panel header


MANGAN ORA MANGAN NGUMPUL
Tetap Bersatu Meski Dalam Kemiskinan
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Teknologi
09 Mei 2008
Kompor Induksi Lebih Irit dan Praktis?
Senang memasak menggunakan perkakas listrik? Alat-alat rumah tangga seperti rice cooker, kompor listrik, coffee maker, atau microwave memang membuat kegiatan kuliner menjadi lebih praktis. Sayangnya rakus daya listrik. Jika  terlampau sering digunakan, tagihan listrik membengkak.

Jika demikian masalahnya, maka kompor induksi tampaknya bisa dijadikan alternatif. Piranti ini lebih hemat energi. Untuk merebus dua liter air hingga matang misalnya hanya dibutuhkan daya sekitar 0,2 kWH. Dengan tarif dasar listrik Rp 492 per kWH, biayanya hanya seratus rupiah. Benar-benar ekonomis.
Kompor induksi bersifat hemat listrik karena tingkat efisiensinya tinggi, yakni mencapai 85%. Dengan kata lain hanya 15% energi listrik yang terbuang. Bandingkan dengan efisiensi kompor listrik "konvensional" yang hanya 47%. Berarti lebih dari separuh energinya menguap.  Adapun tingkat efisiensi kompor gas berkisar 65%.

Kompor listrik konvensional menggunakan hambatan listrik berupa filamen untuk menciptakan panas, kemudian disalurkan ke elemen pemanas. Dari pemanas disalurkan kembali ke panci atau wajan yang digunakan untuk memasak. Panjangnya "jalur distribusi" membuat banyak panas yang terbuang.

Kompor Tetap Dingin

Adapun pada kompor induksi, energi listrik digunakan untuk menciptakan medan magnet, yang menginduksi wajan atau panci. Akibat induksi magnetik, molekul saling bertabrakan pada frekuensi tinggi. Friksi antarmolekul ini menciptakan panas secara cepat.

Di sini terlihat panci atau wajan itu sendiri yang berfungsi sebagai elemen pemanas. Ini lebih efisien karena memintas jalur perpindahan energi. Keunggulan lain, permukaan kompor tetap dingin saat digunakan. Yang memanas hanya wajan atau panci yang digunakan untuk memasak. Lebih aman, karena itu memperkecil risiko luka bakar akibat keteledoran pemakaian.
Berapa catu daya yang dibutuhkan? Relatif tinggi; bisa mencapai 1.700 watt. Namun itu bisa diatur hingga batas minimal 200 watt; meski durasi memasak menjadi lebih lama.

Sayangnya tak sembarang panci bisa digunakan. Perkakas dari aluminium, stainless steel, atau tembaga tak bereaksi terhadap medan magnet sehingga mesti dipensiunkan bila memutuskan beralih ke kompor teknologi baru ini. Biasanya kompor induksi dijual satu paket dengan wajan atau panci yang bersifat "ferromagnetik" seperti baja, besi, atau logam lain.

Meskipun demikian, jangan buru-buru membuang perkakas bekas. Bisa jadi panci lama masih berguna. Untuk mengujinya, dekatkan sebatang magnet pada panci. Jika menempel, berarti bisa digunakan pada kompor induksi meski efisiensinya mungkin lebih kecil.

Isu Kesehatan

Kompor induksi sebenarnya bukan teknologi baru. Departemen Riset milik Center of Westinghouse Electric Corporation Amerika Serikat mulai membuatnya sejak 1970-an. Tahun 1971, produk ini mulai dipasarkan, namun tak mendapat sambutan dari konsumen sehingga berhenti produksi pada tahun 1973.

Kini produsen baru bermunculan. Kebanyakan pemilik brand kuat asal Jerman seperti AEG, Bosch, Miele, Schott AG, dan Siemens. Pemain lain adalah Elektrolux (Swedia) dan Smeg (Italia). Namun pasar dikuasai produsen Taiwan dan Jepang karena modelnya lebih variatif (satu produsen bisa memproduksi 36 model) serta harga lebih murah.

Sayang, meski pun hemat listrik, harga kompor induksi relatif mahal. Sebuah gerai di sebuah mal dekat Tugu Muda Semarang menjual 7-8 juta rupiah. Teramat mahal hanya untuk sebuah kompor.

Situs lelang Ebay menawarkan harga jauh lebih murah, berkisar 50 - 300 dollar AS. Tergantung jenis atau tipenya. Yang berbentuk kompor cenderung murah (tidak termasuk panci).  Maksimum150 dollar Amerika (sekitar 1,3 juta rupiah). Model penanak nasi (rice cooker) relatif mahal, di atas 150 dollar AS. Ada juga model lain seperti pemanggang roti atau pembakar sate. Beberapa toko online "lokal" menawarkan kompor jenis ini dengan harga di bawah 500 ribu rupiah.
Sebagaimana halnya teknologi modern lain, kompor induksi juga memicu isu kesehatan. Banyak pengguna khawatir radiasi dari gelombang elektromagnetik berdampak pada kesehatan. Jika tubuh terlampau sering terkena radiasi gelombang tinggi, kekebalan tubuh menurun.

Dampak gelombang elektromagnetik terhadap kesehatan masih menjadi perdebatan. Beberapa piranti yang memancarkan radiasi elektromagnetik seperti telepon seluler, microwave, dan komputer dicurigai. Beberapa penelitian ilmiah di Eropa membuktikan, pemakaian alat tersebut dalam jangka waktu lama bisa menyebabkan penurunan sistem kekebalan tubuh, memicu kanker, merusak sistem syaraf dan otak, keracunan, serta penyakit jantung.

Namun tampaknya tak mengurangi minat masyarakat menggunakan.
Apalagi aktivitas keseharian manusia nyaris mustahil lepas dari alat  ini. Dari perkakas sederhana seperti kipas angin, alat elektronik seperti tape, radio, televisi, hingga kereta api magnet (Maglev).

Sebuah situs kesehatan menyarankan jarak ideal dengan kompor setidaknya 30 centimeter. Itu saran yang tak gampang dipatuhi. Tentu repot memasak dari jarak sejauh itu. Wanita hamil juga dianjurkan tak menggunakan kompor jenis ini. Meskipun masih sumir, larangan itu tentu tak boleh diabaikan begitu saja. (Joko, dari berbagai sumber-80) 

Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER