panel header


NABOK NYILIH TANGAN
Memanfaatkan Orang Untuk Melakukan Sesuatu
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
home > Bicara Fakta
16 April 2011 | 16:22 wib
Polisi Jadi Sasaran, di Mana Jihadnya Teroris?
.

 

 

Oleh Bambang Isti

ADA apa gerangan dengan polisi Indonesia? Mengapa instrumen negara itu dimusuhi? Adakah karena prestasi polisi dalam memporakporandakan aksi teroris, sehingga sisa-sisa teroris yang masih ada balas dendam?
 
Sejumlah anggota polisi terluka, menyusul menyalaknya bom di Masjid Adz Dzikra Kompleks Mapolresta Cirebon Jumat (15/4). Menurut Mardigu W Prasantyo, pengamat teroris, ini adalah teror bom ke 19 di Indonesia yang melukai 30 anggota dan menewaskan satu orang yang diduga adalah sang pelaku.

Sejak bom Bali, bom JW Marriot sampai bom buku, Maret lalu. Berarti bisa dikatakan setiap bulan selalu saja terjadi teror bom. Yang tidak habis pikir, bom bunuh diri di Cirebon mengapa justru terjadi di tengah-tengah umat Islam yang tengah bersembayang berjamaah?

"Tapi kenapa kok ini mesjid? Ketika umat Islam sedang berkumpul untuk bersembahyang?" kata Sarlito W. Sarwono, psikolog pengamat perilaku teroris. Ini lebih rumit lagi karena sudah masalah personal misalnya dimungkinkan adanya unsur dendam, dan kalau yang diserang sesama umat Islam, lantas di mana lagi letak jihadnya seperti yang selama ini mereka (para teroris, red) dengungkan?" kata Mardigu diwawancarai Metro TV Jumat (15/4).

Kelemahan intelijen?

Bom bunuh diri (suicide bomber) merupakan tindakan yang sulit diantisipasi. Kasus teror bom dengan cara bunuh diri di Indonesia sudah terjadi beberapa kali. Sejak yang paling dahsyat tahun 2005 bom bunuh diri yang tercatat di JW Marriot, di Kedutaan Australia, bom Bali I dan bom Bali II dan belakangan terjadi lagi di Hotel JW Marriot dan Hotel Ritz Carlton.

Maka lagi-lagi pihak intelijen Indonesia yang dianggap kurang bekerja maksimal. Intelijen perlu dibekali dengan instrumen lebih lengkap lagi. Ini belajar dari kasus bom buku tidak ada penyidikan yang sifatnya teknis misalnya finger print dll. Bukannya di tempat-tempat tertentu sudah dipasang CCTV?

Banyak orang menyatakan, dalam kondisi sekarang ini, "Intelijen Indonesia sangat memrihatinkan, ini harus ada bantuan dan kerjasama dari masyarakat untuk memerangi terorisme," lanjut Mardigu.

Masih menurut dia, inteligen Indonesia harus dibekali dengan teknologi moderen. Seperti agensi di Amerika atau negara-negara lain, meski orangnya tidak banyak, tapi alatnya canggih dan memahami.

Di lain persoalan, Ahmadyani Komisi III DPR RI, mengatakan, bom Cirebon tampak sekali ada upaya untuk mengadudomba sesama umat Islam dan sesama bangsa Indonesia.

Sementara KH Makhruf Amin dari MUI, "Kita sudah membuat fatwa haram tentang terorisme. Kalau itu terjadi di mesjid ini sudah luar biasa. Itu bisa berdampak luas. bisa berdampak kecurigaan siapa yang melakukan hal ini. Itu semakin membuat buruk citra dari paham-paham islam. Kita belum punya daya penangkalan terjadinya terorisme."

Bahkan dunia sepakat seperti halnya Mardigu, "Ini berarti kemampuan intelijen kita harus ditingkatkan," katanya.

Rentetan bom bunuh diri di Indonesia

No Waktu Peristiwa
1 28 Mei 2003 Bom meledak di Tentena , Poso, Sulawesi Tengah. Korban 22 orang tewas.
2 8 Juni 2005 Bom meledak di halaman rumah Ahli Dewan Pemutus Kebijakan Majelis Mujahidin Indonesia, Ust Abu Jibril di Pamulang Jawa Barat
3 1 Oktober 2005 Bom meledak di Kuta Bali. Peristiwa ini menelan 22 orang tewas.
4 31 Desember 2005 Bom meledak di Pasar daging Babi di Palu, Sulawesi Tengah
5 10 Maret 2006 Ledakan bom di rumah penjaga Kompleks Pura Agung Setana di Desa Toini. Poso.
6 22 Maret 2006 Sekitar pukul 19.00 Wita bom meledak di pos kampling di dusun Landangan, Desa Toini, Kecamatan Poso Pesisir
7 1 Juli 2006 Ledakan bom di gereja Kristen Sulawesi Tengah ( GKST Jalan Pulau Seram, Poso.
8 3 Agustus 2006 Sekitar pukul 20.00 Wita bom meledak di Stadion Kasintuwu yang terletak disamping Rumah Sakit Umum Poso
9 18 Agustus 2006 Bom meledak lagi di Poso
10 6 September 2006 Bom Meledak di Tangkura, Poso Pesisir Selatan
11 17 Juli 2009 Ledakan di Ritz Caltron dan JW Marriot. Sembilan Orang Tewas. Dengan Perstiwa ini polisi bukan hanya kecolongan, tetapi juga ditampar karena pelaku menggunakan metode baru yaitu menyusup dari dalam. Penyelidikan peristiwa ini pun belum menyeluruh dan belum tuntas.
12 30 September 2010 Sebuah ledakan yang diduga bom rakitan terjadi di Jalan Kalimalang depan Pasar Sumber Artha, Kota Bekasi, Jawa Barat, sekitar (perbatasan dengan kodya Bekasi), sekitar 100 meter dari pos polisi. Polisi menyatakan ledakan itu melukai satu orang korban yang diduga membawa bahan peledak itu dengan sepeda.
13 15 Maret 2011 Sebuah bom low explosive meledak di halaman kantor JIL Jaringan Islam Liberal). Melukai 3 orang, diantaranya seorang polisi yang mencoba menaklukkan paket bom. Teror ini dianggap modus baru.
14 15 April 2011 Bom yang diduga bom bunuh diri terjadi di Masjid Adzl Dzikra, kompeks Maplres Cirebon disaat para jamaah tengah khusuk beribadah shalat jumat. Seorang tewas, yakni pelaku bom, dan 30 orang luka berat dan ringan, yang kebanyakan adalah anggota polisi.
( Bambang Isti / CN25 )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga
Komentar dari FB


Panel menu
Berita terbaru
Index Berita
24 Juli 2014 | 21:17 wib
Dibaca: 40
24 Juli 2014 | 21:08 wib
Dibaca: 107
24 Juli 2014 | 20:59 wib
Dibaca: 137
24 Juli 2014 | 20:50 wib
Dibaca: 131
image
24 Juli 2014 | 20:41 wib
Dibaca: 149
Panel menu tepopuler dan terkomentar
FOOTER