panel header


DHUWUR WEKASANE, ENDHEK WIWITANE
Akhirnya Mulia, yang semula sederhana
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Suara Muria
13 September 2008
Gerimis, Motor Berjatuhan
  • Prediksi BMG Arus Lebaran Bebas Banjir
REMBANG-Hujan gerimis yang turun beberapa malam mengakibatkan sekitar 100 meter ruas jalan pantura Desa Tireman yang baru saja selesai diurug berlubang dan bergelombang.

Munculnya lubang ini tak urung membuat pengendara sepeda motor ataupun truk harus berhati-hati saat melewati jalan pantura itu. ”Beberapa kali saya lihat sepeda motor terjatuh di sekitar jalan itu karena terpeleset material jalan yang belum dilapis aspal. Pengendara harus berhati-hati, karena tebaran material jalan ini,” tutur Wawan, salah seorang warga setempat.

Meski mulai turun hujan, diperkirakan sepanjang jalur pantura di Rembang yang membentang dari Kaliori-Sarang, pada arus Lebaran tahun ini akan terbebas dari ancaman banjir. Sebab pada waktu arus balik dan mudik, cuaca  masih kemarau.

”Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG), musim hujan baru turun pada akhir Oktober atau awal November. Jika perkiraan tersebut tepat, jalur pantura Rembang akan terbebas dari genangan air banjir,” kata Asisten II Sekda, Supraja SH.
Ia mengatakan bahwa kondisi tersebut berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

Dalam kurun waktu tiga tahun terakhir musim Lebaran, cuaca di wilayahnya berada pada musim hujan. Sejumlah titik rawan banjir di jalur pantura tergenang air. Meski kondisi itu tidak begitu membahayakan pemakai jalan, namun tetap menghambat arus mudik/balik.

Selain itu, genangan air semakin memperparah kerusakan jalan. Hampir di sepanjang jalur pantura, bahkan jalur alternatif, kondisi ruas jalannya banyak lubang. Arus lalu lintas cukup terganggu, sehingga menyusahkan banyak orang.

Banjir yang pernah menerjang jalur pantura ada di sejumlah daerah aliran sungai (DAS) di Rembang. Misalnya, berasal dari luapan beberapa sungai di wilayah Kecamatan Rembang, Lasem, Kragan, dan Sarang.

Sementara itu, perbaikan jalan Pati-Juwana saat ini terus dikebut pengerjaannya. Setelah rampung pembetonan pada sebagian ruasnya, kini giliran meninggikan bahu jalan kanan dan kiri. Hal tersebut untuk menghindari kemungkinan kendaraan terperosok karena permukaan jalan dengan bahunya cukup dalam. Karena itu, pada kawasan yang dinilai cukup padat kendaraan bahu jalan diutamakan untuk diratakan.

Di Rembang, pekerja masih terus mengejar perbaikan jalan pantai utara (pantura) Rembang. Sampai hari ke-12 puasa kemarin, pekerjaan perbaikan jalan pantura itu telah memasuki Desa Punjulharjo, Kecamatan Kota atau sekitar 10 kilometer dari pusat Kota Rembang.

Di jalur pantura itu, para pekerja melakukan pengerukan dan pemadatan bahu jalan sebelah utara dengan menggunakan begu dan sejumlah alat berat. Warno, salah satu pekerja mengatakan, hingga H-7 Lebaran mendatang diperkirakan pengerukan dan pemadatan bahu jalan itu baru bisa di selesaikan hingga memasuki Lasem.

”Setelah selesai sampai Lasem, kemungkinan pekerjaan jalan akan dihentikan sementara waktu, sembari libur Lebaran. Setelah selesai arus balik, pekerjaan akan dilanjutkan lagi hingga Sluke,” katanya, kemarin.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pembangunan Jalan Trengguli, Kudus, Pati pada Satuan Kerja Nonvertikal (SKNV) Tertentu Pembangunan Jalan Bina Marga Jateng, Tjahyo Eko Wibowo, tidak bisa memberikan jaminan perbaikan jalan Pati-Juwana rampung sebelum Lebaran.

Pasalnya, sebagian besar yang sudah selesai adalah pembetonan. Adapun pengaspalan jalan yang tidak dibeton banyak yang belum dilakukan dan baru tarap peninggian permukaan.

Sebagian ruas jalan tersebut yakni di Desa Widorokandang, Kecamatan Pati dan sebagian lagi di Desa Mintomulyo, Kecamatan Juwana, kondisinya masih belum permanen. Pemadatan dan peninggian jalan terlihat belum rampung dan terpaksa dilumuri aspal tipis menjelang Lebaran ini. “Memang masih banyak yang belum selesai, termasuk jalan yang tidak dibeton. Untuk pelayanan Lebaran dan sifatnya sementara kami lumuri aspal tipis dulu,” urainya.

Dengan begitu, lanjutnya, saat arus mudik dan balik, untuk sementara jalan bisa dimanfaatkan karena tidak berdebu dan bergelombang. Demikian pula dengan kawasan yang dibeton akan dikawal dengan rambu lalu lintas yang memberikan perhatian untuk lebih berhati-hati.(jl,H49,H19-79,76)
(/)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER