CILACAP-KA Lodaya jurusan Solo-Bandung, Kamis (20/11) pukul 12.43 anjlok di Km 368+1. KA yang anjlok itu terseret sepanjang satu kilometer lebih dan baru berhenti di Km 369+9 antara stasiun Kawunganten-Jeruklegi, Kabupaten Cilacap.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. KA Lodaya yang anjlok itu membawa dua kereta kelas eksekutif, empat kereta bisnis, satu kereta makan dan satu kereta pembangkit.
Gerbong yang anjlok adalah kereta pembangkit yang posisinya ada di urutan paling belakang. Gerbong itu anjlok empat as. KA Lodaya ditarik dengan lokomotif CC 20411 yang dimasinisi Bambang dan asisten masinis Sugiarto dari Bandung.
Kepala Humas Daop V Purwokerto, M Fatcham didampingi Pengawas Seksi (Wasi) Kroya-Banjar Bastudi yang dihubungi kemarin membenarkan adanya peristiwa anjloknya KA Lodaya itu.
’’Sebab-sebab anjloknya KA masih dalam penyelidikan. Gerbong yang anjlok merupakan gerbong paling belakang. Empat as anjlok,’’ jelas Bastudi yang kemarin masih ada di lintasan.
Rel Melengkung
Lokasi anjloknya KA Lodaya itu berada pada lintasan yang melengkung di Desa Kubangkangkung, Kecamatan Jeruklegi, Cilacap. Setelah gerbong paling belakang anjlok, KA tidak langsung berhenti.
Gerbong yang anjlok terseret dari Km 368+1 dan baru berhenti di Km 389+8. Jarak gerbong terseret lebih dari satu kilometer. Akibat gerbong terseret cukup panjang, bantalan dan rel kereta yang rusak cukup banyak dan panjang.
Bastudi menambahkan, Daop V Purwokerto saat ini mengupayakan perbaikan rel secepatnya. Dia mengatakan, banyak bantalan yang harus diganti. Termasuk relnya juga harus diperbaiki karena mengalami kerusakan cukup berat.
Bahkan diinformasikan kereta penolong yang dikirim untuk mengevakuasi kereta pembangkit yang anjlok hingga kemarin petang belum bisa masuk karena lintasan yang akan dilalui menyempit. Dia memperkirakan, perbaikan lintasan yang rusak diperkirakan membutuhkan waktu sekitar tujuh hingga delapan jam.
Untuk penumpang KA Lodaya yang anjlok tetap bisa meneruskan perjalanannya ke Bandung. Gerbong yang anjlok dilepas, lalu gerbong lainnya dengan penumpangnya meneruskan perjalanan ke Bandung.
Tapi untuk KA Argo Wilis jurusan Surabaya-Bandung tertahan di stasiun Jeruklegi, KA Lodaya jurusan Bandung-Solo tertahan di stasiun Kawunganten dan KA Pasundan tertahan di stasiun Kroya.
Bastudi mengatakan, untuk penumpang KA Argo Wilis yang tertahan di Jeruklegi, dialihkan dengan bus dari Jeruklegi ke Kawunganten. Selanjutnya dari Kawunganten, penumpang meneruskan dengan KA Lodaya yang diubah jadi KA Argo Wilis ke Bandung. Sebaliknya penumpang KA Lodaya yang tertahan di Kawunganten dialihkan dengan bus ke Jeruklegi. (G23,G21-55) (
/)
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad