panel header


OJO ADIGANG, ADIGUNG, ADIGUNA
Jangan Sok Kuasa, Sok Besar, Sok Sakti
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Suara Kedu
21 Juni 2008
Bibit Mahal, Petani Kembangkan Biji Bawang Merah
YOGYAKARTA - Dalam kondisi tertentu, seringkali muncul gagasan baru. Seperti halnya petani lahan pasir di Pantai Samas, Bantul, Yogyakarta. 

Kesulitan memperoleh bibit bawang merah karena harganya mahal membuat mereka lantas melakukan pembibitan di lahan masing-masing. Hasilnya cukup menggembirakan, biji bawang merah dapat tumbuh subur dan siap ditanam.

Salah seorang petani lahan pasir, Sugeng mengungkapkan, harga bibit bawang merah saat ini sekitar Rp 25.000/kg dan dapat mencapai Rp 30.000/kg menjelang musim tanam.

Para petani keberatan karena untuk sekali tanam mereka memerlukan jumlah cukup banyak sehingga uang yang dikeluarkan juga bertambah. Akhirnya mereka berinisiatif mencoba melakukan pembibitan sendiri dari biji bawang merah.

’’Untuk satu kg biji harganya Rp 100.000 dan hasilnya sekian banyak ini ada ribuan yang jadi dan setelah umur tertentu dipisah-pisahkan agar siap tanam,’’ ujarnya sambil menyirami bibit yang baru tumbuh sekitar 10 cm.

Baru kali ini dia mencoba mengembangkan bibit sendiri dan ternyata berhasil baik. Sejumlah petani yang melakukan hal sama juga berhasil. Kendati lahan di sana pasir dan gersang tapi penduduk berhasil memanfaatkannya menjadi lahan subur dan ijo royo-royo. Campuran tanah dan pupuk kandang atau kompos serta cukup air membuat pasir mudah ditanami.

’’Pasir kita campur dengan tanah atau tanpa campuran juga bisa namun diberi pupuk kandang agak banyak. Hasilnya nanti pasti bagus,’’ imbuhnya. Mereka hanya sesekali menggunakan pupuk buatan dan sebagian besar memanfaatkan tlethong sapi, kompos.

Sementara itu, petani di Sleman resah karena beredar kabar ada pupuk palsu di pasaran. Salah seorang anggota Komisi D DPRD Sleman, Riyanto Kuncoro, mengakui memang ada indikasi peredaran pupuk palsu beberapa waktu terakhir ini. Pihaknya masih terus memantau di lapangan mengenai kebenaran kabar tersebut.

’’Petani harus waspada dan kalau menemukan pupuk yang menurut penilaian mereka mencurigakan, tidak layak atau tidak sama seperti biasanya, lebih baik lapor ke instansi terkait,’’ jelasnya. (D19-70)

Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER