panel header


AMBEG PRAMA ARTA
Memberikan Prioritas Pada Hal-hal Yang Mulia
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Suara Banyumas
09 Juni 2009
Jalur Selatan
Hama Uret Sulit Dibasmi
PURWOREJO - Petani yang membudidayakan salak di Kabupaten Purworejo sampai saat ini masih dibuat pusing oleh serangan organisme pemangsa tanaman (OPT) atau hama jenis uret. Meski persoalan itu sudah terjadi cukup lama, tapi petani belum juga mampu mengatasinya.

Hal ini sudah sering dilaporkan ke Dinas Pertanian dan Kehutanan (Distanhut), tapi belum ada tindakan penanganan. Distanhut sendiri tampaknya masih kebingungan cara mengatasinya.

Hama uret itu berwujud larva yang menggerogoti inti batang pohon salak. Akibatnya, hama ini mampu menggagalkan tumbuhnya tunas daun dan lambat laun membuat pohon salak mati.

Petani salak di Desa Nglaris, Kecamatan Bener, Edi Nur Aryanto yang ditemui kemarin mengatakan, serangan hama tersebut sudah terjadi cukup lama. Ironisnya hama uret ini tidak mengenal musim. ’’Tidak peduli musim hujan atau kemarau, uret tetap saja ada dan menyerang salak. Ini masalah kami sepanjang tahun,’’ keluhnya.

Dari pengamatannya, uret merupakan larva sejenis kumbang yang oleh warga sekitar disebut ’gembirang’. Kumbang itu terbang menuju pohon salak dan bertelur pada batangnya. Selanjutnya telur menetas dan hidup di dalam batang pohon salak. (H43-24)

Angkut 60 Botol Miras, Slamet Ditangkap Polisi

PURWOREJO -
Jajaran Polres Purworejo cukup jeli terhadap usaha yang berkaitan dengan peredaran minuman keras. Seseorang yang sedang memboncengkan minuman keras pun bisa ditangkap, beberapa hari lalu.

Kejadian seperti itu setidaknya dialami Slamet Budiyono (42), warga Tidar, Magelang. Ketika berusaha memasukkan minuman keras ke wilayah Purworejo, dia ditangkap polisi di jalan lingkar utara Purworejo, malam Sabtu lalu.

Pemda Purworejo memberlakukan Perda Nomor 6 Tahun 2006 tentang Larangan Minuman Keras dan Minuman Beralkohol. Sanksi hukum bagi pelanggar perda itu cukup berat. Beberapa kali terjadi di sidang PN Purworejo, bagi peminum akan didenda Rp 5 juta, sedangkan penjual dendanya berkisar Rp 12 juta sampai Rp 13 juta.

Kapolres AKBP Agus Krisdiyanto SH MBA menuturkan, ketika itu tersangka mengendarai sepeda motor H-2478-TG. Ketika itu dia memboncengkan beberapa kardus. Polisi yang mencurigai langsung menghentikan pelaku dan memeriksa barang yang dibawa.

Ternyata kardus yang dibawa berisi botol minuman keras. Ketika digeledah polisi, dalam kardus berisi 60 botol minuman keras. Terdiri 12 botol anggur merah, 43 botol mansion house, dan 5 botol vodka.(yon-24)

79 RTS Tak Cairkan BLT

CILACAP-
Sebanyak 79 rumah tangga sasaran (RTS) di Cilacap kota tidak mengambil uang bantuan langsung tunai (BLT). Padahal waktu pengambilan yang semula ditetapkan mulai 17 sampai 24 Mei, telah diperpanjang sampai 27 Mei 2009.

Namun ke-79 RTS itu belum juga mengambilnya ke kantor pos. Akhirnya, Dinas Sosial (Dinsos) setempat mendatangi langsung ke alamat masing-masing.
’’Tapi setelah dicek ke alamatnya, ternyata sudah banyak RTS yang pindah tempat tinggal dan ahli warisnya juga tidak diketahui secara jelas,’’ kata Kepala Dinsos Cilacap, Drs Kiswoyo MM melalui Kabid Pemberdayaan Kesejahteraan Sosial, M Wahid Hartoyo, Senin (8/6).

Berhubung ada 79 RTS yang tidak mengambil BLT maka uang BLT jatah mereka dikembalikan ke kas negara. Jatah setiap RTS sebesar Rp 200.000, sehingga jumlah uang BLT yang dikembalikan ke kas negara sebesar Rp 15.800.000.(ag-55)

Kesejahteraan Pekerja Meningkat


PURBALINGGA-Tingkat kesejahteraan para pekerja asal Purbalingga yang merantau di Kecamatan Muara Waho, Kabupaten Kutai Timur Kaltim meningkat. Mereka terlihat lebih makmur bila dibandingkan ketika masih di kota asalnya.  Bahkan sekadar untuk arisan, mereka yang bekerja di sektor perkebunan kelapa sawit itu mampu menyisihkan Rp 1 juta.

Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans), Agus Winarno mengungkapkan, Upah Minimum Kabupaten (UMK) di wilayah Kutai Timur Rp 1 juta.  Sedangkan khusus untuk sektor perkebunan Rp 1.010.000.   Rata-rata pendapatan per bulannya bisa mencapai Rp 2,7 juta. Pendapatan itu berasal dari uang hasil lebih (UHL).

Dia menjelaskan, tidak sedikit pekerja perkebunan kelapa sawit yang berasal dari Purbalingga. Sebagian besar mereka merupakan pasangan suami-istri. Keduanya juga memperoleh bayaran. ’’Bila masing-masing suami-istri memperoleh Rp 2,7 juta, maka dalam sebulan mereka berdua mendapatkan penghasilan sebesar Rp 5,4 juta,’’ ungkapnya.

Kemudian, lanjut dia, untuk kebutuhan beras yang mereka konsumsi di lokasi tersebut sudah dijatah dari pihak perusahaan. (H48-29) 

Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER