panel header


KEGEDHEN EMPYAK KURANG CAGAK
Banyak Pengeluaran, Kurang Penghasilan
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Wacana
09 September 2008
Surat Pembaca
Pelayanan Samsat 1 Semarang
Untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik di lingkungan pemerintah dan BUMN, Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara (PAN) telah melakukan penilaian beberapa instansi di lingkungan Pemprov Jateng yang dianggap ungguI. Salah satunya adalah di kantor Samsat Semarang.

M Sitorus, Asisten Deputi Pelayanan Publik Kementerian PAN menyatakan, penilaian dimaksudkan untuk mendorong peningkatan pelayanan publik bagi instansi pemerintah serta BUMN. Kualitas pelayanan publik dapat menjadi cermin SDM yang profesional, bahkan bisa menggendalikan citra kinerja aparatur di berbagai jenis pelayanan publik.

Saya beberapa hari lalu mengurus pajak kendaraan bermotor (PKB) sekaligus memperpanjang STNK di kantor Samsat wilayah I Semarang Pedurungan yang berada di kompleks RSJ Dr Amino Gondohutomo. Suasana asri tampak terasa. Terlihat dari banyaknya pepohonan rindang menghijau terawat baik.

Tukang parkir pun menyapa ramah, makin menambah yakin akan peningkatan pelayanan kantor ini. Polisi yang bertugas di bagian informasi serta petugas di lantai 2 juga lebih profesional. Tampak tidak banyak antrean yang berdiri serta waktu pemrosesan surat cukup cepat.

Tapi sayang saya dibuat kecewa saat mengurus esek-esek nomor mesin dan rangka motor. ”Aura’’ pungli tampak menonjol. Tidak ada kuitansi atau tanda terima dari ”ongkos jasa’’ esek-esek. Agar dapat murah harus pintar tawar menawar dengan petugas. Persis seperti beli sayuran di pasar krempyeng.

Formulir yang disediakan juga menjengkelkan. Harus menulis ulang identitas motor secara njlimetdi bawah terik matahari. Tidak ada ruang tunggu yang disediakan dengan kursi atau bangku yang memadai. Sebenarnya Samsat bisa menyediakan formulir khusus untuk esek-esek yang bisa di-print lewat data base yang sudah ada.

Proses akhir yaitu pengambilan STNK dan plat nomor kendaraan harus membayar Rp 5.00. Walau kecil nilainya tapi tanda terima pembayaran tidak diberikan. Masyarakat bisa beranggapan uang sebesar Rp 5.000/surat tidak masuk ke kas negara  tapi ke ”kas petugas” secara kolektif. Hal ini nyata bertentangan dengan Inpres No 5 tahun 2004 tentang percepatan pemberantasan korupsi yang di dalamnya mencakup pelayanan publik.

Wahid Romadlon
Jl Sekar Jagad II/17, Semarang

Ambeien Tanpa Operasi


Penderita ambeien yang telah menjalani operasi sering mengeluh karena penyakitnya ternyata setelah beberapa tahun, penyakitnya kambuh lagi. Untuk operasi ulang mereka umumnya trauma, bukan cuma karena faktor biaya tapi juga pengalaman merasakan sakit yang luar biasa pascaoperasi. Sebagai seorang dokter, saya memiliki solusi sederhana, setidaknya untuk mencegah terjadinya kekambuhan.

Caraanya yaitu dengan mengonsumsi secara rutin daun lidah buaya (aloe vera) yang telah diolah menjadi sejenis minuman segar dan sekarang banyak tersedia di swalayan. Bila sudah terlanjur kambuh, saya juga bersedia membantu dengan paket ramuan yang saya buat tanpa harus operasi. Bagi yang membutuhkan bisa hubungi saya.

Dr Hadi Wiyanto (08122886863)
Kalisegoro RT1/RW3
Gunungpati, Semarang

***
 
Pikat Kebumen

Pusat Informasi Kegiatan Agribisnis Terpadu (Pikat) Kabupaten Kebumen, dewasa ini sudah mulai dibongkar. Berbagai usulan kepada Pemkab sebagai pengelola, antara lain DHC Angkatan 45 Kebumen, sebagai lokasi untuk sebuah Taman Sarbini dengan sentra kios penjualan industri ciri khas daerah dan masih banyak lagi masukan yang lain.

Melalui Surat Pembaca ini saya ingin memberi masukan, alangkah baiknya kalau lokasi Pikat dapat diganti dengan gedung megah dan monumen patung Jenderal Sarbini di depannya. Sebaiknya gedung ini dinamakan Gedung/Taman Budaya Sarbini yang bisa juga  sebagai tempat pertemuan serba guna.

Seputar gedung selain untuk parkir, juga ada kios tempat sentra penjualan hasil kerajinan khas Kebumen, cinderamata, oleh-oleh khas Kebumen atau taman bunga yang diselingi tempat duduk santai dan teduh.

Dengan adanya bangunan ini sekaligus sebagai solusi mengatasi besarnya sewa gedung saat ini. Gedung seperti Setda, PKK, Depag, Benteng Van Der Wijck Gombong, Candi Sari Hotel Karanganyar yang sering dipakai untuk menyelenggarakan kegiatan pentas seni budaya khas Kebumen.

Kepada Dinas Pariwisata Seni dan Budaya Kabupaten Kebumen, mohon bisa mendukung bangkitnya seniman yang ingin bangkit dari keterpurukan beberapa tahun ini karena belum adanya wadah/tempat untuk berkiprah di tengah masyarakat. Sementara, setelah reorganisasi pengurus DKD belum juga menerima SK dari DKJT Jateng.

Ambijo (0287-385517)
Jl HM Sarbini 40, Kebumen

***

Pembacaan Teks Proklamasi

Setiap tanggal 17 Agustus, bangsa Indonesia yang diwakili pejabat pemerintah, kepala dinas/instansi negeri/swasta, sekolah, organisasi kemasyarakatan/parpol melaksanakan upacara peringatan HUT Kemerdekaan Indonesia. Dari seluruh rangkaian kegiatan upacara selalu dibacakan teks Proklamasi 17 Agustus 1945 oleh inspektur upacara.

Kebanyakan untuk menyebut tanggal pada teks Proklamasi, cenderung apa adanya dengan membaca : ”Jakarta hari 17 bulan delapan tahun 05’’. Manakah yang benar, penyebutan seperti itu atau dibaca :

”Jakarta tujuh belas Agustus seribu sembilan ratus empat puluh lima”?.
Atas inisiatif sendiri saya memiliki dokumen dalam bentuk CD sesuai dengan apa yang selalu ditayangkan oleh salah satu stasiun teve pada pukul 05.00. Yaitu suara Bung Karno yang diiringi instrumen lagu Indonesia Raya dengan mengucapkan :”Jakarta tujuh belas Agustus seribu sembilan ratus empat puluh lima”.

Meski pada saat Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 dilengkapi dengan pidato, sudah saatnya kita mengetahui bagaimana membaca tanggal yang benar. Tanggapan para ahli sejarah atau para saksi pada waktu itu sangat mendukung untuk kejelasannya.

M Bachrun BSc
Jl Kalipucung 7 Sukorejo, Kendal

***

Berikan Terjemahan

Di berbagai surat kabar sering termuat tulisan para intelektual yang terperinci mengenai berbagai hal seperti politik, ekonomi, sosial, budaya dan keamanan. Namun di tulisan tersebut sering termuat kata-kata asing yang tidak dimengerti oleh pembacanya. Padahal penggemar surat kabar berasal dari berbagai kalangan yang tingkat pengetahuannnya berbeda.

Akibatnya sering ada kata-kata yang tidak mereka mengerti artinya seperti empirik, obsi, ambigu, rafinasi, digital, analog, kredible, hedonisme, futuristik, anomali, volatilitas dan lainnya. Alangkah baiknya kalau di belakang kata-kata ”asing” tersebut ditulis juga terjemahannya. Dengan demikian makna tulisan tersebut dapat dipahami sekaligus mendidik pembaca.

Memang pengaruh tulisan itu bisa menyenangkan, membuat orang tertawa, menyedihkan, teringat masa lalu, memperingatkan untuk bersikap hati-hati, introspeksi (mawas diri) sebelum bertindak dan lainnya hingga  para pembaca menambah kognitif (pengetahuan) yang lebih banyak dan lebih luas.

Moeljono HP
Jl Banteng Utara VII/1, Semarang
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER