panel header


panel menu
panel news ticker
SUARAMERDEKA.com - Semata-mata Fakta
panel iklan Hosrizon
panel main 1

15 Agustus 2011 | 22:51 wib

Perlu Penetapan Teori yang Tepat Menetukan Arah Kiblat

Semarang, CyberNews. Saat ini ada tiga teori yang dapat digunakan dalam perhitungan arah kiblat dari permukaan bumi, yaitu trigonometri bola, geodesi dan teori navigasi. Tiga teori ini merupakan suatu tawaran dalam menetukan arah kiblat yang berdasarkan pada dua tipologi definisi arah yaitu arah yang mengikuti garis yang mempunyai arah sudut tetap (loxodrom) dan arah yang mengikuti garis yang tidak tetap (orthodrom).

Namun ketiga teori tersebut masih terdapat kelemahan dengan menghasilkan sudut arah kiblat yang berbeda pada tempat yang berbeda. Sehingga perlu penetapan teori yang tepat untuk menghitung arah kiblat di sebuah daerah.

"Misalnya, pada Kota Hanoi Vietnam yang memiliki lintang bujur yang sama dengan Mekah. Namun jika dihitung dengan ketiga teori itu, terdapat perbedaan,"  jelas Ahmad Izzudin MAg pada sidang senat terbuka promosi Doktor IAIN Walisongo di Aula Gedung Pascasarjana Kampus I, Nagliyan, Senin (15/8) sore.

Dalam sidang yang dipimpin oleh Rektor IAIN Walisongo Prof Dr Muhibbin Noor dengan tim penguji Prof Dr Thomas Djamaludin (Lapan), Dr Ahmad Hakim, dan Dr Imam Yahya, Izzudin mengatakan, untuk mengetahui akurasi dari metode penentuan arah kiblat perlu langkah kerja dari metode pengukuran dengan mengetahui azimuth kiblat. "Dengan azimut kiblat dapat diaplikasikan di lapangan dengan bantuan alat theodolit dan GPS," kata pria kelahiran Kudus, 12 Mei 1972 ini.

Ia menjelaskan, kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan memungkinkan penggunaan satelit dalam berbagai bidang keilmuan baik ilmiah dan praktis. "Dapat juga melalui metode pengamatan dengan rashdul kiblat dengan mengamati bayangan pada saat matahari berada di atas Kabah," ungkap Sekretaris Jurusan Ilmu Falak Fakultas Syariah ini. Ia berpendapat, saat ini teori yang paling tepat digunakan adalah geodesi.

Ahmad Izzudin berhasil meraih doktor setelah mampu mempertahankan disertasinya dengan judul "Kajian Terhadap Metode Penentuan Arah Kiblat dan Akurasinya di hadapan tim penguji.

Dalam disertasinya itu Izzudin mengungkapkan penentuan teori yang digunakan berdasar letak tempat yang akan diukur. "Dalam penelitian saya, tidak semua tempat dapat menggunakan teori tersebut. Harus ditentukan menggunakan yang mana," jelas pria pengasuh PP Daarun Najaah, Jrakah ini. Ahmad Izzudin lulus dengan predikat sangat memuaskan dengan IPK 3,87.

( Krisnaji Satriawan /CN32 )

Powered by Telkomsel Blackberry


Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad

Bookmark and Share


  Baca Juga


              Berita Pendidikan

    08 Februari 2012 | 14:53 wib

    MITI Fokus Pendidikan Technopreunership image

    BANDUNG, suaramerdeka.com - Aula Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Sabtu pekan lalu (4/2) demikian meriah. Ribuan…

    16 Agustus 2011 | 17:30 wib

    UMS Berikan Beasiswa Bagi 165 Mahasiswa Baru

    Solo, CyberNews. Universitas Muhamamdiyah Surakarta (UMS) memberikan beasiswa bagi 165 mahasiswa baru. Ada tiga…

    16 Agustus 2011 | 17:22 wib

    10.261 Calon Mahasiswa Serbu UMS

    Solo, CyberNews. Menjelang penutupan pendaftaran pada 20 Agustus mendatang, saat ini jumlah calon mahasiswa yang…

    15 Agustus 2011 | 22:51 wib

    Perlu Penetapan Teori yang Tepat Menetukan Arah Kiblat

    Semarang, CyberNews. Saat ini ada tiga teori yang dapat digunakan dalam perhitungan arah kiblat dari permukaan…

    15 Agustus 2011 | 21:22 wib

    Jamaludin Darwis Jabat Rektor Unimus image

    Semarang, CyberNews. Prof Dr Jamaludin Darwis MA ditetapkan sebagai Rektor Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus)…

    15 Agustus 2011 | 21:10 wib

    Akan Targetkan Kebun 1.000 Toga
    SMA 7 Semarang Juara I Lomba Sekolah Sehat Provinsi image

    Semarang, CyberNews. Setelah melewati tahapan Lomba Sekolah Sehat (LSS) dari tingkat kota dan karesidenan, akhirnya…

    21 Juli 2011 | 22:35 wib

    Kemenpora Akan Sebar 1.000 Sarjana ke Pedesaan

    JAKARTA, CyberNews. Tahun 2011 pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga bekerja sama dengan perguruan…

    14 Juli 2011 | 16:12 wib

    Suarakan Kritik, Hampir Berakibat Dikeluarkan dari Sekolah image

    SEORANG orang tua yang berusaha mengkritik sistem pendidikan di Sekolah anaknya, harus menanggung akibat anaknya…

    FOOTER