
29 Juli 2010 | 12:27 wib
Mungkin ada banyak pertanyaan atas pernyataan itu. Seseorang yang berkata punya idola, tapi tak tahu rupa idolanya. Itu adalah aku! Aku tidak tahu bagaimana rupa idolaku, wajahnya, bentuk tubuhnya, aku sama sekali tidak tahu.
Pada hal jika kita mengidolakan seseorang, minimal kita harus tahu bagaimana rupanya! Mungkin orang lain bicara aku aneh, tapi aku tidak aneh! Lalu siapa idola ku?
Satu dari idolaku, ia memberi secelah cahaya bagiku. Dia adalah Janet Tosca. Yang aku tahu dari dia cuma nama dan suaranya, melalui suaranya ia memberi secelah cahaya bagiku.
Janet Tosca ada di Gajah Mada Fm. Ia selalu ada di minggu dan selasa malam di gita malam. Dia adalah seorang penyiar radio. Dialah idolaku, penyiar radio yang suaranya enak sekali didengarkan di malam hari menyongsong pagi. Suaranya selalu nyaman untuk didengarkan.
Idolaku berbeda dengan idola lainnya. Yang aku suka dari Janet Tosca, ia selalu ada dan tampil sebagai dirinya sendiri, tampil tanpa harus menutupi karakter aslinya. Berbeda dengan idola lainnya, yang harus tampil dengan karakter orang lain, seakan membangun diri dengan citra orang lain. Idolaku tampil, bersuara di udara dengan karakternya sendiri. Itu yang membedakan idolaku dengan idola lainnya.
Lalu bagaimana aku menceritakan pada kalian tentang idolaku, pada hal aku sendiri tidak tahu rupa idolaku. Dia bukan idola yang dikenal oleh semua orang di Idonesia, orang di sekitarku pun belum tentu kenal dia. Itu tidak menjadi penghalang bagiku untuk mengungkapkan betapa kagumnya aku pada Janet Tosca.
Janet Tosca adalah manusia, itu yang menjadi batasan aku mengidolakan dia, agar aku tidak begitu mendambakan manusia karena hanya Tuhan yang pantas kita dambakan. Tapi aku tetap mengidolakan Janet Tosca sebab Tuhan mengijinkan kita belajar pada manusia, jadi Janet Tosca adalah idolaku untuk belajar, bukan untuk mendambakannya.
Hal yang aku suka dari Janet Tosca ada dua, yang pertama, Janet Tosca adalah ibu rumah tangga yang eksis. Seorang ibu rumah tangga yang seharusnya menjaga anaknya di malam hari, harus menjadi penyiar radio. Tapi aku yakin ia melakukan dengan bahagia tanpa beban apapun. Demikian aku ingin menjadi seorang remaja yang eksis. Aku ingin eksis dalam segala hal, terlebih dalam dunia masyarakat, menjadi pelayan dan orang yang berguna di masyarakat. Melakukan semua tugas dengan bahagia tanpa beban apapun. Yang kedua, kata- kata Janet Tosca selalu terdengar bijak. Aku suka bercermin diri dari kata- katanya yang bijak.
Kata bijak yang diucapkan Janet Tosca yang menjadi motivasi bagiku adalah "mulai dari menghargai hal yang kecil maka kita akan bisa menghargai hal yang besar, dengan hal ini kita bisa disebut orang yang bijak". Kini aku mulai belajar untuk selalu menghargai hal- hal kecil yang ada disekitarku, dari hemat kebutuhan individu, hemat pulsa, hemat apa saja yang ada di alam.
Benarkan dari hal yang kecil kita bisa dapat hal yang lebih besar? Kata- kata Janet Tosca memberi aku motivasi untuk lebih giat dalam meraih semua prestasi yang aku inginkan, seperti keinginanku untuk menjadi seorang pakar akuntansi, jurnalis dan penyiar radio.
Betapa bahagianya diriku bisa jadi orang yang eksis dalam masyarakat. Keinginanku kini ingin terjun langsung dalam masyarakat, dengan semua kemampuan yang aku miliki. Aku ingin berbakti pada masyarakat melalui hal kecil yang aku pelajari dalam hal akuntansi, jurnalis dan penyiar radio.
Aku yakin mulai dari kata- kata Janet Tosca, hingga aku belajar hal- hal kecil hingga bisa berubah menjadi hal yang berguna bagi bangsa dan negara.
Komitmen diriku saat ini ingin menjadi remaja yang selalu belajar dari hal yang kecil, hal yang aku punya, hal yang aku mampu dan belajar dari kesalahan di masa lalu.
Setelah semua komitmen dan keinginanku tercapai, aku ingin mengajak semua remaja dan pemuda di negara Indonesia untuk belajar dari idola kita, bukan mendambakan idola kita. Karena tiada yang berarti jika kita mendambakan manusia, karena mendambakan akan menjadikan kita hamba.
Siapa yang mau jadi hamba? Tidak ada, Kecuali hamba pada Tuhan.
Janet Tosca, secelah cahayamu memberi motivasi yang dahsyat bagiku. I like it!
( - /CN19 )
Powered by Telkomsel Blackberry
Baca Juga
BANDUNG, suaramerdeka.com - Aula Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Sabtu pekan lalu (4/2) demikian meriah. Ribuan mahasiswa ITB dan beberapa kampus lain…
Solo, CyberNews. Universitas Muhamamdiyah Surakarta (UMS) memberikan beasiswa bagi 165 mahasiswa baru. Ada tiga macam beasiswa yang dibagikan pada mereka,…
Solo, CyberNews. Menjelang penutupan pendaftaran pada 20 Agustus mendatang, saat ini jumlah calon mahasiswa yang mendaftar One Day Service (ODS) Universitas…
Semarang, CyberNews. Saat ini ada tiga teori yang dapat digunakan dalam perhitungan arah kiblat dari permukaan bumi, yaitu trigonometri bola, geodesi…
Semarang, CyberNews. Prof Dr Jamaludin Darwis MA ditetapkan sebagai Rektor Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) periode 2011-2015 menggantikan Prof…
Semarang, CyberNews. Setelah melewati tahapan Lomba Sekolah Sehat (LSS) dari tingkat kota dan karesidenan, akhirnya SMA 7 Semarang berhasil meraih Juara…
JAKARTA, CyberNews. Tahun 2011 pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga bekerja sama dengan perguruan tinggi di 33 provinsi akan mengirimkan…
SEORANG orang tua yang berusaha mengkritik sistem pendidikan di Sekolah anaknya, harus menanggung akibat anaknya dikeluarkan dari sekolah. Hal ini dialami…