panel header


KEGEDHEN EMPYAK KURANG CAGAK
Banyak Pengeluaran, Kurang Penghasilan
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Berita Utama
09 November 2008
Dalangi Keributan, Enthus Ditahan
image
SLAWI - Dalang wayang kulit kondang, Ki Enthus Susmono, ditahan petugas Reskrim Polres Tegal atas tuduhan perusakan di Kantor Radio Citra Pertiwi FM Slawi, Kabupaten Tegal, kemarin.

Ia kini harus meringkuk di tahanan Mapolres Tegal untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Ki Enthus ditahan setelah menjalani pemeriksaan cukup panjang oleh penyidik Unit III Satreskrim Polres Tegal yang dipimpin Aiptu Yahmadi. Didampingi empat  pengacara dan LSM Bintang Nusantara, dia datang ke Mapolres sekitar pukul 09.30.

Selama kurang lebih lima jam, dia harus menjawab 20 pertanyaan yang diajukan tim penyidik. Pengacara yang mendampinginya antara lain AKBP (Purn) Suseno SH CN dan Heru Widodo SH. Pemeriksaan dalang nyentrik tersebut mendapatkan pengawalan ketat dari anggota Polres Tegal. Beberapa personel Dalmas terlihat berjaga-jaga di sekitar ruang Unit III.

Para kapolsek jajaran Polres Tegal juga berkumpul di depan Mapolres untuk memberikan pengamanan. Mereka berjaga-jaga untuk mengantisipasi terjadinya kemungkinan buruk pascapenahanan Ki Enthus. Hal itu dilakukan sebelum pelaksanaan pemeriksaan sampai dengan penahanan dalang yang menciptakan wayang “Rai Wong” tersebut.

Dalam kasus ini, Enthus dijerat dengan tiga pasal sekaligus, yaitu 160 KUHP tentang penghasutan, 335 KUHP tentang perbuatan tidak menyenangkan dan 170 KUHP junto pasal 55 KUHP tentang perusakan yang dilakukan secara bersama-sama.

Protes

Kasus keributan di Radio Citra Pertiwi FM yang mengakibatkan pagar kantor rusak itu terjadi Senin (3/11) sore. 

Yakni sehari menjelang pelaksanaan Rekapitulasi Perhitungan Suara dan Penetapan Calon Terpilih dalam Pemilihan Bupati (Pilbup) Tegal 2008.
Sebelum terjadi keributan, Enthus bersama ratusan massa mendatangi Kantor Panwas dan KPU.

Mereka melancarkan aksi protes terkait adanya dugaan penggelembungan suara dan politik uang yang dilakukan pasangan bupati terpilih H Agus Riyanto SSos MM - H Moch Hery Soelistiyawan SH MHum.

Ketika itu, ia menjadi perwakilan dari tiga pasangan calon bupati (cabup) Andhika - Basir (Kaba), Hammam - Dimyati (Hati) dan Ghautsun - Fikri Faqih (Jigo Apik).

“Sudah cukup bukti yang mengindikasikan tersangka bersalah. Sehingga tak ada alasan untuk tidak menahannya,” kata Kapolres Tegal AKBP Drs Agustin Hardiyanto SH MM MH melalui Kasat Reskrim AKP Rudi Hartono SIK.
Sementara itu, Ki Enthus mengatakan, orang yang ditahan belum tentu bersalah. “Saya harap teman-teman sering menjenguk saya di tahanan,” pintanya. Ia mengaku tetap akan membantu institusi Polri. Saat dikonfirmasi apa ada muatan politis dalam penahanan dirinya, Enthus mengatakan tidak.
Pengacara tersangka, AKBP (Purn) Suseno mengemukakan, akan mengajukan penangguhan penahanan. “Tidak seharusnya Ki Enthus ditahan. Karena itu, kami akan mengajukan permohonan penangguhan penahanan,” ujarnya.  (J17-23)

Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER