panel header


ALON ALON WATON KELAKON
Pelan Pelan Saja Asal Berhasil
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
home > Bicara Fakta
09 Maret 2014 | 07:15 wib
Kasus Century Masuki Babak Baru
.

PENGADILAN Tindak Pidana Korupsi Jakarta untuk pertama kalinya menyidangkan mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia Budi Mulya sebagai terdakwa dalam perkara dugaan korupsi pemberian Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) dan penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik, Kamis (6/3).

Ganjar Laksmana, Pengamat hukum pidana Universitas Indonesia, menilai sidang terdakwa Budi Mulya bisa menjadi pijakan bagi Komisi Pemberantasan Korupsi untuk menjerat tersangka lain dalam kasus Bank Century. Jika KPK bisa membuktikan kejahatan Budi dan majelis hakim memvonis bersalah eks Deputi Gubernur Bank Indonesia itu, KPK bakal lebih mudah menjerat pihak lain. Disebutnya nama petinggi BI dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan dalam dakwaan Budi menjadi indikasi mereka bakal jadi tersangka berikutnya.

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang Widjojanto, mengatakan perkara yang melibatkan Budi Mulya ini bisa dipastikan akan juga ikut menjerat beberapa nama. Apalagi, dalam dakwaannya, penyidik menilai jika tindak pindana korupsi dilakukan bersama-sama dan melibatkan banyak nama diantaranya adalah Boediono, Wakil Presiden serta Sri Mulyani, mantan Menteri Keuangan.

Meski tak bersedia merinci peran masing-masing nama yang disebut, tapi Bambang memastikan peran ini adalah hasil dari rumusan serta konstruksi berdasarkan dari keterangan 120 saksi ditambah 10 saksi ahli yang telah diperiksa KPK.

Menurut Bambang, KPK saat ini memang masih berkonsentrasi pada Budi Mulya, tapi tidak menutup kemungkinan kasus ini akan melebar ke beberapa nama lainnya.

Prinsip Kesetaraan

EMPAT TAHUN sudah kasus ini bergulir. Tak hanya langkah hukum oleh KPK, langkah politik pun ditempuh para politisi di DPR. Para wakil rakyat mengawal penyelesaian kasus ini dengan membentuk Tim Pengawas. Tujuannya hanya satu, yakni kasus Century terbongkar tuntas.

Masih menggantungnya kasus Century, tentu menjadi preseden buruk bagi penegakan hukum di Tanah Air, terutama pemberantasan korupsi. Publik tentu tidak ingin kasus ini sengaja dibiarkan menggantung, dan dijadikan alat tawar-menawar dalam rangka memperjuangkan syahwat politik para elite. Penuntasan kasus ini tak bisa ditawar-tawar lagi, dan sekaligus menjadi momentum untuk memupuk kepercayaan dan kewibawaan KPK sebagai garda terdepan perang melawan korupsi.

Dalam mengusut kasus Century KPK tentu tidak main-main, karena ia merupakan kasus yang menyita perhatian publik. Selain itu, jumlah uang yang digelontorkan negara untuk menyelamatkan bank yang pernah diusulkan untuk ditutup tersebut amat besar, yakni Rp6,7 triliun. Bahkan, cara menentukan pengucuran pun bukan hanya menabrak aturan, melain kan juga membongkar aturan yang tidak selaras dengan kondisi Bank Century. Padahal, seharusnya Bank Century-lah yang menyelaraskan diri dengan aturan BI.

Kini, KPK tinggal menjawab sejumlah keraguan lain terkait dengan Century yang masih menjadi pertanyaan yang bergelayut di benak publik. Keraguan itu akan terbayar tuntas jika KPK mampu membawa semua pihak yang terlibat secara bersama-sama melakukan pelanggaran hukum dalam penggerojokan dana talangan Bank Century ke pengadilan tipikor.

Publik sangat merindukan prinsip kesetaraan di muka hukum itu tidak hanya berhenti di dakwaan, tapi juga terwujud dalam hukuman. Jangan sampai persamaan di muka hukum hanya hidup di ruang-ruang imaji, tanpa bisa dieksekusi.

*Diolah dari berbagai sumber

( Rosikhan / CN39 )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga
Komentar dari FB


Panel menu
Berita terbaru
Index Berita
05 September 2014 | 23:56 wib
Dibaca: 218356
05 September 2014 | 23:45 wib
Dibaca: 236019
05 September 2014 | 23:30 wib
Dibaca: 237042
image
05 September 2014 | 23:15 wib
Dibaca: 256361
05 September 2014 | 23:00 wib
Dibaca: 238035
Panel menu tepopuler dan terkomentar
FOOTER