image

Foto: suaramerdeka.com / dok

25 Juli 2017 | 11:02 WIB | Balap

Pebalap Indonesia Borong Gelar Juara AAGC 2017 Putaran Satu

SEMARANG, suaramerdeka.com - Pebalap Indonesia memborong seluruh gelar juara ajang Asia Auto Gymkhana Competition (AAGC) 2017 yang berlangsung di Sirkuit Jalan Pahlawan, Semarang, Sabtu (22/7). Pebalap muda Indonesia, Anjasara Wahyu, tampil sebagai yang tercepat pada kelas Individual dan Knockout. Anjasara yang turun dengan status wild card mampu menyingkirkan perlawanan 31 kontestan lainnya, termasuk 2 pebalap utama tanah air, Demas Agil dan Adrian Septianto. Bahkan, catatan waktu yang dibukukan pebalap Toyota Team Indonesia (TTI) itu selalu berada di posisi 3 besar.

“Ini balapan pertama saya ikut kejuaraan Asia, yang pasti senang bisa juara di ajang Gymkhana paling megah se-Asia ini, apalagi di negara sendiri. Ini juga berkat dukungan dari tim, orang tua dan teman-teman tim Indonesia yang lain. Persiapan ke Korea yang pasti nambah latihan fisik lagi, sebab balapan sampai dinihari apalagi disana juga ada perbedaan suhu, disana lebih dingin.” ujarnya.

Sementara pada kejuaraan tim, pebalap tuan rumah kembali membuktikan ketangguhannya. Kali ini pasangan Valentino Ratulangi dan Adrianza Yunial yang juga tampil dengan status wild car mampu memperdayai rival-rivalnya. Di final, mereka mampu menyingkirkan pasangan tangguh asal negeri Sakura, Jepang, Tetsuya Yamano dan Masaki Nishihara. Dengan hasil tersebut, Anza dan Valen berhak atas 3000 US Dollar sebagai pemenang pertama.

“Memang dari segi kejuaraannya itu Indonesia banget, justru peserta negara lain yang cukup kesulitan. Dan memang benar, dari kualifikasi sampai kejuaraan tim kita menjadi yang pertama pada putaran perdana ini.” kata Valentino.

Di sisi lain, jawara Gymkhana asal Negeri Sakura, Jepang, Tetsuya Yamano mengaku terkesan dengan animo penonton Indonesia, khususnya Semarang, tempat berlangsungnya kejuaraan Asia Auto Gymkhana Competition (AAGC) 2017 putaran pertama itu. tak lupa, ia juga memuji penampilan peslalom tanah air.

“Penonton begitu luar biasa, mereka tak beranjak dari tempat duduk mulai dari pagi hingga menjelang pagi lagi, ini yang membuat nuansa pertandingan menjadi lebih seru. Saya akan merindukan bertanding di Indonesia. Untuk spesifikasi kendaraan tidak ada masalah, kami juga menggunakan stir kanan di Jepang, namun untuk lintasan, baru kali ini saya temui. Tapi lintasan yang sedikit sempit seperti ini menjadi tantangan buat kami,” ujar Tetsuya Yamano. “

(Jati Prihatnomo /SMNetwork /CN26 )

Berita Lainnya