panel header


NABOK NYILIH TANGAN
Memanfaatkan Orang Untuk Melakukan Sesuatu
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Semarang Metro
12 Desember 2008
Konflik Afen Bersaudara
Divonis Bebas, Afen Menangis
SEMARANG- Sidang perkara dugaan pemalsuan surat dan tandatangan palsu addendum perjanjian kredit PT Tensindo Sejati (TS) dengan Bank BPD Jateng tahun 1997, berakhir happy ending bagi terdakwa Afen Siswoyo.

Bekas Komisaris PT TS itu dinyatakan bebas murni atas segala dakwaan dan tuntutan. Afen yang terduduk di kursi terdakwa, meneteskan air mata ketika mendengar putusan akhir yang dibacakan majelis hakim Silalahi SH (ketua), Amin Sembiring SH MH (anggota), dan Setya Budi (anggota), tersebut.

Usai pembacaan, dia menyalami majelis hakim, sambil terus menangis ia berujar, ”Maaf, saya tak bisa menahan haru, sebab yang mau celakakan saya itu saudara kandung saya sendiri. Saya legaaa.... sekali. Hakim tahu kalau saya hanya difitnah memalsukan tanda tangan. Sekarang hukum telah berbicara mana yang salah dan mana yang benar.”

Sebelumnya, Afen dituntut dua tahun penjara oleh jaksa penuntut umum Kejati, Lintang SH dan Manahan Hutabarat SH. Selanjutnya, karena tak bisa lagi berkata, penasihat hukumnya, Andi F Simangunsong mengatakan bahwa terbebasnya Afen sangat dinanti-nanti dan disambut dengan suka cita. ”Tujuan puncaknya adalah perdamaian di keluarga Siswoyo,” kata Andi.

Fakta Sidang

Majelis hakim mempertimbangkan, berdasarkan fakta sidang diketahui bahwa inisiatif pembuatan addendum perjanjian kredit berasal dari pegawai bagian kredit Bank BPD sendiri.

Pada saat itu kredit PT Tensindo telah jatuh tempo, di waktu bersamaan Bank Indonesia akan melaksanakan pemeriksaan neraca keuangan bank. Karena tak mau dianggap bermasalah maka salah satunya dibuatlah addendum (perpanjangan jangka waktu kredit) itu.

Kemudian, inti dari perkara yakni pemalsuan tanda tangan Beng Siswoyo yang dituduhkan sebagai perbuatan Afen tidak terbukti. Dalam pemeriksan sebanyak delapan saksi, seluruhnya tidak ada yang mengetahui atau membuktikan bahwa pemalsu itu adalah Afen.

Afen divonis tidak terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana pemalsuan tanda tangan. Dia dibebaskan dari semua dakwaan dan tuntutan. Serta harkat martabatnya agar dipulihkan.

Sidang yang dimulai pukul 10.00 tersebut hanya berlangsung kurang dari setengah jam. Sama sekali tak ada keluarga Siswoyo yang lain (Beng dan Darius) yang menyaksikan sidang.

Afen dilaporkan ke Mabes Polri oleh dua saudara kandungnya, Tjipto Siswojo dan Beng Siswojo. Dalam perjalanannya, ia didakwa kasus pemalsuan dan penggunaan surat palsu.

Yang diduga dipalsukan adalah tanda tangan Beng Siswojo dalam addendum perjanjian kredit ke BPD Jateng. Dugaan pemalsuan itu tidak ada sangkut pautnya dengan proses awal kredit Rp5,6 juta dolar AS oleh PT TS ke BPD Jateng.(H30-41)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER