CILACAP- Hujan deras yang mengguyur wilayah Cilacap barat, Minggu (16/11) lalu, telah menyebabkan bencana banjir dan tanah longsor di Kecamatan Dayeuhluhur.
Bencana tersebut terjadi empat desa yaitu Desa Dayeuhluhur, Ciwalen, Bingkeng dan Desa Datar. Tak ada korban jiwa dalam musibah itu, dan Satlak Penanggulangan Bencana AlamSalak Penanggulangan Bencana Alam masih menghitung kerugian materiil.
Kepala Badan Kesbanglinmas Cilacap, Drs H Yayan Rusyawan Effendi MM, selaku Sekretaris Pelaksana Harian Satlak PBA, Selasa (18/11), mengatakan, banjir di Desa Dayeuhluhur menyebabkan lima rumah warga tergenang dan satu buah warung roboh.
Sedangkan bencana di Desa Datar menyebabkan, talut rumah milik Turmin seluas 132 m2 ambrol. Saluran irigasi Ciawitali dadal sepanjang 35 meter. Begitu bendung Ciawitali sepanjang lima meter juga dadal diterjang banjir.
’’Di Desa Ciwalen, dua rumah warga terendam lumpur. Bongkahan tanah yang longsor terbawa air dan masuk ke dalam rumah tersebut. Di desa tersebut juga ada tanggul Sungai Cidatar yang dadal sepanjang delapan meter,’’ kata Yayan.
Di Desa Bingkeng, hujan deras menyebabkan tanah longsor. Bongkah tanah yang ambrol menutup jalan desa. Volume tanah yang melorot dari dinding tebing di pinggir jalan tersebut sekitar 30 m3.(ag-74)
60 Warga Terserang Chikungunya
BANYUMAS-Penyakit chikungunya berjangkit di Desa Pesawahan, Kecamatan Rawalo, Banyumas. Dalam sepekan terakhir, sudah ada sekitar 60 warga di desa itu yang menderita penyakit tersebut.
Warga yang terkena di Desa Pesawahan tersebar di di RT 1/VI dan RT 2/V. Penderita sebagian telah berobat ke puskesmas dan poliklinik desa (polindes). Dari puluhan warga yang berobat itu, lima orang dirawat di Puskesmas Rawalo.
’’Hari ini (kemarin-red) yang dirawat di puskesmas tinggal satu orang. Chikungunya telah berjangkit di lingkungan dua RT itu sejak seminggu lalu.
Yang dirawat di puskesmas ada lima orang, tapi kini tinggal satu. Yang mengalami gejala penyakit itu seluruhnya sekitar 60 orang,’’ jelas Kepala Puskesmas Rawalo, dokter Hendro Harjito kepada wartawan kemarin.
Ia mengatakan, berjangkitnya pada tiga hari lalu telah dinyatakan sebagai kejadian luar biasa (KLB). Sebab dalam waktu relatif singkat yang menderitanya cukup banyak.
Karena sudah dinyatakan KLB, kata dia, penderita yang dirawat dan berobat semuanya gratis. Biaya perawatan dan pengobatan ditanggung puskesmas.
Lima orang yang dirawat di puskesmas adalah Priyanto (18), Warniah (43) keduanya warga RT 1/VI, Heru (11), Suwarta (72) dan Siti (50), ketiganya warga RT 2/V. Dari kelima penderita itu, yang kemarin masih dirawat adalah Priyanto. (G23-29) (
/)
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad