka yang gemar berburu benda-benda bertuah tersebut suatu ketika bertandang ke salah seorang kenalannya di wilayah Pati Jateng. Di tempat itu dia kemudian diberi informasi tentang adanya benda bertuah yang memiliki kekuatan cukup ampuh di wilayah Kecamatan Karangrayung Kabupaten Grobogan.

Selipkan Pistol

Sesampai di alamat yang dituju dia kemudian menemui Abah Sueb salah seorang tokoh paranormal. Seperti biasa Edi lantas memperkenalkan diri sebagai perwira Ditreskrim Polda Metro berpangkat AKBP bernama Budi Prabowo. Ditunjukkannya pula lencana  Bareskrim, emblem polisi, serta borgol kecil ketika bertandang di rumah Sueb. Tersangka bahkan sempat menyelipkan benda sepintas mirip pistol di pinggang bagian belakang. 

Pembicaraan yang semula hanya sebatas soal benda keramat akhirnya beralih ke seputar profesi gadungan pelaku. Edi, bercerita mampu menjadikan seseorang sebagai bintara polri.  Omongan itu  didengar oleh orang lain yang kebetulan bertamu di tempat tersebut.

Orang ini mengaku punya dua keponakan yang tertarik untuk menjadi polisi. Edi akhirnya dipertemukan dengan korban yang belakangan diketahui bernama Ali Mustofa (23) dan Abdul Wahab (20) warga Dusun Sendangrejo Desa Jipang Penawangan.

Menurut pelaku untuk bisa masuk bintara polisi syaratnya tidak gampang serta butuh biaya besar. Karena sudah begitu percaya, korban menuruti semua keinginan Edi, termasuk menyetor uang Rp 30 juta setiap orang.

Untuk lebih meyakinkan mereka, pelaku yang hanya tamatan SMA ini mengajak korban ke Jakarta pertengahan Mei 2009 lalu. Mereka bertiga tinggal di rumah kontrakan kawasan Senayan Jakarta Pusat.

Edi yang telah memegang uang puluhan juta dengan enteng menyewa ruangan kos ukuran 3 x 4 meter selama berada di Jakarta.  Aksi jahat itu terbongkar ketika pada tanggal 27 Mei atau setelah dua minggu di Jakarta tersangka melarikan diri.

Korban yang kebingungan kemudian mendatangi Polda Metro Jaya untuk memastikan keberadaan AKBP Budi Prabowo serta diteruskan melapor kejadian tersebut. Edi ditangkap beberapa waktu kemudian di Kompleks Plaza Senayan Jakarta serta diboyong ke Mapolres Grobogan. (H41-16)

Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER