CILACAP- Ratusan pekerja PT (Persero) Industri Sandang Nusantara (ISN) Unit Cilacap, Rabu (19/11), menggelar istighotsah di halaman perusahaan. Salah satu tuntutan mereka, adalah pergantian direksi.
Aksi tersebut diawali dengan pemasangan dua spanduk dan puluhan poster. Dua spanduk yang dipasang di dinding depan kantor bertuliskan, ”Kami Buruh Bukan Relawan, Bayang Pesangon Karyawan Purnatugas”, dan ” Aksi Solidaritas Ketenagakerjaan untuk Kesejahteraan Karyawan”.
Sedangkan poster yang ditempelkan di pagar depan perusahaan, antaralain bertuliskan,” Tolong Kami..!!! Bapak Presiden dan Bapak Menteri, 4.300 Karyawan Terancam PHK”, ”Kami Ingin Bukti, Bukan Janji-janji Kosong”, ”Tolong Bayar Premi Kami”, ”Ojo Dumeh Jalmo Tankiniro, Elingo Karo Hukum Alam”, ”Inyong Butuh Duit, Ora Butuh Janji Tok...Kaya Kuwe..!!!”.
Setelah selesai memasang spanduk dan poster, para pekerja berkumpul di aula. Mereka lalu shalat duha berjamaah dilanjutkan dengan istighotsah yang dipimpin Raswan, pekerja PT ISN Cilacap.
Wakil Ketua Serikat Pekerja Pengurus Unit Kerja (SP PUK) PT ISN Unit Cilacap, Tasikin mengatakan, aksi tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap pengurus pusat SP PT ISN yang sedang melakukan aksi di Jakarta.
”Kami melakukan aksi ini secara damai. Kami tidak melakukan demo karena takut terjadi anarkhis. Aksi ini untuk memenuhi imbauan pengurus pusat SP,” katanya.
Ada delapan tuntutan yang disampaikan dalam aksi tersebut, yaitu meminta pemerintah segera melakukan pergantian Direksi PT ISN karena mereka telah gagal mengelola perusahaan. Karena itu, pemerintah harus memberikan modal untuk memperbaiki struktur permodalan perusahaan agar dapat berkembang lebih baik.
Dana Pensiun
Mereka juga menuntut agar potongan premi asuransi dan dana pensiun yang berasal dari karyawan segera dibayarkan ke instansi yang berwenang. Begitu pula uang pesangon dan asuransi bagi karyawan yang telah purnatugas.
Selain itu, menuntut penyesuaian struktur penggajian. Fungsi dan peran SP harus dikembalikan sebagai mitra perusahaan dan mereka juga meminta jaminan tak akan ada PHK di kemudian hari.
Aksi tersebut akan dilakukan selama tiga hari berturut-turut, mulai Rabu (19/11) sampai Jumat (21/11). Selama tiga hari itu pula, para pekerja tak akan melakukan kegiatan produksi.(ag-75)
(
/)
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad