panel header


MANGAN ORA MANGAN NGUMPUL
Tetap Bersatu Meski Dalam Kemiskinan
panel menu
panel news ticker
Kanal Sehat -- Empat Manfaat Kasih Ibu bagi Kesehatan Anak Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Kesehatan
06 Maret 2008
INFO MEDIKA
Kecapaian, Silakan Berolahraga Ringan
ANDA mudah lelah? Silakan berolahraga ringan. Berolahraga ringan secara teratur mampu memompa energi hingga 20 persen dan mengurangi keletihan hingga 65 persen, demikian hasil temuan tim peneliti dari Universitas Georgia.

"Kita sering mengira bahwa berolahraga sesaat justru membuat kita semakin lelah, terutama saat merasa kecapaian," kata Tim Puetz yang ikut dalam studi ini. Padahal, kami telah membuktikan bahwa berolahraga ringan secara teratur dapat membuat kita lebih lama merasa berenergi.
Dalam penelitian ini Puetz dan teman-temannya yang dipimpin oleh Patrick O’Connor melibatkan 36 orang yang tidak melakukan olahraga secara teratur dan selalu merasa kelelahan. Mereka dibagi menjadi tiga kelompok. Kelompok pertama melakukan olahraga naik sepeda selama 20 menit tiga kali seminggu. Kelompok kedua melakukan hal yang sama namun dengan lebih banyak istirahat, sedangkan kelompok ketiga tidak berolahraga sama sekali.

Kelompok pertama dan kedua mengalami peningkatan energi 20 persen lebih banyak dari yang tidak berolahraga sama sekali (kelompok tiga). 
Yang mengejutkan, mereka yang berolahraga ringan justru dilaporkan rasa lelahnya berkurang lebih banyak dibanding mereka yang berolahraga berat.
"Bagi orang telah kelelahan melakukan olahraga ringan justru menghasilkan lebih banyak kemajuan daripada melakukan olahraga berat,"  kata O’Connor.

"Banyak orang bekerja terlalu keras dan kurang tidur," katanya. "Dan olahraga adalah cara untuk membuat mereka lebih berenergi. Cara ini didasari oleh hasil penelitian ilmiah dan lebih manjur dibandingkan harus mengonsumsi kafein atau minuman energi."
 ***

Alkohol Tak Hilangkan Rasa Sedih

SELAMA ini banyak orang percaya, alkohol dapat membantu seseorang melupakan kepedihan dan kesedihan yang dirasakan. Namun sebuah studi di Jepang membuktikan, minuman keras justru memperpanjang ingatan akan kesengsaraan yang dirasakan.

Para peneliti di Universitas Tokyo menyimpulkan, ethanol -- zat memabukkan dalam alkohol-- tidak menyebabkan daya ingat menurun, namun sebaliknya justru mengekalkannya. Dalam studi ini para peneliti yang dipimpin oleh profesor farmakologi Norio Matsuki, memberikan kejutan pada tikus, sehingga mereka ketakutan dan tertekan. Tikus-tikus tersebut lalu diambil dari kandangnya untuk kemudian disuntik dengan ethanol atau saline.

Hasilnya tikus yang mendapat alkohol mengalami stres dua minggu lebih lama dari tikus yang tidak disuntik. "Jika studi ini kita terapkan pada manusia, maka daya ingat akan kesengsaraan yang berusaha mereka hilangkan dengan alkohol justru akan semakin lama bercokol di dalam otak mereka," kata peneliti.

Matsuki mengatakan temuan ini bisa menjadi peringatan bagi mereka yang hidup dengan kenangan buruk.  Menurutnya, cara terbaik untuk melupakan sesuatu yang tidak disukai adalah dengan menuliskan kenangan buruk tersebut, dan bukan dengan mengonsumsi minuman keras. Studi ini dipublikasikan dalam jurnal akademik Amerika Serikat Neuropsychopharmacology.

***
Musik Bantu Sembuhkan Stroke

MUSIK ternyata manjur untuk mengobati stroke. Sebuah penelitian yang dilakukan Universitas Helsinki menyatakan mendengarkan musik pop, klasik ataupun jazz mendukung kesembuhan dan mencegah kelumpuhan pada pasien stroke, seperti dikutip dari BBC, belum lama ini.

Riset yang dipimpin Teppo Sarkamo ini menguji pasien stroke yang diminta mendengarkan musik selama dua jam setiap harinya. Hasilnya, memori verbal dan rentang perhatian pasien membaik secara signifikan dibandingkan mereka yang tidak mendapat stimulasi musik atau hanya mendengarkan cerita yang dibacakan dengan keras. Pasien yang rutin mendengarkan musik juga mengalami penurunan depresi dibanding mereka yang tidak mendengarkan musik.

Tercatat, sejak tiga bulan setelah serangan stroke, memori verbal meningkat sebanyak 60 persen pada para pendengar musik, 18 persen pada pendengar buku audio dan 29 persen pada mereka yang sama sekali tak mendengarkan apa-apa. Musik boleh jadi dalam beberapa hal bisa menggerakkan lebih banyak lagi mekanisme umum yang memperbaiki dan memperbaharui jaringan syaraf otak pascaserangan stroke.

Untuk memahami hal ini akan dilakukan pengkajian lebih lanjut, meski bisa diyakini musik memang terbukti bisa memberikan perawatan tambahan yang mudah dan murah untuk pasien stroke. "Ini bisa dipandang sebagai pengkajian percontohan. Ini adalah awal yang menjanjikan," jelas Sarkamo yang memperingatkan terapi mendengarkan musik belum tentu berhasil pada semua korban stroke.

Stroke, yang terjadi saat aliran darah ke otak tersumbat, dapat mematikan jaringan otak dan merupakan salah satu penyebab utama kematian dan cacat tetap. Pengobatan stroke bisa meliputi obat pengencer darah dan daya upaya untuk merendahkan kolesterol. (Acik -13)

Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER