panel header


ALON ALON WATON KELAKON
Pelan Pelan Saja Asal Berhasil
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Wacana
10 April 2008
Surat Pembaca
Awas, Revlon Palsu
Pada 22 Maret 2008 sore saya didatangi dua sales yang menawarkan produk kosmetik ”Revlon”. Dia menawarkan berbagai macam produk Revlon yang baru karena sedang ada promosi diskon 15%. (Cream mata, lipstik dan bedak compact) namun awalnya selalu saya tolak. Rupanya dia makin gencar menawarkan  sehingga saya terpaksa membeli lipstiknya.

Perjanjiannya, bila tidak cocok dapat ditukarkan di Super Market ”Luwes” di Ungaran. Setelah saya pakai terjadi iritasi di bibir dan kering. Kemudian saya teliti di label kemasan ternyata produk tersebut palsu hingga  esoknya saya tukarkan di Supermarket ”Luwes”. Ternyata di sana tidak tersedia counter ”Revlon” dan katanya sudah banyak orang yang komplain.

Saya imbau kepada para ibu waspada dan tidak mudah percaya kepada sales promosi yang menawarkan segala macam produk melalui rumah ke rumah dalam bentuk apa pun. Karena penipuan dan pemalsuan kini kian marak dan dilakukan dengan berbagai cara. Bagaimana langkah selanjutnya terharap produk Revlon yang dipalsukan, silakan rnenindaklanjuti.

Ir Farida Sulma
Jl Parasamya VI/F.53 Perumda Gedanganak, Ungaran

Pemkot Pekalongan soal Mohon Dana


Berkaitan tulisan saya tentang pelayanan Pemkot Pekalongan atas permohonan dana yang disampaikan  istri saya selaku ketua Muslimat Hidayatullah dan dimuat di Surat Pembaca 29 Februari 2008, saya hanya menyampaikan saran, usulan dan kritik demi kebaikan semua. Apalagi hidup di alam demokrasi, penyampaian aspirasi merupakan bagian dari proses pembangunan bangsa dan negara.

Saya menyampaikan terima kasih kepada Bapak Wali Kota dan Bagian Kesra Pemkot Pekalongan atas penjelasan dan keterangannya berkaitan dengan surat perrnohonan dana tersebut. Mohon maaf bila tidak berkenan menerima atau menyinggung perasaan Bapak, juga kepada semua pihak yang merasa terganggu dengan surat tersebut.

Suprayitno
Kandang Panjang Gg X/11, Pekalongan

***

Ijazah dan BPKB Ditahan Perusahaan

Tanggal 3 Juli 2006, saya resmi menjadi karyawan PT Gedong Jembar Jl AR Hakim 134, Tegal) dengan masa kontrak kerja satu tahun sebagai surveyor kredit motor. Kontrak kerja selesai tanggal 2 Juli 2007. Karena saya dianggap mampu bekerja dengan baik maka kontrak kerja diperpanjang.

Namun karena kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan sebagai tenaga lapangan maka saya mengundurkan diri pada tanggal 18 Oktober 2007 (saat itu saya sakit). Karena perusahaan mewajibkan karyawan menjaminkan ijazah S1 dan BPKB motornya, maka saya pun menjaminkannya.

Tapi anehnya ketika 6 bulan sudah tidak lagi menjadi karyawan, kini saya kesulitan mengambil ijazah dan BPKB. Bahkan jika akan mengambil saya diharuskan membayar uang Rp 1,5 juta. Fantastis, untuk ukuran saya yang kini sedang menganggur. Padahal selama bekerja saya tidak pernah memakai uang atau  menggelapkan aset perusahaan.

Saya orang kecil dan lemah, kepada siapa harus mohon bantuan apalagi menghadapi birokrasi PT Gedong Jembar yang arogan. Saya membutuhkan bantuan baik perorangan maupun instansi dan kepada Depnaker saya mengharap bisa membantu menyelesaikan masalah ini. Sampai saat ini pun pesangon dan gaji  belum/tidak diberikan. Saya tidak menuntut, hanya meminta ijazah dan BPKB kembali.

Badrul Imtihan SPd.I (081`542987001)
Baleraksa RT 1/RW 4
Karangmoncol, Purbalingga

***

L’oreal di Carrefour

Tanggal 18 Maret 2008 siang saya ke konter kosmetik L’oreal di Carrefour Semarang untuk membeli Facial Foam. Karena tidak tahu, saya tanya dan SPG menjelaskan bahwa facial foam ada 3 jenis whitening, revitalift, dan hydrafresh.
Karena membeli barang itu untuk orang lain, saya harus konfirmasi dulu.

Sorenya saya datangi lagi dan membeli 2 tube facial foam jenis whitening. Setelah saya serahkan ke pemesannya ternyata salah karena yang dimaksud adalah facial foamnya adalah white perfect facial foam, sedang yang sali beli white perfect facial scrub foam.

Keesokharinya saya kembali ke konter L’oreal untuk menukar dengan white perfect facial foam yang tanpa Scrub. Petugas menolak dengan alasan struk pembelian tidak ada walau pun saya menunjukkan struk Kartu Belanja Carrefour yang saya pakai untuk pembayaran.

Tidak soal pihak Carrefour tidak mau menukar barang yang salah beli, tapi yang bermasalah untuk saya adalah penipuan informasi tentang produk L’oreal. Ternyata setelah saya tanyakan ke SPG yang bertugas tanggal 19 Maret 2008, untuk produk facial foam ada 5 jenis bukan 3 jenis seperti yang informasi dari SPG sebelumnya.

Ke-5 produk facial foam adalah: revitalift, hydrafresh, white ferfect scrub, white perfect dan puze zone facial foam. Bagaimana tanggapan orang L’oreal seandainya mengalami penipuan informasi seperti itu atau malah suka karena barang bisa terjual (barang yang seharusnya saya beli ternyata stoknya tidak ada) sambil berkata dalam hati: ‘’ Kasihan deh lu’’.

Bambang Iswanto (0811270786)
Jl Selomas Timur 495, Semarang

***

Diselesaikan BII

Menindaklanjuti feedback yang disampaikan Bapak Marvin LH Sitorus 29 Maret 2008 di Surat Pembaca berjudul ‘’Kartu Kredit BII’’, kami memahami ketidaknyamanan beliau. Kami telah menghubungi dan menyelesaikan permasalahan beliau dengan melakukan penyesuaian limit. Terima kasih atas masukannya untuk meningkatkan kualitas pelayanan di masa mendatang.

Esti Nugraheni (Kadiv Komunikasi)
PT Bank Internasional Indonesia Tbk

***

Tanggapan ACC Finance

Menanggapi tulisan Bapak Sulaman berjudul ”Untuk ACC Finance” yang dimuat di Surat Pembaca 5 April 2008, kami jelaskan bahwa BPKB yang dimaksud sudah beliau terima pada tanggal 19 Maret 2008. Jadi saat tulisan tersebut dimuat sebenarnya masalahnya sudah selesai.

Adapun proses pengambilan BPKB yang dirasakan lama karena harus melampirkan beberapa dokumen pendukung. Hal in sebenarnya untuk melindungi pelanggan dari kemungkinan tuntutan hukum dikemudian hari mengingat pemilik kontrak pembiayaan sudah meninggal.

Danang B Setiawan
Service Head ACC Semarang

***

Soal Kades Minta Maaf

Saya membaca harian ini beberapa waktu lalu, merasa heran terhadap Kades Keteleng Kecamatan Blado,  Batang yang ikut demo menuntut HGU (Hak Guna Tanah) atas PT Pagilaran dicabut, kok minta maaf pada atasannya. Yang saya tanyakan, apakah minta maaf dari hati nurani sendiri atau ada tekanan dari atasan. Pak Kades, demokrasi perlu ditumbuhkan dan itu hak setiap individu.

Bapak juga tahu ada kades se-Jawa Bali demo ke Jakarta minta diberi gaji yang sudah terealisasi. Sekdes dan perangkat desa demo juga nggak apa-apa asal santun dan tidak anarkis.  Minta petunjuk adalah budaya Pak Harmoko di zaman Orde Baru. Bila caranya begitu, berarti mengajak rakyat kembali ke zaman Orde Baru. Mari maju bersama tegakkan demokrasi.

Soeroto (085226941444)
Kajen RT 7/RW 3 Kajen, Pekalongan

Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER