
15 Agustus 2011 | 21:10 wib
JUARA LSS: Kepala SMA 7 Semarang Kastri Wahyuni bersama para Wakasek menunjukkan piala Juara I Lomba Sekolah Sehat (LSS) tingkat Provinsi Jateng di Kebun Toga Sekolah, Senin (15/8). (SM CyberNews/ Anggun Puspita)
Semarang, CyberNews. Setelah melewati tahapan Lomba Sekolah Sehat (LSS) dari tingkat kota dan karesidenan, akhirnya SMA 7 Semarang berhasil meraih Juara I untuk tingkat provinsi, Senin (15/8). Langkah kedepan untuk maju ke tingkat nasional mewakili Jawa Tengah, sekolah akan menargetkan dengan menanam dan memberdayakan 1.000 tanaman obat keluarga (toga).
Kabar peraihan prestasi tersebut disampaikan oleh Kepala SMA 7 Semarang Kastri Wahyuni di ruang kerjanya, hari ini. Dia menyampaikan, pihaknya sangat bangga dengan hasil kerja keras seluruh elemen sekolah, kelurahan, kecamatan, dan puskesmas di lingkungan itu selama ini.
"Mengikuti lomba di tingkat provinsi tentu saja tidak mudah, karena lawannya berasal dari sekolah yang menang di tingkat karesidenan. Namun, kami berusaha untuk melakukan yang terbaik sesuai dengan kenyataan sekolah kami," ungkapnya.
Pada LSS tingkat provinsi diikuti oleh 6 sekolah dari 6 karesidenan. Penilaian pun meliputi 139 poin, baik kegiatan yang berhubungan untuk menunjang sekolah sehat dan fisik sekolah dalam pemberdayaan kesehatan. Misalnya dari segi fisik, dinilai pada ruangan kelas dan guru, aula, hingga kamar mandi.
Dari segi lingkungan yang dinilai, yaitu halaman, taman, kebun toga, sumber air, dan pengelolaan sampah. Kemudian, program-program kesehatan serta pendidikan mental juga tak luput dari pantauan tim juri.
Untuk di SMA 7 sendiri, berdasarkan evaluasi para juri, sekolah tersebut sudah memenuhi kriteria sekolah sehat, yakni dengan tersedianya tempat cuci tangan di tiap depan kelas, tempat sampah organik dan organik, pemberdayaan toga, ekstrakurikuler seperti UKS, PMR, dan Kader Kesehatan Remaja (KKR), hingga kantin sehat dan hieginis yang menunjang karakter sekolah sehat.
"Apa yang kami lakukan ini salah satunya bertujuan untuk menampik, meskipun lokasi sekolah berada di lingkungan dekat tempat pembuangan akhir (TPA) sampah. Namun, kami bisa menekan polusi tersebut melalui program sekolah sehat ini. Pada saat pengumuman pemenang pun juri juga memberikan masukan supaya sekolah tetap meningkatkan pelayanan dan kegiatan UKS serta menata lingkungan dengan lebih baik," kata Kastri.
Mempersiapkan LSS tingkat nasional, SMA 7 akan melakukan studi banding di sekolah sehat lainnya dan meningkatkan kegiatan PMR, UKS, dan KKR agar bisa terjun di kegiatan sosial masyarakat.
Adapun, lanjut Kastri, pada penilaian lomba tingkat nasional yang rencananya dilakukan pada bulan Maret 2012 mendatang, pihaknya akan menambah koleksi tanaman toga hingga 1.000 jenis dari 373 tanaman yang dimiliki sekarang.
Sementara itu, untuk juara II diraih oleh SMA BU NU Brebes, juara III oleh MAN Purbalingga. Kemudian, juara harapan I dari SMA 2 Kudus, juara harapan II dari SMA 2 Temanggung, dan juara harapan III dari SMA 1 Tawangsari Sukoharjo.
( Anggun Puspita /CN32 )
Powered by Telkomsel Blackberry
Baca Juga
BANDUNG, suaramerdeka.com - Aula Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Sabtu pekan lalu (4/2) demikian meriah. Ribuan…
Solo, CyberNews. Universitas Muhamamdiyah Surakarta (UMS) memberikan beasiswa bagi 165 mahasiswa baru. Ada tiga…
Solo, CyberNews. Menjelang penutupan pendaftaran pada 20 Agustus mendatang, saat ini jumlah calon mahasiswa yang…
Semarang, CyberNews. Saat ini ada tiga teori yang dapat digunakan dalam perhitungan arah kiblat dari permukaan…
Semarang, CyberNews. Prof Dr Jamaludin Darwis MA ditetapkan sebagai Rektor Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus)…
Semarang, CyberNews. Setelah melewati tahapan Lomba Sekolah Sehat (LSS) dari tingkat kota dan karesidenan, akhirnya…
JAKARTA, CyberNews. Tahun 2011 pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga bekerja sama dengan perguruan…
SEORANG orang tua yang berusaha mengkritik sistem pendidikan di Sekolah anaknya, harus menanggung akibat anaknya…