KUDUS - Hingga kemarin, rambu lalu lintas untuk jalur alternatif pantura timur belum dipasang karena masih menunggu perbaikan jalan di ruas itu.
Kasi Lalu Lintas dan Angkutan Jalan pada Dinas Perhubungan Kudus, Koesnaeni, kemarin mengemukakan, jumlah rambu-rambu yang akan dipasang di jalur alternatif 40 unit. ‘’Jumlah tersebut terdiri atas rambu permanen dan rambu portabel,’’ katanya.
Rambu portabel yang sudah siap dipasang 33 unit, sedang rambu lalu lintas yang tetap tujuh unit. ‘’Rambu tetap masih dipesan di Semarang,’’ ujarnya.
Dinas Perhubungan memang tidak akan terburu-buru memasang rambu lalu lintas pada jalur alternatif yang ada. Bila dipaksakan, sementara kondisi jalan belum siap, maka pihaknya khawatir akan dipersalahkan. ‘’Kami dapat disalahkan karena menganjurkan melewati jalan yang belum layak,’’ ujarnya. (H8-76)
Warga Tuntut Petinggi MundurJEPARA - Warga Teluk Wetan, Kecamatan Welahan, Jepara, melalui rembuk desa di balai desa Selasa (9/9) malam, menuntut Petinggi Teluk Wetan Kasmudi bin Suwarno (39) mundur dari jabatannya. Rembuk desa yang menghadirkan pengurus RT dan RW, tokoh masyarakat yang diketuai Ketua BPD H Masfuat menyepakati hasil rembuk desa itu dalam berita acara. “Ini hasil rembuk desa. Kami menyepakati menuntut petinggi sekarang mundur dan digantikan petinggi baru atau penjabat sementara,” tegas Masfuat, Kamis (11/9).
Keputusan rembuk desa itu berpijak pada perda pasal 33 dan 34 yang berbunyi apabila petinggi tersangkut perkara pidana dan dihukum lima tahun penjara diberhentikan sementara oleh bupati tanpa usulan dari BPD serta apabila petinggi tersangkut perkara pidana untuk diberhentikan.
Kapolres Jepara AKBP Edy Suryanto melalui Kasat Reskrim AKP Suyono mengungkapkan, perkara korupsi yang dilakukan tersangka Kasmudi sudah dilakukan penyidikan. (J4,kar-54)
Semen Gresik Ajukan Tambahan LokasiPATI- Untuk memenuhi ketentuan yang disyaratkan dalam pendirian pabrik semen, PT Semen Gresik Tbk, akhir Agustus lalu mengajukan tambahan izin lokasi. Sebab, ada perubahan rencana lokasi pendirian pabrik, dan pemanfaatan kawasan penambangan bahan baku.
Sehubungan hal tersebut, kata Asisten II Sekda Pati, Drs Dismon Hastiono MM, pihaknya mengundang pihak-pihak yang nanti wilayahnya akan terkena rencana lokasi tersebut. Hal itu tidak hanya kawasan lokasi penambangan bahan baku jenis kapur dan lempung, melainkan juga rencana lokasi jalan produksi. ‘’Akan tetapi, ke mana arah bergesernya rencana lokasi itu, kami tidak bisa mengungkapkan secara detail. Yang jelas, untuk kawasan penambangan bahan batu kapur ada kecenderungan lebih banyak memanfaatkan kawasan lahan milik Perhutani,’’ jelasnya.
Untuk penambangan bahan baku lempung, akan menghindari areal persawahan milik komunitas Sedulur Sikep. (ad-76)
BPOM Amankan Warga LasemREMBANG - Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Jawa Tengah (Jateng) meminta warga untuk hati-hati terhadap peredaran obat keras yang dijual bebas dengan harga murah. Pasalnya, obat keras yang dijual bebas dengan harga murah itu justru sangat membahayakan pemakainya.
Staf penyidik BPOM Jateng Eko Puncak S SH mengutarakan, obat keras yang dijual bebas dengan harga murah itu seringkali produk palsu ataupun produk lama yang dihapus tanggal kadaluwarsanya.
Dia mengatakan, peredaran obat keras yang dijual bebas tanpa resep itu sangat sulit dipantau. ‘’Peredaran obat itu bisa ada dimana saja. Dari kota besar hingga hingga kota kecil ,’’ katanya saat ditemui di Pengadilan Negeri (PN) Rembang, kemarin.
Dia menambahkan, pada April 2007 lalu, BPOM menangkap tangan Budiharjo Kromo warga Desa Karangturi, Kecamatan Lasem. Dari tangan tersangka, katanya, BPOM mengamankan tak kurang dari 2.000 dus obat keras dalam berbagai merek dan jenis yang hendak diedarkan secara bebas.
‘’Penangkapan warga Lasem ini menjadi salah satu bukti setidaknya menjadi salah satu bukti peredaran obat keras berbahaya sudah sangat meluas di kalangan masyarakat. (H19-36)
(
/)
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad