panel header


OJO ADIGANG, ADIGUNG, ADIGUNA
Jangan Sok Kuasa, Sok Besar, Sok Sakti
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Semarang Metro
22 Mei 2009
Pos Kamling Ertama Wakili Polres Demak
DEMAK - Sejumlah warga RT 4 RW 5 Desa Katonsari, kemarin malam, mendatangi salah satu rumah warga sekitar yang ternyata dipakai untuk pesta sabu bersama remaja dari desa lain. Pemilik rumah, Farid nyaris dimassa, sebelum diamankan ke pos kamling desa tersebut.

Mengetahui emosi warga, Ketua RT Sugeng Budi Waluyo didampingi koordinator pos kamling, Marsono meminta mereka untuk tidak melakukan penghakiman massa. Ia kemudian menghubungi Polres Demak memberitahukan peristiwa tersebut. Tidak berapa lama, petugas polisi datang dan mengamankan mereka yang melakukan pesta sabu. Menurut Marsono, selama ini rumah yang ditempati orang tersebut selalu terutup dari luar. ’’Selain itu orangnya juga tidak pernah bergaul dengan tetangga, karenanya banyak yang curiga. Ternyata kecurigaan itu benar,’’ katanya.

Penanganan masalah yang dilakukan warga RT 4 RW 5 tersebut tergambar dalam simulasi yang mereka lakukan sebagai bagian dalam pengamanan lingkungan. Pos Kamling RT 4 RW 5 Desa Katonsari yang diberi nama pos kamling Ertama dipilih Polres Demak untuk mewakili Polres Demak dalam lomba pos kamling tingkat Polwil Semarang. Tahun 2009 ini, pos kamling itu merupakan juara satu tingkat Polres Demak. Simulasi tersebut mendapat penilaian dari tim penilai Polwil Semarang yang dipimpin Kasubag Kerma AKP Catur SH.

Sugeng Budi Waluyo mengatakan, pendirian Pos Kamling Ertama yang memiliki ukuran 3 x 2,5 meter tersebut telah dilakukan sejak tahun 1996. Pada awalnya, bangunan pos kamling dibuat menggunakan kayu sisa bangunan milik warga. Seiring perkembangan waktu, warga melakukan renovasi sehingga kondisi pos kamling menjadi lebih representatif.

Menurut Sugeng, selain difungsikan sebagai markas pengamanan kampung, pos kamling juga sebagai tempat yang memiliki unsur rekreatif. Karenanya, persis di sebelah kanan lokasi tersebut dibangun lapangan bulu tangkis. Selain itu, pos kamling juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti TV, dispenser, catur, karambol dan meja pingpong. ’’Untuk memotifasi warga, setiap bulan dialokasikan anggaran kopi sebesar Rp 125 ribu/bulan dari kas RT,’’ ujarnya.

13 Regu Jaga

Sementara Marsono menambahkan, warga di RT-nya 65 KK dibagi dalam 13 regu jaga. Setiap malamnya terdapat empat hingga lima  orang yang dapat giliran jaga. Bagi mereka yang tidak hadir tanpa keterangan dikenai sanksi berupa denda sebesar Rp 10 ribu. ’’Uang tersebut kami kumpulkan untuk mendukung pembangunan kampung,’’ ungkapnya.

Dia menegaskan, meski dendanya tergolong ringan, warga yang mangkir saat piket jaga jumlahnya sangat sedikit. Warga menyadari betul bahwa uang bukanlah segalanya. Warga justru lebih senang datang di pos kamling meski tidak saatnya kena giliran jaga. Karenanya, sejak dibangun tahun 1996, tindak kejahatan di lingkungan RT 4 RW 5 nihil.

AKP Catur mengatakan, Pos Kamling Ertama telah masuk dalam kategori baik. Pos tersebut representatif dan dilengkapi sarana administratif yang mendukung upaya pengamanan wilayah. Di antaranya dilengkapi denah kampung, buku tamu dan buku absen. Bahkan yang menarik, buku absen dari tahun 1996 masih ada hingga sekarang. (H1-16)

Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER