
24 Mei 2011 | 16:21 wib
Jakarta, CyberNews. Penguatan Pancasila sebagai ideologi negara harus dimulai dari negara. Kesepakatan lembaga-lembaga negara pada Rapat Koordinasi Pimpinan Lembaga Negara yang diselenggarakan pada 24 Mei 2011 di Mahkamah Konstitusi diharapkan mampu menjadi jalan pembuka kesungguhan negara untuk memutus radikalisme yang menyebar di tengah masyarakat dan bahkan di tubuh negara, yang telah secara nyata mengancam integritas bangsa.
Demikian pernyataan Ismail Hasani Presidium Akademisi Pengawal Pilar Bangsa (APPi Bangsa) yang diterima Cyber News, sore ini.
APPi Bangsa mengapresiasi penuh rencana penyusunan Aksi Nasional Penguatan Pancasila dan Konstitusi yang menjadi salah satu butir kesepakatan. Memperkuat Pancasila dan Konstitusi RI harus dimulai dari para penyelenggara negara dengan mengintegrasikan Pancasila dan jaminan-jaminan konstitusional warga negara dalam UUD Negara RI 1945 dalam berbagai peraturan perundang-undangan dan kebijakan negara. Menurut Ismail langkah ini adalah langkah fundamental ditengah adanya 183 kebijakan daerah mengandung muatan diskriminatif terhadap perempuan dan kelompok minoritas agama.
"Bahkan ada diantaranya yang melegalkan praktik hukuman tidak manusiawi dan merendahkan martabat dengan hukuman cambuk di Aceh”. katanya.
Selain itu APPi Bangsa juga meminta pemerintah mengkoreksi politik penyeragaman atas nama agama dan moralitas yang mewujud dalam berbagai peraturan perundang-undangan. Penyeragaman seperti itu jelas-jelas bertentangan dengan pilar bhinneka tunggal ika dan mengancam integritas bangsa. Penguatan Pancasila dan Konstitusi RI juga berarti menindak secara hukum kelompok-kelompok yang mengusung aspirasi intoleran dan radikal bahkan melakukan kekerasan terhadap kelompok lainnya, karena berangkat dari intoleransi, radikalisme, dan pembiaran atas berbagai aksi kekerasan inilah integritas bangsa semakin terkikis.
Sementara di tingkat masyarakat, penguatan Pancasila dan Konstitusi RI dapat dilakukan dengan memanfaatkan instrumen pendidikan, organisasi masyarakat, dan lainnya.
( Hartono Harimurti /CN32 )
Powered by Telkomsel Blackberry
BANDUNG, suaramerdeka.com - Aula Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Sabtu pekan lalu (4/2) demikian meriah. Ribuan…
Solo, CyberNews. Universitas Muhamamdiyah Surakarta (UMS) memberikan beasiswa bagi 165 mahasiswa baru. Ada tiga…
Solo, CyberNews. Menjelang penutupan pendaftaran pada 20 Agustus mendatang, saat ini jumlah calon mahasiswa yang…
Semarang, CyberNews. Saat ini ada tiga teori yang dapat digunakan dalam perhitungan arah kiblat dari permukaan…
Semarang, CyberNews. Prof Dr Jamaludin Darwis MA ditetapkan sebagai Rektor Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus)…
Semarang, CyberNews. Setelah melewati tahapan Lomba Sekolah Sehat (LSS) dari tingkat kota dan karesidenan, akhirnya…
JAKARTA, CyberNews. Tahun 2011 pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga bekerja sama dengan perguruan…
SEORANG orang tua yang berusaha mengkritik sistem pendidikan di Sekolah anaknya, harus menanggung akibat anaknya…