TAHUN pembuatan Masjid Nganguk Wali di Dukuh Nganguk, Desa Keramat, Kecamatan Kota Kudus bisa dilihat pada mustaka yang asli buatan wali.
Mustaka tersebut berupa kepala manusia menandakan angka satu, pandangan muka ke kiri dan kanan sama, menandakan angka empat.
Atas mustaka bentuknya bulan tengah berlubang menandakan nol. Mustaka dipandang dari muka belakang kiri dan kanan berlubang lima.
Jadi kesimpulannya, masjid tersebut didirikan pada tahun 1405 Saka atau tahun 1405 + 78 = 1483 Masehi sehingga kini telah berusia 524 tahun.
”Masjid ini dahulu memang sering sekali dipakai para wali untuk berdiskusi mengenai tauhid. Dan sampai sekarang, kebiasaan tersebut masih ada dan dilakukan para umat muslim,” ujar H Ridi Utomo, ketua pengelola masjid tersebut.
Di dalam ruangan masjid tersebut terdapat 16 sokoguru yang masih asli dan utuh yang merupakan rancangan Sunan Kudus.
Masjid Nganguk Wali sebenarnya sudah mengalami beberapa pemugaran ringan. Hal itu bisa dilihat dari tulisan huruf Arab dan Jawa pada blandarnya, pernah dipugar oleh Soemar Yasrup pada bulan Puasa tahun 1186 Hijriah, 242 tahun lalu.
Soemar Yasrup adalah putra dari Sunan Nyamplung, putra Sunan Kudus, yang menulis pada blandar ”Sholat Sacolo Saloho Dongo Sampurnyo”. Artinya, shalat seumpamanya punya doa yang sempurna.
Dan satu lagi, “Lenggahing Pangenan Tersetihing ngaji”. Artinya, mendudukkan diri di tempat yang benar untuk mengaji.
”Mungkin pesan yang tertulis di blandar tersebut menasihatkan kita untuk senantiasa shalat di tempat yang benar,” ungkapnya. (69) (
/)
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad