panel header


AMBEG PRAMA ARTA
Memberikan Prioritas Pada Hal-hal Yang Mulia
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Semarang Metro
23 Februari 2009
Gereja Blenduk Raih Penghargaan
SEMARANG - Gereja Blenduk di kawasan Kota Lama diberi penghargaan Karya Arsitektur Kuno Terawat kategori tempat ibadah oleh Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Jateng yang diserahkan, Sabtu (21/2) lalu, di Asaya Home Center dalam Forum Anggota IAI. Selain Gereja Blenduk, ada rumah di Jl Teuku Umar, tepatnya di depan Pasar Jatingaleh sebagai pemenang kategori rumah tinggal kuno terawat. 

Untuk kategori Bangunan Komersial dimenangkan gedung Internasional Trade Centre (ITC) Patjakarya yang terletak di sisi barat Gereja Blenduk. Sementara bangunan publik, sosial dan budaya, penghargaan diberikan kepada SMA Negeri 1 Semarang di Jl Menteri Supeno. Untuk kategori bangunan yang telah beralih fungsi, penghargaan diraih RM Ikan Bakar Cianjur di Kota Lama.

Menurut Prof Ir Totok Roesmanto MEng, ketua dewan juri penghargaan karya arsitektur IAI Jateng, ajang ini diselenggarakan untuk tetap melestarikan keberadaan bangunan kuno baik yang tercantum dalam SK Walikota 646/50 tahun 1992 maupun tidak.

Lima bangunan kuno yang mendapat penghargaan tersebut mengalahkan empat belas bangunan lainnya di Kota Semarang yang masuk nominasi. ”Sebelumnya ada 19 bangunan yang masuk nominasi,” ujarnya.

Empat Kriteria

Dijelaskan, dalam menentukan karya arsitektur kuno terawat di Kota Semarang, dewan juri menetapkan empat kriteria, yaitu memberi nilai pembelajaran bagi lingkungan, memiliki nilai originalitas dan kesejarahan, termasuk pemilik bangunan yang mau bekerja sama dengan baik dan memberikan data tentang bangunan.

Penghargaan ini diharapkan bisa merangsang masyarakat untuk peduli terhadap bangunan kuno, sekaligus mendorong pemilik bangunan kuno yang belum mendapat penghargaan untuk lebih merawat bangunannya lebih baik lagi, dan sebagai katalisator lingkungan untuk menumbuhkan minat pelestarian. ”Para pemenang diharapkan bisa menjaga kegiatan pelestarian yang telah dilakukan, sehingga bisa berimbas pada lingkungan sekitar,” katanya.

Selama ini, lanjut Totok, para pemilik bangunan yang mendapat penghargaan selalu beranggapan bahwa dengan menerima penghargaan pemerintah justru akan meringankan beban mereka, seperti membayar pajak atau mempermudah renovasi bangunan.

Sebenarnya bangunan dan pemilik yang menerima penghargaan memiliki nilai lebih bagi diri sendiri dan komunitasnya. ”Tapi kenyataannya tidak. Maka dari itu banyak yang tidak tahu apa yang harus dilakukan setelah mendapat penghargaan,” katanya.

Para nominator yang tidak memenangkan penghargaan ini bisa mengikuti ajang penghargaan karya arsitektur tingkat Jawa Tengah.(J8-18)

Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER