panel header


panel menu
panel news ticker
SUARAMERDEKA.com - Semata-mata Fakta
panel iklan Hosrizon
panel main 1

24 Mei 2011 | 01:43 wib

Mysteri Kelulusan Peserta Didik Tahun 2010/2011

image

Tegal, CyberNews. Tingkat kelulusan peserta didik tahun pelajaran 2010/2011 Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuran (SMK) mengalami kenaikan yang sangat signifikan,yaitu kelulusan mencapai lebih dari 99%. Hal tersebut sangat membanggakan khususnya bagi peserta didik dan orang tua atau wali siswa.

Sebelum pengumuman hasil ujian, para siswa sudah mengekspresikan kegembiraan mereka dengan caranya masing-masing, ada yang sujud syukur, saling berpelukan dengan sesama teman, bahkan di berbagai daerah para siswa-siswi mencorat-coret seragam, mengecat rambut warna-warni serta melakukan konvoi di jalan raya dengan sepeda motor yang dapat mengganggu pengguna jalan lainnya.

Seandainya mereka ditanya *apakah kelulusan tersebut hasil kerja keras (belajar) sendiri?* Hampir dipastikan akan menjawab "iya dong". Karena yang mereka tahu mengerjakan soal ujian nasional dan hasilnya lulus. Tetapi kalau pertanyaan yang sama ditujukan kepada para guru khususnya guru 4 mapel (Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam) kemungkinan jawaban tidak akan seragam dan spontan seperti siswa.

Kenapa?
Jawabnya adalah karena para guru khususnya guru yang mengampu mapel Ujian Nasional (UN) tahu betul proses pengolahan nilai dan syarat kelulusan. Nilai kelulusan bukan hanya karena hasil ujian nasional saja tetapi merupakan hasil pengolahan nilai rata-rata raport, nilai ujian sekolah dan nilai ujian nasional. Menggunakan rumus yang telah ditentukan seorang peserta didik akan lulus jika telah memenuhi kreteria dari tiga macam nilai tersebut.

Sistem ini lebih baik dibandingkan sebelumnya karena kelulusan tidak hanya ditentukan dari hasil UN saja, dengan sistem ini para guru mendapat porsi yang cukup dalam penentuan kelulusan siswa. Hal yang harus kita kontrol dan awasi bersama adalah adanya peran guru dalam kelulusan agar tidak kebablasan artinya demi meluluskan peserta didiknya menghalalkan segala cara, ini bukan isapan jempol semata karena hal ini sangat mungkin dilakukan guru secara sendiri atau di atur pihak sekolah agar memberikan nilai Ujian Sekolah setinggi-tingginya dengan tujuan agar bila terjadi nilai UN peserta didik rendah dapat dibantu dengan nilai ujian sekolah.

Bukan tidak mustahil kalau hal ini dilakukan akan terjadi ketimpangan atau ketidakwajaran nilai UN (empat mapel) dibandingkan nilai ujian sekolah (empat mapel) karena guru atau pihak sekolah akan memberikan nilai maksimal atau setinggi-tingginya sedangkan nilai ujian nasional cenderung sesuai dengan nilai asli yang diperoleh peserta didik.

Pada akhirnya lembaga pendidikan sebagai tempat mencerdaskan anak bangsa tidak tercapai secara benar dan hasilnya tidak bias digunakan sebagai barometer mutu pendidikan di Indonesia. Banggakah kita mencapai kelulusan hampir 100% dengan cara-cara yang tidak sesuai aturan? Jawabnya ada pada diri kita (Guru) masing-masing.

-Susnadi, S.Pd, pengajar SMP N 2 Tarub, Kab. Tegal

 

( - /CN23 )

Powered by Telkomsel Blackberry


Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad

Bookmark and Share

          Berita Pendidikan

08 Februari 2012 | 14:53 wib

MITI Fokus Pendidikan Technopreunership image

BANDUNG, suaramerdeka.com - Aula Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Sabtu pekan lalu (4/2) demikian meriah. Ribuan…

16 Agustus 2011 | 17:30 wib

UMS Berikan Beasiswa Bagi 165 Mahasiswa Baru

Solo, CyberNews. Universitas Muhamamdiyah Surakarta (UMS) memberikan beasiswa bagi 165 mahasiswa baru. Ada tiga…

16 Agustus 2011 | 17:22 wib

10.261 Calon Mahasiswa Serbu UMS

Solo, CyberNews. Menjelang penutupan pendaftaran pada 20 Agustus mendatang, saat ini jumlah calon mahasiswa yang…

15 Agustus 2011 | 22:51 wib

Perlu Penetapan Teori yang Tepat Menetukan Arah Kiblat

Semarang, CyberNews. Saat ini ada tiga teori yang dapat digunakan dalam perhitungan arah kiblat dari permukaan…

15 Agustus 2011 | 21:22 wib

Jamaludin Darwis Jabat Rektor Unimus image

Semarang, CyberNews. Prof Dr Jamaludin Darwis MA ditetapkan sebagai Rektor Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus)…

15 Agustus 2011 | 21:10 wib

Akan Targetkan Kebun 1.000 Toga
SMA 7 Semarang Juara I Lomba Sekolah Sehat Provinsi image

Semarang, CyberNews. Setelah melewati tahapan Lomba Sekolah Sehat (LSS) dari tingkat kota dan karesidenan, akhirnya…

21 Juli 2011 | 22:35 wib

Kemenpora Akan Sebar 1.000 Sarjana ke Pedesaan

JAKARTA, CyberNews. Tahun 2011 pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga bekerja sama dengan perguruan…

14 Juli 2011 | 16:12 wib

Suarakan Kritik, Hampir Berakibat Dikeluarkan dari Sekolah image

SEORANG orang tua yang berusaha mengkritik sistem pendidikan di Sekolah anaknya, harus menanggung akibat anaknya…

FOOTER