
LAHAP: Ratusan dengan lahap menyantap lontong Capgome yang dibagikan gratis oleh yayasan Khong Kauw Hwee kepada siswa TK dan SD Kuncup Melati di aula yayasan tersebut, Senin (6/2). Pembagian lontong tersebut untuk menyambut Capgome.
SEMARANG, suaramerdeka.com - Lebih dari tiga ratus orang terdiri atas siswa TK dan SD Kuncup Melati, pengurus Yayasan Khong Kauw Hwee dan warga sekitar, Senin (6/2), memadati aula yayasan untuk makan lontong Capgome.
Hidangan khas Jawa tersebut merupakan hidangan yang wajib disajikan oleh yayasan yang terletak di Gang Lombok 60 Semarang pada 15 hari setelah perayaan Imlek. "Kami menyiapkan 350 porsi lontong untuk diberikan pada keluarga besar Yayasan Khong Kauw Hwee dan warga sekitar yayasan," kata Widiani, pengurus yayasan.
Lontong Capgome memang hampir sama dengan lontong opor ayam seperti yang ditemui pada saat perayaan Idul Fitri. Hanya saja, yang menjadikan ciri pada lontong Capgome yakni saat hidangan ini disajikan dengan taburan abing, sebutan rempah yang terbuat dari parutan kelapa sangrai kemudian ditumbuk halus.
"Abing menjadi ciri khas pembeda dengan lontong opor lainnya. Bumbu tambahan tersebut juga sering digunakan pada sate," jelasnya.
Setelah hidangan siap, para siswa pun berbaris menuju aula yayasan. Siswa TK terlihat berada pada barisan depan disusul siswa kelas satu hingga enam. Mereka terlihat antusias sambil membawa sendok dari rumah masing-masing.
Suasana pun berjalan khidmad dengan iringan musik instrumen Avalokitesvara. Iringan ini dipilih karena mencerminkan mantra Budha saat melihat penderitaan umat di dunia. Nampak antusias, seusai makan, para siswa mendapatkan angpao dari pengurus yayasan.
"Pihak yayasan tidak membedakan siapa, dari mana siswa berasal. Visi dan misi kami adalah sosial kemasyarakatan dan mempererat persaudaraan antar sesama," tambah Widiani.
Novelin Rachellita (6), siswa kelas 1 SD Kuncup Melati mengaku senang bisa makan lontong Capgome bersama pengurus yayasan. "Dengan makan bersama kami semakin akrab dan mempererat persaudaraan," tutur Novelin.
( Ranin Agung / CN33 )