WIRADESA - Akibat nekat merampok toko, Retno (19) ditangkap. Polisi menangkap gadis remaja itu yang dalam aksinya menggunakan sabit.
Dua tersangka yang diduga merupakan otak dan merencanakan perampokan itu masih buron dan dalam pengejaran polisi. Dari data yang berhasil dihimpun menyebutkan, perampokan itu direncanakan dua laki-laki yang masih buron lengkap dengan toko yang sudah diincar. Namun karena toko itu ramai, sasaran dialihkan ke toko milik Iin Risanti (27), baru-baru ini.
Kedua laki-laki yang mukanya sudah dilumuri oli itu meminta pada Retno yang mukanya sudah dilumuri oli dan memakai helm untuk pura-pura telepon di toko yang diincar. Rencananya saat telepon itulah kedua laki-laki itu masuk dan mengambil barang-barang.
Namun beberapa lama remaja itu sudah telepon namun kedua temannya tak juga masuk hingga pemilik toko menagih uang telepon. Khawatir ketahuan pemilik toko yang sudah dikenalnya, Retno mengambil sabit yang ada di dalam tas dan mengancam agar tak berteriak. Namun pemlik toko melawan terjadilah saling rebut sabit. Namun Retno berhasil menendang Iin hingga jatuh dan kemudian mengikat tanganya dan menutup mulut korban dengan sobekan kain.
Tidak lama kedua laki-laki itu masuk dan mengambil berbagai barang yang ada di toko. Kedua laki-laki itu kemudian keluar untuk mengambil motor. Saat menunggu kedua temannya, tiba-tiba ada salah seorang pembeli yaitu Duladi (50) yang mencari pemilik toko. Saat tersangka menemui pembeli tiba-tiba, pemilik toko berteriak, ’’Pak kuwi maling! (Pak itu pencuri-Red) ’’. Gadis remaja itu pun mengeluarkan sabitnya namun pembeli itu tak gentar dan terjadilah perkelahian yang kemudian dimenangkan oleh Duladi.
Petugas yang sedang patroli di sekitar itu segera meringkus tersangka.
Kapolres Pekalongan AKP Aan Suhanan melalui Kapolsek Wiradesa AKP Masyhudi menjelaskan, pihaknya telah mengantongi nama kedua tersangka dan minta mereka agar menyerahkan diri.
Preventif
Untuk kenyamanan dan keamanan warga, polisi juga berpatroli di berbagai wilayah baik di sepanjang jalur Pantura, Kedungwuni dan daerah lain khususnya di hari Jumat saat umat Islam menunaikan shalat jumat. ’’Kami tidak hanya patroli namun juga melakukan upaya preventif dengan melakukan pembinaan dan berkoordinasi dengan mengefektifkan Polisi Masuarakat (Polmas),’’ papar Kapolres.
Mashudi menambahkan, berkat upaya preventif itu, pembobolan di Wiradesa bisa dicegah. Selain tersangka polisi mengamankan barang bukti berupa uang tunai Rp 291 ribu, 75 bungkus rokok berbagai merek, 62 sachet kopi susu berbagai merk, permen, beberapa kaleng softdrink, sebuah sabit dan tali rafia ,serta sobekan kain yang digunakan menutupi mulut korban.(G16-17)
(
/)
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad