panel header


panel menu
panel news ticker
SUARAMERDEKA.com - Semata-mata Fakta
panel iklan Hosrizon
panel main 1

29 Juli 2010 | 12:21 wib

EINSTEINKU, MOTIVASIKU

  • Oleh Bayu Aji Nugroho

"Aku tidak ragu-ragu bahwa pemikiran kita sebagian besar berlangsung tanpa menggunakan tanda-tanda ( kata-kata ), dan selain itu hingga tingkat tertentu berjalan secara tidak sadar. Kalau tidak, bagaimana proses bahwa kadang-kadang kita kagum cukup spontan mengenai pengalaman tertentu? Rasa kagum ini tampaknya terjadi tatkala suatu pengalaman bertentangan dengan dunia konsep yang sudah cukup melekat dalam diri kita."
Kata-kata itu yang tercetus oleh seorang ilmuan yang tidak asing di telinga kita, sosok fisikawan genius abad 20. Albert Einstein adalah seseorang yang saya kagumi, karya besarnya telah memotivasi saya sejak pertama kali membaca biografinya. Sampai saat ini karyanya masih digunakan untuk kemajuan IPTEK.
Walaupun telah bertahun-tahun waktu berlalu sejak Einstein menerbitkan teorinya tentang relativitas, dampak persamaannya yang terkenal itu, E=mc2, sangatlah besar. Dengan mengunakan gagasan Einstein, para ilmuwan terus membuat penemuan dalam kosmologi tentang semesta dan fisika energi tinggi tentang materi yang berada jauh di dalam setiap atom. Para teoritisi terus menjelajahi gagasan Einstein, yang membuat perkiraan benda-benda ganjil dengan sukses, seperti lubang hitam, dan gagasan yang belum teruji seperti lubang-cacing dalam ruang-waktu.
Kemudian, apa dampak bagi kehidupan saya? Pastilah, sangat berpengaruh untuk memotivasi saya selama ini. Cara Einstein berfikir, menyelesaikan suatu problem yang belum pernah terpecahkan membuat saya tertarik mengikuti cara berfikir dia yang unprecdictable. Ada Hal yang paling membuat penasaran untuk diteliti yaitu akankah pemuaian alam semesta berlangsung selamanya atau akankah pemuaian itu berhenti dan berbalik? Kita lihat penyelesaian mengenai pemuaian alam semesta mana yang menceritakan kepada kita tentang masa depan alam semesta, mulai gagasan waktu kosmik. Ini terlihat sama dari setiap tempat pada waktu kosmik yang sama. Pentingnya gagasan sederhana ini dikenal dengan sebutan prinsip kosmologis.
Apa yang teori relativitas umum Einstein ungkapkan pada kita mengenai perubahan faktor skala terhadap waktu? Hasilnya, berdasarkan model Friedmann-Lemaitre, mendukung teori bahwa alam semesta sedang memperkirakan tiga kemungkinan masa depan, yang bergantung pada kerapatan keseluruhan dari materi dalam alam semesta. Jika kerapatan ini lebih besar daripada suatu nilai tertentu yang dikenal sebagai kerapatan kritis, alam semesta menghadapi masa depan yang panas dan akhirnya berakhir dalam apa yang disebut sebagai remukan besar. Kerapatan kritis merupakan kerapatan terkecil yang akan membuat alam semesta memuai sampai tak berhingga. Jika kerapatan alam semesta lebih kecil daripada kerapatan kritis, alam semesta akan selamanya memuai, yang disebut skenario luapan besar.
Saya sendiri membuat konsep dari teori Einstein yang sampai saat ini masih diteliti. Seperti yang kita ketahui bahwa bumi dahulu tidak seperti ini keadaannya. Menurut ilmuwan, pada zaman pleistosen pernah mengalami pendinginan suhu yang drastis di daerah kutub, dan secara perlahan seiringnya kehidupan masa lampau terjadi pemanasan global sehingga banyak makhluk yang punah, akibat pemanasan global itu, es di kutub mencair yang mengakibatkan permukaan air laut naik. Hal ini mengakibatkan tenggelamnya beberapa daratan yang tadinya menyatu, timbul tenggelamnya sungai dan danau karena perubahan iklim. Nah, sekarang pada akhir abad 19 perlahan pemanasan global semakin terasa lagi. Kemungkinan hal ini merupakan siklus dimana suatu saat benua-benua yang terpisah itu akan menyatu kembali. Hal itu dapat diibaratkan seperti waktu kita memasak sup, saat sup belum mendidih dan suhunya masih stabil maka potongan sayuran tetap diam, namun saat sup mendidih potongan sayuran itu bergerak dan ada kalanya berpindah, saat sup yang sudah matang itu didinginkan maka potongan sayuran itu akan diam lagi, begitu seterusnya. Inilah yang dinamakan siklus. Jika dikaitkan dengan teori Einstein, kemungkinan akan terjadi pemanasan global dengan suhu yang sangat tinggi dan perlahan memuai yang mengakibatkan sebuah remukan yang besar. Inilah konsep yang saya kemukakan walaupun belum teruji, namun dengan semangat dan cara berfikir Einstein itulah saya akan berusaha berfikir untuk melakukan penelitian suatu saat nanti. Einsteinku, idolaku.
Melihat kembali perjalanan hidup Einstein, tampak jelas bahwa teori tentang relativitas khusus dan umum menempatkannya sebagai ilmuwan terbesar sejak Newton. Usaha gigihnya atas pemahaman yang lebih mendalam terhadap alam mungkin tampak aneh dengan gambaran profesor linglung yang kadang-kadang ditampilkannya pada dunia. Teori relativitasnya merupakan hasil pemikiran yang sungguh-sungguh dengan wawasan dan intuisi yang sangat luas di bidang fisika yang menuntun karya matematisnya dan yang mewariskan ilmu pengetahuan suatu kerangka konseptual yang sama sekali berbeda dengan dunia mutlak Newton. Tidak diragukan lagi bahwa generasi mendatang akan mengingat Einstein

 

( - /CN19 )

Powered by Telkomsel Blackberry


Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad

Bookmark and Share

          Berita Pendidikan

08 Februari 2012 | 14:53 wib

MITI Fokus Pendidikan Technopreunership image

BANDUNG, suaramerdeka.com - Aula Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Sabtu pekan lalu (4/2) demikian meriah. Ribuan mahasiswa ITB dan beberapa kampus lain…

16 Agustus 2011 | 17:30 wib

UMS Berikan Beasiswa Bagi 165 Mahasiswa Baru

Solo, CyberNews. Universitas Muhamamdiyah Surakarta (UMS) memberikan beasiswa bagi 165 mahasiswa baru. Ada tiga macam beasiswa yang dibagikan pada mereka,…

16 Agustus 2011 | 17:22 wib

10.261 Calon Mahasiswa Serbu UMS

Solo, CyberNews. Menjelang penutupan pendaftaran pada 20 Agustus mendatang, saat ini jumlah calon mahasiswa yang mendaftar One Day Service (ODS) Universitas…

15 Agustus 2011 | 22:51 wib

Perlu Penetapan Teori yang Tepat Menetukan Arah Kiblat

Semarang, CyberNews. Saat ini ada tiga teori yang dapat digunakan dalam perhitungan arah kiblat dari permukaan bumi, yaitu trigonometri bola, geodesi…

15 Agustus 2011 | 21:22 wib

Jamaludin Darwis Jabat Rektor Unimus image

Semarang, CyberNews. Prof Dr Jamaludin Darwis MA ditetapkan sebagai Rektor Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) periode 2011-2015 menggantikan Prof…

15 Agustus 2011 | 21:10 wib

Akan Targetkan Kebun 1.000 Toga
SMA 7 Semarang Juara I Lomba Sekolah Sehat Provinsi image

Semarang, CyberNews. Setelah melewati tahapan Lomba Sekolah Sehat (LSS) dari tingkat kota dan karesidenan, akhirnya SMA 7 Semarang berhasil meraih Juara…

21 Juli 2011 | 22:35 wib

Kemenpora Akan Sebar 1.000 Sarjana ke Pedesaan

JAKARTA, CyberNews. Tahun 2011 pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga bekerja sama dengan perguruan tinggi di 33 provinsi akan mengirimkan…

14 Juli 2011 | 16:12 wib

Suarakan Kritik, Hampir Berakibat Dikeluarkan dari Sekolah image

SEORANG orang tua yang berusaha mengkritik sistem pendidikan di Sekolah anaknya, harus menanggung akibat anaknya dikeluarkan dari sekolah. Hal ini dialami…

FOOTER