panel header


ALON ALON WATON KELAKON
Pelan Pelan Saja Asal Berhasil
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Wacana
27 April 2009
Surat Pembaca
Salah Penyebutan Juara LCT PAI Tak Sengaja
Mencermati tulisan Bapak Rozikan (wali murid peserta lomba) pada rubrik Surat Pembaca edisi 20 April 2009 berjudul Panitia LCT PAI Salah Sebut Pemenang, kami mencoba menanggapinya sebagai berikut:

1. Panitia Lomba mengucapkan terima kasih kepada Bapak Rozikan yang telah menilai bahwa keseluruhan acara lomba (try-out USBN, English Contes, Komputer, Lomba Tartil Quran, dan LCT PAI) yang diselenggarakan dalam rangka Milad ke-15 SMP H. Isriati Semarang pada 26 Maret 2009 berjalan sukses. Bahkan Bapak Rozikan berkenan setia mengikuti acara hingga usai.

2. Saat membacakan para pemenang, khususnya juara II lomba LCT PAI, yang semestinya diraih regu dari SD Siti Sulaechah Semarang, Panitia keliru dalam menyebut nama juara, yakni regu sekolah lain.

Panitia memaklumi jika kejadian ini membuat Bapak Rozikan sedikit kecewa. Perlu kami sampaikan, kegiatan lomba dalam rangka Milad SMP H. Isriati adalah kegiatan yang diselenggarakan setiap tahun dengan tujuan membangun semangat kompetisi para siswa dalam prestasi akademik dan non-akademik. Juga sebagai wahana menjalin komunikasi sekolah dengan SD-SD di  Kota Semarang.

Kekeliruan penyebutan pemenang lomba benar-benar bukan kesengajaan, melainkan kekurangcermatan Panitia dalam rekapitulasi nilai. Panitia berkomitmen untuk selalu menjaga agar lomba berjalan objektif dan profesiona.

Maka usai acara penutupan hari itu juga, Panitia menghitung ulang nilai yang diperoleh dari para finalis, dan akhirnya meralat dengan menetapkan regu dari SD Siti Sulaechah juara II lomba LCT PAI tingkat SD se-Kota Semarang. Hadiah, trofi ,dan sertifikat langsung diserahkan kepada perwakilan SD Siti Sulaichah.

Panitia juga telah meminta maaf atas kejadian tersebut, dan kami berterima kasih kepada guru pendamping yang dapat memaafkan dan memakluminya saat itu.

3. Penghargaan panitia kepada para pemenang/juara adalah dengan mempublikasikan seluruh rangkaian kegiatan lomba lewat media Harian Umum Suara Merdeka yang terbit pada tanggal 30 Maret 2009.

Dalam berita, tidak lupa Panitia menulis rincian para juara, termasuk mencantumkan SD Siti Sulaechah juara II lomba LCT PAI. Hal ini juga kami beritahukan kepada pihak SD Siti Sulaechah sehari sebelum berita tersebut terbit dan pihak SD Siti Sulaechah telah menerima dengan legawa.

4. Tiada gading yang tak retak, terima kasih atas segala masukan dan partisipasinya dalam menyukseskan event tersebut. Selamat berlomba kembali dalam ajang kompetisi di tahun depan.

Eka Putranto Hadi, S.Pd.
Jl. Candi Mutiara Timur IV Nomor 1337
RT 12/RW 06, Semarang
(Ketua Panitia Milad Ke-15 SMP H. Isriadi Semarang)

***
Pinjaman Sudah Lunas tapi Tercatat Masih Nunggak

Pinjaman personal loan saya di HSBC Bank Semarang tanggal 11 Juli 2005 a.n. R. Irwan Hermawan No. Rek : 001-589662-840 dan disetujui kredit  Rp. 20.000.000 (dua puluh juta rupiah). Pembayaran kredit sempat tersendat, sehingga saya bermaksud melunasi kredit.

Pada Mei 2008 ada penawaran program diskon untuk pelunasan kredit dan saat saya melunasi seluruh kredit setelah mendapat diskon bunga dan denda  Rp.15.000.000 (lima betas juta rupiah). Bukti pelunasan dan surat keterangan lunas No.032/SBA/HSBC/PL/V/08 tanggal 16 Mei 2008 ditandatangani Sdr. Vitarto Puji. P. SH (terlampir).

Pada April 2009 saya bermaksud mengajukan kredit di salah satu bank. Oleh pihak bank dinyatakan  berdasarkan informasi Data Bank Indonesia, saya dinyatakan masih mempunyai plafon kredit Rp. 20.655.468 (dua puluh juta enam ratus lima puluh lima ribu empat ratus enam puluh delapan rupiah).

Saya sangat terkejut karena sudah hampir satu tahun dilunasi, tetapi kok tiba-tiba saya dianggap masih punya kewajiban kredit.

Saya mendatangi HSBC Semarang dan diterima petugas Collection (Sdri. Putri) dan dijelaskan data Bank Indonesia masih muncul karena saya ada tertunggak bunga dan denda Rp. 5.685.760 (lima juta enam ratus delapan puluh lima ribu tujuh ratus enam puluh rupiah).

Dengan menunjukkan bukti-bukti pelunasan, saya bersikeras urusan personal loan saya sudah selesai sejak 16 Mei 2008, kenapa tiba-tiba muncul saldo data BI sebesar Rp. 20.655.468. Oleh Sdri.

Putri dijelaskan, kalau data BI tersebut mau hilang harus membayar tagihan tertunggak Rp. 5.685.760 dan membuat surat pernyataan telah lunas ke HSBC pusat cq HSBC Semarang. Tetapi petugas tetap bersikeras saya harus tetap membayar kewajiban tertunggak tersebut.

Saya menyesalkan mengapa debitur yang telah melunasi pinjaman kreditnya, masih tercatat punya tunggakan. Hal ini sangat merugikan saya karena menghambat pengajuan kredit di bank lain. Harap hal ini menjadi perhatian HSBC Bank.

R. Irwan Hermawan SE
Jl Parang Kembang Raya No 4 Tlogosari Kulon, Pedurungan, Semarang.

***
 Mantan Pejabat Desa Terima BLT

Tanpa bermaksud mengganggu kinerja aparat di semua lini, saya ingin melaporkan tentang pelaksanaan BLT dengan harapan ada pembenahan. Bila perlu dilakukan tindakan hukum terhadap aparat yang nyata-nyata melakukan penyimpangan dengan motif mendapatkan keuntungan pribadi maupun kelompok tertentu.

Di desa saya, Tinggerjaya, Kecamatan Jatilawang, tepatnya di RT 02/06 telah terjadi penyimpangan selama beberapa tahun. Penyimpangan BLT dilakukan dengan memberikan jatah kepada warga yang tidak berhak. Sebaliknya meniadakan hak seorang warga yang berhak menerimanya. Penerima BLT yang tidak berhak itu mantan pejabat desa.

Saya tidak akan bosan-bosannya mengingatkan kepada pelakunya demi terciptanya kesejahteraan masyarakat kecil sebagaimana kita dambakan bersama.

Insya Allah apa yang saya perbuat ini ikhlas lahir batin tanpa motivasi apa pun dan insya Allah diridhai Allah. Terima kasih atas perhatiannya dan selamat bekerja.

Sutrisno, S.Pd.
Letkol Pol. Purn.
RT 01/RW 09 Tinggarjaya, Jatilawang, Banyumas

***
Terima Kasih, Tas dan Isinya Dikembalikan

Kami ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Mas Hadiyono yang beralamat Desa Bulugede, Patebon, Kendal yang telah mengembalikan tas beserta isinya, yaitu HP, SIM, KTP, dan STNK. Tas tersebut jatuh dalam perjalanan kami dari Kelurahan Jetis menuju Kelurahan Kebondalem, Kendal pukul 22.30 tanggal 25 Maret 2009.

Mohon maaf Mas Hadi, kalau kami sempat berburuk sangka. Kami mengira HP tersebut sengaja dimatikan agar tak dapat dihubungi. Sekali lagi mohon maaf yang teramat sangat. Kami tak dapat memberi imbalan dan membalas kebaikan dan kemuliaan hati Mas Hadi.

Kami hanya dapat berdoa semoga Allah SWT membalas kebaikan dan ketulusan Anda yang telah menolong kami. Semoga Anda diberi limpahan rezeki dan keberkahan dalam hidup. Amin.

Jaelani dan Nur Supriyanti
Gg. Delima RT. 06/I Kel. Kebondalem,   Kendal.

***
Mohon Bantuan Kerja untuk Lanjutkan Kuliah

Nama saya Reza Aryandana, umur 19 tahun. Saya lulusan SMA Negeri terbaik di Jawa Tengah tahun 2008. Saya juga sempat kuliah di Universitas Negeri terbaik di Jawa Tengah sejak Agustus 2008 di Jurusan Teknik Mesin (terlampir), namun sedikit terhambat.

Oleh karena itu, melalui forum ini, saya ingin menawarkan kepada bapak-bapak atau ibu-ibu yang mau menerima saya sebagai karyawan part time yang sesuai untuk membantu biaya sehari-hari dan tabungan untuk kuliah.

Kekurangan saya adalah, saya gemuk, berkaca mata, dan kurang ahli komputer, namun saya siap ditraining. Kelebihan saya adalah, saya memiliki otak pintar, semangat pantang menyerah dan tidak mudah putus asa. Saya juga memiliki motor.

Bila tidak ada yang membutuhkan saya sebagai karyawan, saya ingin menawarkan pada para investor bagi hasil 50-50. Atau yang ingin meminjami uang hanya Rp 5 juta untuk buka usaha kecil-kecilan. Terima kasih dan saya tunggu kabar baik dari semua orang berhati mulia di Indonesia.

Reza Aryandana
Jl. Purwomukti Selatan II/16
Pedurungan, Semarang
08882515852 / 085740363049

***
Tersesat di Terminal Kudus

Mewakili management dan crew PO Nusantara, berikut adalah tanggapan kami: Tak pernah terlintas bagi kami untuk menelantarkan penumpang, ataupun menurunkan penumpang di sembarang tempat kecuali di Terminal dan lokasi sesuai dengan permintaan turunnya penumpang.

Kalaupun di jalan terdapat kondisi yang mengharuskan crew mengoper penumpang, maka crew akan bertanggung jawab memastikan penumpang mendapatkan bus sesuai dengan tujuan awal.

Pada kasus Ibu Lina yang menunggu cukup lama di Terminal untuk mendapatkan bus lanjutan ke Pati, kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi, namun demikian kondisi di lapangan sangat bergantung pada kondisi transportasi secara umum di jalan raya.Demikian konfirmasi kami. Terima kasih telah berkenan berbagi pengalaman dengan kami.

Noor Ida
Customer Care PO Nusantara

***
Mobil Pejabat Kok Tidak Lewat Jalan Tol

Dengan banyaknya pengendara sepeda motor karena faktor kebutuhan atau karena mudahnya mendapatkan sepeda motor, baik kredit maupun tidak, membuat jalanan pada jam-jam sibuk sangat padat. Bisa dilihat setiap ada traffic light, maka sepeda motor mendominasi jalanan dan motornya bisa dibaca dari segala merk.

Lebih-lebih padatnya kendaraan ini dapat dilihat dari arah Ungaran/Banyumanik akan ke Semarang. Sementera,  tidak mau kalah saling mendahului, yaitu bus engkel, mikrolet, dan bus kota Damri.

Saat lampu hijau di perempatan patung kuda Ngesrep menyala, pembaca bisa membayangkan lajunya masing-masing kendaraan untuk segera berjalan. Dari arah Gombel sudah otomatis semua kendaraan berhenti. Jarak antara kendaraan berhenti ke arah lampu merah dan kendaraan yang berjalan sangat sempit.

Tiba-tiba ada sirene minta jalan agar kepadatan kendaraan memberi jalan bergeser ke kanan dan ke kiri. Suasana itu sangat tiba-tiba, hampir semua penumpang di angkot  memalingkan kepala ke kanan. Barangkali mobil ambulance membawa orang sakit, oh ternyata pejabat.

Kondisi jalanan padat sejak dari atas, mengapa mobil pejabat tidak lewat tol. Bukankah lebih nyaman, tidak begitu padat. Apabila sampai jembatan Jatingaleh, pejabat bisa melihat  betapa lebih ruwetnya jalan dekat jembatan tanpa traffic light. Ada kendaraan dari Gombel atas dan bawah, kendaraan dari sebelahnya Pasar Jatingaleh, ada dari tol Banyumanik, ada dari Semarang. Yang ini paling banyak antreannya.

Dengan melihat kondisi lalu lintas yang superpadat, mudah-mudahan ada usulan bahwa sudah waktunya Jatingaleh dibuat jalan layang untuk mengurangi kemacetan.

Mengapa mobil para pejabat tadi tidak melalui tol? Lalu buat siapa jalan tol tersebut?

Sri Murni Rahayu/FPSP
FISIP Untag Semarang
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER