BANYUMAS-Tebing setinggi sekitar 20 meter di Dusun Kamal, Desa Jatisaba, Kecamatan Cilongok, Selasa (18/11) sekitar pukul 16.00 longsor. Longsoran tersebut menimpa gudang gula ukuran 30X15 meter milik Subali Imron (40), sehingga roboh.
Dalam peristiwa itu, Sunarto (51) sopir yang saat itu sedang memperbaiki truk yang ada di dalam gudang meninggal. Truk menggelinding setelah tertimpa tembok gudang.
Sopir truk yang ketika itu lagi berada di kolong truk untuk memasang dongkrak tergencet badan truk. Beberapa orang yang ada di sekitar lokasi kejadian beberapa saat kemudian berhasil mengevakuasi korban.
Sore itu korban yang tinggal di Dusun Keser, Desa Notog, Kecamatan Patikraja langsung dilarikan ke Rumah Sakit Islam Purwokerto. Tapi karena lukanya parah, oleh pihak RSI, korban dirujuk ke RSUD Margono Soekarjo Purwokerto.
Camat Cilongok, Fatikul Iksan kemarin mengatakan sekitar pukul 19.00 korban masih berada di ruang ICU RSUD Margono. ”Tapi sekitar pukul 23.00, saya mendapat kabar kalau korban meninggal,” jelasnya.
Ia menjelaskan, berdasar laporan yang diterima dari desa, korban meninggal bukan tertimpa langsung oleh tebing yang longsor, tetapi tergenjet truk yang sedang diperbaiki.
Tanah Labil
Menurut Kepala Desa Jatisaba Slamet, tebing yang longsor itu ketinggiannya sekitar 20 meter, panjang 50 meter. ”Tebing yang tanahnya labil itu tak kuat menahan guyuran hujan lebat yang turun sore itu. Jarak antara tebing dengan gudang tak lebih dari 10 meter,” kata dia.
Bencana tanah longsor juga terjadi di Desa Banjarsari, Kecamatan Ajibarang pada Selasa (18/11) sekitar pukul 18.00. Hujan deras yang mengguyur desa itu mengakibatkan tebing yang ada di RT 3/III longsor.
Tebing longsor itu menimpa dapur rumah milik Saryanto (45). Tidak ada korban jiwa dalam bencana itu. Kerugian akibat kerusakan itu ditaksir sekitar Rp 4 juta.(G23-29)
(
/)
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad