
29 Juli 2010 | 12:32 wib
Anda punya motivasi? Saya yakin jawabannya pasti punya. Sebagaimana kita sadari bahwa hidup tanpa motivasi bak berjalan tanpa kaki. Tak bertenaga.
Motivasi bisa tumbuh dari mana saja. Misalnya dari membaca buku, menonton film, serta petuah bijak orang tua. Salah satu sumber inspirasi juga bisa tumbuh dari kisah orang-orang hebat. Kisah orang-orang hebat bisa menjadi sebuah referensi, inspirasi, sekaligus motivasi untuk meletupkan gairah hidup.
Salah satu inspirasi terbesar dalam hidup saya adalah Kak Seto. Seorang tokoh yang begitu vokal dalam membela dan memberikan perlindungan terhadap hak-hak anak Indonesia.
Pria kelahiran Klaten 28 Agustus 1951 ini tidak serta merta menjadi orang sukses seperti sekarang ini. Ia memulai kisah hidupnya sebagai pegaduk semen, tukang batu, dan tukang parkir. Jalan hidupnya mulai berubah ketika dia menyaksikan tayangan televisi ber-genre anak-anak di TVRI yang di asuh Ibu Kasur. Dia merasa sangat tersentuh dengan keunikan dunia anak-anak. Terlebih pasca meninggalnya adik tercinta yang baru berusia 3 tahun, Arief Budiman, karena sakit keras.
Sejak saat itulah Kak Seto memotivasi dirinya untuk bisa dekat dan mengabdi pada Ibu Kasur. Walhasil, dia diangkat menjadi asisten Ibu kasur pada tanggal 4 April 1970. Saat itu yang menerimanya adalah suami Ibu Kasur, Pak Kasur. Ketulusan Kak seto tercermin dari keinginannya yang kuat menyelami dunia anak-anak meskipun tidak dibayar.
Sungguh luar biasa, Kak Seto yang hanya berbekal tekat kuat itu akhirnya berhasil melanjutkan perjuangan Pak Kasur. Pak Kasur sendiri akhirnya meninggal dunia. Namun sebelum meninggal sempat berpesan supaya Kak Seto melanjutkan karir pendidikannya sampai jenjang Perguruan Tinggi. Walhasil, Kak Seto berhasil menamatkan jenjang Strata 1 (S1) bidang psikologi Universitas Indonesia.
Ibarat pepatah tua-tua keladi, makin tua makin menjadi, Kak Seto semakin cinta dengan dunia anak. Nampaknya, figur Pak Kasur begitu lekat dalam benaknya. Puncaknya ketika karirnya dalam dunia anak telah mencapai 37 tahun beliau sangat terusik dengan kondisi jutaan anak-anak Indonesia yang hak-haknya dipasung, dilanggar, dan dicederai. Anak-anak terkena imbas negatif dari kekerasan yang dilakukan orang tua mereka, pergaulan hidup yang tidak ramah bagi kejiwaanya, hingga tindak kriminalitas perdagangan anak-anak.
Sebuah ide gemilang akhirnya terlahir sebagai upaya mewaspadai akan kembali terjadinya pelanggaran pada anak-anak. Kak Seto mengajak generasi muda untuk melindungi anak-anak dan menyelamatkan dunia anak dengan mendirikan Kelompok Pecinta Anak (KOMPAK). Sebuah upaya mulia melindungi dunia anak tetap menjadi dunia bermain dan belajar dengan segala suka cita masa kecil.
Sementara itu, di bidang prestasi Kak Seto tidak perlu diragukan lagi. Buku berjudul AnakKu, Sahabat dan Guruku (1997) cukup menjadi bukti. Selain itu, Juara 1 Kategori orang Muda Berkarya Indonesia dalam pengabdian pada dunia anak-anak dari presiden RI (1987) turut melengkapi goresan tinta emasnya.
Kesuksesan ini juga tergambar dalam kehidupan rumah tangganya. Kak Seto yang memiliki kesibukan luar biasa selalu meluangkan hari sabtunya untuk berkumpul dengan seluruh anggora keluarga. Mereka semua saling terbuka sehingga komunikasi dalam keluarga begitu hangat. Selain itu, Kak Seto juga membiasakan anggota keluarga untuk saling mengkritik, mengoreksi, dan memberikan saran untuk kebaikan bersama.
Apa yang dilakukan oleh Kak Seto sejatinya bisa pula kita kerjakan. Tengok saja ketika beliau mengamati perilaku Sandy, si bocah perokok dari Malang Jawa Timur. Beliau segera menyempatkan diri untuk mendatangi Sandy dengan harapan kebiasaan buruk tersebut bisa diredakan. Dengan pembawaan yang santun beliau memberikan nasihat bagi keluarga Sandy supaya memberikan perhatian yang cukup bagi Sandy sebagai upaya meminimalisir pengaruh buruk lingkungan. Dalam sebuah tayangan televisi sekalipun Kak Seto selalu memberikan himbauan supaya para tetangga turut serta membantu proses pemulihannya.
Bagaimana dengan kita? Paling tidak, kita pun bisa mencontohnya. Ketika ada anak-anak yang mulai gemar berkata kasar dan jorok kita tegur dan jelaskan bahwa hal tersebut tidak baik. Kita tetap memberikan perhatian dan perlindungan supaya dunia bermain mereka berjalan secara wajar dan tidak tercemari dengan hal-hal buruk dari orang dewasa yang mereka temui. Contoh lain yang bisa kita lakukan adalah mengingatkan orang dewasa disekitar kita yang kebetulan gemar merokok supaya tidak merokok ditempat yang terlihat oleh anak-anak.
Kegigihan dan kepedulian yang dicontohkan Kak Seto patut kita teladani. Meskipun dilingkup yang masih kecil, marilah kita teladani sifat-sifat baiknya. Sebagaimana pesan Kak Seto bahwa kita harus tetap berupaya menunjukan jalan terbaik bagi anak-anak bangsa. Kelak, saya ingin mencari pekerjaan yang berhubungan dengan dunia anak karena saya mencintai mereka. Kiranya, inilah yang bisa saya baca dari retina Kak Seto. Idolaku, Motivasiku.
( - /CN19 )
Powered by Telkomsel Blackberry
Baca Juga
BANDUNG, suaramerdeka.com - Aula Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Sabtu pekan lalu (4/2) demikian meriah. Ribuan mahasiswa ITB dan beberapa kampus lain…
Solo, CyberNews. Universitas Muhamamdiyah Surakarta (UMS) memberikan beasiswa bagi 165 mahasiswa baru. Ada tiga macam beasiswa yang dibagikan pada mereka,…
Solo, CyberNews. Menjelang penutupan pendaftaran pada 20 Agustus mendatang, saat ini jumlah calon mahasiswa yang mendaftar One Day Service (ODS) Universitas…
Semarang, CyberNews. Saat ini ada tiga teori yang dapat digunakan dalam perhitungan arah kiblat dari permukaan bumi, yaitu trigonometri bola, geodesi…
Semarang, CyberNews. Prof Dr Jamaludin Darwis MA ditetapkan sebagai Rektor Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) periode 2011-2015 menggantikan Prof…
Semarang, CyberNews. Setelah melewati tahapan Lomba Sekolah Sehat (LSS) dari tingkat kota dan karesidenan, akhirnya SMA 7 Semarang berhasil meraih Juara…
JAKARTA, CyberNews. Tahun 2011 pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga bekerja sama dengan perguruan tinggi di 33 provinsi akan mengirimkan…
SEORANG orang tua yang berusaha mengkritik sistem pendidikan di Sekolah anaknya, harus menanggung akibat anaknya dikeluarkan dari sekolah. Hal ini dialami…