panel header


MANGAN ORA MANGAN NGUMPUL
Tetap Bersatu Meski Dalam Kemiskinan
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Ekonomi & Bisnis
26 Februari 2008
BRI Akan Ambilalih BTN
JAKARTA- Pemerintah dalam hal ini Menneg BUMN Sofyan Djalil lebih memilih opsi Bank Tabungan Negara (BTN) diambil alih oleh Bank Rakyat Indonesia (BRI) ketimbang melakukan IPO (Initial Public Offering) atau pelepasan saham perdana.

Jika BTN diambil alih BRI, maka permasalahan kesenjangan pembiayaan yang selama ini mendera BTN akan terselesaikan.

”Opsi IPO hanya euforior saja dibandingkan kalau dia diambil BRI, kenapa BRI? Karena BRI dan BTN bisa menciptakan sinergi yang baik dengan jaringan yang besar,” ujar Menneg BUMN Sofyan Djalil dalam rapat kerja dengan Komisi V di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (25/2).

Sofyan menambahkan jika BTN diakusisi oleh BRI, ongkos biaya untuk meminjam kredit dari BTN akan menjadi lebih murah karena BRI sudah memiliki cabang dan jaringan yang luas. ”Mekipun di-take over nantinya, BTN tidak boleh berubah khitah-nya sama sekali, yaitu bank yang fokus pada perumahan,” ujarnya.

Sofyan mengatakan pemerintah nanti akan menetapkan golden share jika BTN diambil alih oleh BRI sehingga BTN tidak mengalami perubahan dari yang selama ini. ”Jadi golden share  itu yang mengatur,” ujarnya.

Golden share yang dimaksud adalah meskipun saham yang dimiliki pemerintah tinggal 0,01 persen saham namun memiliki wewenang untuk mengatur bahwa BTN tidak boleh mengalami perubahan peran dari sebelumnya.

Sektor Perumahan

Jika BTN melakukan IPO, maka penyelesaian kesenjangan pembiayaan belum tentu akan teratasi. Tapi dengan pengambilalihan, lanjutnya, BTN akan menjadi anak perusahaan BRI, dan akan terbantu dalam hal kesenjangan pembiayaan.
Ditempat yang sama, Menteri Negara Perumahan Rakyat (Menpera) Yusuf Asy’ari mengusulkan agar BTN menjadi policy bank (bank khusus) di sektor perumahan.

Menurutnya, peran BTN sebagai bank yang mengkhususkan diri pada pembiayaan perumahan bersubsidi sangatlah signifikan. ”Meskipun kita belum punya policy bank yang dapat mengatur keseluruhan pembiayan perumahan, akan tetapi posisi BTN sangat strategis,” kata Menpera.

Yusuf mengatakan saat ini isu pokok bagi kementerian negara perumahan rakyat bukanlah mengenai akuisisi BTN tapi bagaimana memperkuat modal BTN sehingga bank ini dapat melaksanakan tugasnya dengan baik. (bn-59)

Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER