panel header


OJO ADIGANG, ADIGUNG, ADIGUNA
Jangan Sok Kuasa, Sok Besar, Sok Sakti
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
home > Bicara Fakta
13 Juli 2014 | 11:36 wib
Kemelut Panjang Jalur Gaza Belum Usai
image


GEMPURAN pesawat tanpa awak ke Jalur Gaza, Palestina, sejak Selasa (8/7) kemarin merebek kekhusukan warga Palestina yang tengah melalukan ibadah puasa. Ini adalah serangan ke sekian sepanjang sejara perang Gaza.

Di sini, terdapat 1,8 juta warga keturunan Arab yang kerap disasar kemarahan Israel demi ambisi memperluas wilayahnya.

Gempuran udara tanpa ampun ini Israel ini mereka sebut sebagai Operation Protective Edge.

Hari Selasa pekan lalu itu sebanyak tujuh warga sipil Palestina tewas dalam serangan-udara di Kota Khan Younis, bagian selatan Jalur Gaza, Palestina. Tercatat warga sipil tiga perempuan dan empat anak kecil, meninggal akibat serangan-udara gencar Israel terhadap tiga rumah di kota kecil tersebut.

Sampai Sabtu (12/7) tercatat 127 waga sipil tewas, menyusul gempuran bertebi tanpa henti. Korban jiwa Palestina dalam Operation Protective Edge Israel itu, yang dimulai pada Selasa (8/7), telah bertambah jadi 68 dan lebih dari 400 orang lagi cedera.

Dirampas

Jalur Gaza acap kali dirampas oleh Israel dari Palestina. Kawasan ini terletak di pantai timur Laut Tengah, berbatasan dengan Mesir di sebelah barat daya (11 km), dan Israel di sebelah timur dan utara (51 km (32 mil).

Panjang sekitar 41 kilometer (25 mil) dan lebar antara 6 sampai 12 kilometers (3,7 hingga 7,5 mil), Jalur Gaza memiliki luas total 365 kilometer persegi (141 mil²). Populasi di Jalur Gaza berjumlah sekitar 1,7 juta jiwa.

Mayoritas penduduknya besar dan lahir di Jalur Gaza, selebihnya merupakan pengungsi Palestina yang melarikan diri ke Gaza setelah meletusnya Perang Arab-Israel 1948. Populasi di Jalur Gaza didominasi oleh Muslim Sunni.

Tingkat pertumbuhan penduduknya pertahun mencapai angka 3,2 persen. Hal ini menjadikannya sebagai wilayah dengan laju pertumbuhan penduduk tertinggi ke tujuh di dunia.

Jalur Gaza memperoleh batas-batasnya saat ini pada akhir perang tahun 1948, yang ditetapkan melalui Perjanjian Gencatan Senjata Israel-Mesir pada 24 Februari 1949. Pasal V dari perjanjian ini menyatakan bahwa garis demarkasi di Jalur Gaza bukanlah merupakan perbatasan internasional. Jalur Gaza selanjutnya diduduki Mesir.

Pada awalnya, Jalur Gaza secara resmi dikelola oleh Pemerintahan Seluruh Palestina, yang didirikan oleh Liga Arab pada bulan September 1948.

Sejak pembubaran Pemerintahan Seluruh Palestina pada tahun 1959 hingga 1967, Jalur Gaza secara langsung dikelola oleh seorang gubernur militer Mesir.

Israel merebut dan menduduki Jalur Gaza dalam Perang Enam Hari pada tahun 1967. Berdasarkan Persetujuan Damai Oslo yang disahkan pada tahun 1993, Otoritas Palestina ditetapkan sebagai badan administratif yang mengelola pusat kependudukan Palestina. Israel mempertahankan kontrolnya terhadap Jalur Gaza di wilayah udara, wilayah perairan, dan lintas perbatasan darat dengan Mesir. Israel secara sepihak menarik diri dari Jalur Gaza pada tahun 2005.

Jalur Gaza merupakan bagian dari teritori Palestina. Sejak Juli 2007, setelah pemilihan umum legislatif Palestina 2006 dan setelah Pertempuran Gaza, Hamas menjadi penguasa de facto di Jalur Gaza, yang kemudian membentuk Pemerintahan Hamas di Gaza.

Batas wilayah

Sementara itu, Palestina adalah sebuah wilayah di Timur Tengah antara Laut Tengah dan Sungai Yordan. Nama "Palestina" digunakan oleh penulis-penulis Yunani Kuno, dan kemudian digunakan untuk provinsi Romawi Syria Palaestina, provinsi Romawi Timur Palaestina Prima dan provinsi Umayyah dan Abbasiyah Jund Filastin.

Wilayah ini juga dikenal sebagai Tanah Israel, Tanah Suci, Levant Selatan, Cisjordan, dan secara historis dikenal dengan nama-nama lainnya seperti Kanaan, Suriah Selatan dan Kerajaan Yerusalem.

Terletak di lokasi yang strategis, di antara Mesir, Suriah dan Jazirah Arab, dan tempar lahirnya Agama Yahudi dan Kekristenan, wilayah ini mempunyai sejarah yang panjang dan riuh sebagai persimpangan untuk agama, budaya, peradagangan dan politik.

Wilayah ini telah dikuasai oleh berbagai bangsa, yaitu: Orang Mesir Kuno, Orang Kanaan, Bani Israil, Orang Assyiria, Orang Babilonia, Orang Farsi, Orang Yunani Kuno, Orang Romawi, Orang Romawi Timur, Kekhalifahan Arab Sunni, Kekhalifahan Fatimiyah Syi'ah, Orang Salibi, Ayyubiyyah, Mamluk, Turki Utsmani, Orang Britania, Orang Israel modern dan Bangsa Palestina.

Batas-batas dari wilayah ini selalu berubah sepanjang sejarah, dan terakhir kali ditetapkan pada zaman modern oleh Persetujuan batas Perancis-Britania (1920) dan Nota Transyordania (tanggal 16 September 1922), selama periode Mandat Palestina. Sekarang, wilayah ini terdiri dari Negara Israel dan Negara Palestina.

Palestina terletak di bagian barat benua Asia yang membentang antara garis lintang meridian 15-34 dan 40-35 ke arah timur, dan antara garis lintang meridian 30-29 dan 15-33 ke arah utara.

Kini dunia pun mengutuk kekejaman Israel. Sampai kapan penderita Palestina akan berakhir?

( Bambang Isti / )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga
Komentar dari FB


Panel menu
05 September 2014 | 23:56 wib
Dibaca: 216835
05 September 2014 | 23:45 wib
Dibaca: 234876
05 September 2014 | 23:30 wib
Dibaca: 235848
image
05 September 2014 | 23:15 wib
Dibaca: 254969
05 September 2014 | 23:00 wib
Dibaca: 236904
Panel menu tepopuler dan terkomentar
FOOTER