panel header


NABOK NYILIH TANGAN
Memanfaatkan Orang Untuk Melakukan Sesuatu
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
home > Bicara Fakta
21 April 2014 | 22:25 wib
Gerak Juang R.A. Kartini
image

Setiap tanggal 21 April bangsa Indonesia khususnya kaum perempuan selalu memusatkan perhatiannnya pada sesosok wanita yang menjadi simbol emansipasi. Dia lah R.A. Kartini yang dilahirkan di kota kecil Jepara 21 April 1879. Bangsa Indonesia memperingatinya sebagai tonggak sejarah lahirnya seorang wanita Indonesia yang berjuang untuk kaumnya, wanita Indonesia.

Karena jasa-jasanya, akhirnya melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia No.108 Tahun 1964, tanggal 2 Mei 1964, presiden Soekarno menetapkan RA Kartini sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional sekaligus menetapkan hari lahir Kartini, tanggal 21 April sebagai hari peringatan yang kemudian dikenal sebagai Hari Kartini.

Raden Adjeng Kartini merupkan seseorang dari kalangan priyayi atau kelas bangsawan Jawa, putri Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat, bupati Jepara pada saat itu. Ia adalah putri dari istri pertama sang Bupati, tetapi bukan istri utama. Ibunya bernama M.A. Ngasirah, putri dari Nyai Haji Siti Aminah dan Kyai Haji Madirono, seorang guru agama di Telukawur, Jepara.

Ayah Kartini pada mulanya adalah seorang wedana di Mayong. Peraturan kolonial waktu itu mengharuskan seorang bupati beristerikan seorang bangsawan. Karena M.A. Ngasirah bukanlah bangsawan tinggi, maka ayahnya menikah lagi dengan Raden Adjeng Woerjan (Moerjam), keturunan langsung Raja Madura. Setelah perkawinan itu, maka ayah Kartini diangkat menjadi bupati di Jepara menggantikan kedudukan ayah kandung R.A. Woerjan, R.A.A. Tjitrowikromo.

Kartini adalah anak ke-5 dari 11 bersaudara kandung dan tiri. Dari kesemua saudara sekandung, Kartini adalah anak perempuan tertua. Kakeknya, Pangeran Ario Tjondronegoro IV, diangkat bupati dalam usia 25 tahun. Kakak Kartini, Sosrokartono, adalah seorang yang pintar dalam bidang bahasa. Sampai usia 12 tahun, Kartini diperbolehkan bersekolah di ELS (Europese Lagere School). Di sini antara lain Kartini belajar bahasa Belanda.

Dengan keterampilannya berbahasa Belanda, Kartini mulai belajar sendiri dan menulis surat kepada teman-temannya yang berasal dari Belanda. Disitulah ia mencurahkan segala unek-uneknya tentang ketidakadilan yang dirasakannya akan beberapa hal yang ia anggap memojokkan wanita pada waktu itu.

17 September 1904, Kartini menghembuskan nafas terakhirnya pada usia 25 tahun. Kartini dimakamkan di Desa Bulu, Kecamatan Bulu, Rembang.

Sekilas Fakta Tentang Kartini

RA. Kartini menuliskan semua gagasannya. Seperti kata Pramoedya Ananta Toer: "Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian."

Buku Habis Gelap Terbitlah Terang yang ditulis oleh R.A. Kartini pada tahun 1922, merupakan kumpulan tulisan-tulisan R.A Kartini dalam bentuk surat, selama berkoresponden dengan sahabat penanya di Belanda. Pada tahun 1938 surat-suratnya diterbitkan kembali dalam format baru yang diterjemahkan oleh Armijn Pane. Buku ini berisi 87 surat. Melalui surat-surat yang ditullisnya, R.A. Kartini  berusaha mendobrak adat, untuk mengubah keadaan, khususnya kaum perempuan.

Buah pikiran inilah yang hingga sekarang membuat R.A. Kartini masih dikenang, karena tulisannya masih bisa kita baca. Gagasannya masih bisa kita selami, diskusikan bahkan perdebatkan.

Selain itu, RA.Kartini mengusulkan kepada Pemerintah Hindia Belanda untuk memasukkan pelajaran Bahasa Melayu dan Bahasa Belanda ke dalam kurikulum sekolah yang ada di Jawa dan Madura. Karena pada saat itu, semua buku dan koran yang beredar menggunakan Bahasa Melayu dan Belanda, bukan bahasa Jawa. Jadi, bila penduduk pribumi tidak menguasai kedua bahasa tersebut, maka sia-sialah Ia menuntut ilmu.

Setelah Kartini berusia di atas 20 tahun, Ia mulai sering mengiktui Ayahnya yang Bupati Jepara berkeliling ke pemukiman penduduk. Dari kegiatan tersebut, R.A. Kartini mengetahui penderitaan rakyat. Dan ia sadar, hal tersebut disebabkan karena pendidikan rakyat yang masih rendah, sehingga tak berdaya dengan politik Belanda. R.A. Kartini kembali mengirimkan surat kepada Pemerintah Hindia Belanda. Dalam surat tersebut Kartini meminta mereka menghentikan sistem politiknya yang merugikan masyarakat pribumi, dan membuat mereka semakin menderita dengan sistem tanam paksa-nya.

Selama ini Kartini dinilai sebagai pejuang perempuan. Memang. Tapi bukan hanya itu, setelah menikah dan pindah ke Rembang, R.A. Kartini tak hanya mendirikan Sekolah Gadis, ia juga mendirikan Bengkel Ukir Kayu untuk para pemuda Rembang. Guru ukir langsung didatangkan dari Jepara. Ide ini disambut baik oleh suaminya dan didukung sepenuhnya. Jadi, bisa disimpulkan, beliau memikirkan nasib rakyat, pemuda-pemudi, bukan hanya perempuan, dan anak perempuan semata.

Perjuangan Kartini merupakan sebuah gagasan yang ideal dari seorang perempuan di jaman feodalisme yang kuat. Kartini tidak saja menjadi sosok yang kongrit bagi pergerakan kebangsaan, tetapi kartini juga merupakan seorang bangsawan yang demokratis.

Kartini adalah seorang penulis, itulah kekuatan yang dimiliki kartini saat itu untuk melakukan perjuangan, sebagai tugas sosial bagi seorang perempuan. Sastra merupakan kekuatan bagi mereka yang sama sekali tidak memiliki kebebasan. Kartini tidak bergerak di ruang yang sempit semua aspek kehidupan menjadi kajian dan pemikiran kartini baik dalam tulisan maupun diskusi bersama petinggi Belanda.

Selamat Hari Kartini, semoga hari kartini tidak hanya identik dengan Kebaya namun identik dengan kehebatan pemikiran para perempuan Indonesia.

*Diolah dari berbagai sumber

( Rosikhan / CN39 )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga
Komentar dari FB


Panel menu
05 September 2014 | 23:56 wib
Dibaca: 219879
05 September 2014 | 23:45 wib
Dibaca: 237127
05 September 2014 | 23:30 wib
Dibaca: 238106
image
05 September 2014 | 23:15 wib
Dibaca: 257796
05 September 2014 | 23:00 wib
Dibaca: 239164
Panel menu tepopuler dan terkomentar
FOOTER