• KANAL BERITA

Membincang Tren Muslimah Fashionable

HIJAB kini makin diminati. Tak hanya berfungsi untuk menutup aurat, hijab sudah melekat menjadi gaya hidup. Hijabpun menjadi tren fashion tersendiri. Meski positif, para muslimah sebaiknya juga memerhatikan kaidah dasar perintah Allah dalam menutup aurat ini.

 

"Meskipun berkerudung dan menutup aurat, perempuan juga harus tetap modis dan fashionable," tutur Desainer Muslimah Semarang, Ina Priyono, dalam talk show bertajuk "Muslimah Fashionable" di Aula MAJT, Minggu (1/12).

 

Fenomena fashion hijab tidak hanya tren di Indonesia, tetapi juga di negara-negara lain. Fenomena fashion hijab telah diamati oleh pelaku bisnis industri dan mendorong mereka untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat industri syariah global. Salah satu alasannya karena Indonesia merupakan salah satu penduduk muslim terbesar di dunia. "Busana muslimah Indonesia mulai diterima dunia," sambungnya.

 

Di Indonesia, istilah hijab sering diidentikkan dengan fashion hijab yaitu gaya seorang muslimah dalam mempadupadankan busana muslim dan mengkreasikan kain kerudung. Meski demikian, sebaiknya para 'hijabers' tetap mengindahkan beberapa syariat Islam dalam menutup auratnya.

 

Namun demikian, bukan berarti seorang muslimah dilarang untuk menggunakan pakaian yang modis. Pakaian yang fashonable tidak harus ketat, menggunakan pakaian longgar pun tetap dapat terlihat cantik.

 

Terpenting, pakaian itu tetap harus menjaga aurat, seperti rambut, bagian dada dan kaki kecuali muka dan telapak tangan. Bajunya tidak ketat, tidak mengundang nafsu lawan jenis serta menggunakan warna yang tidak mencolok.

 

Sementara itu, Pengasuh PP Nurul Hidayah, Dr H In'amuzahidin mengemukakan Islam telah jelas melarang muslimah untuk bertabarruj atau memamerkan kecantikan secara berlebihan di hadapan non-mahram. Allah berfirman dalam Al-Quran surat Al-Ahzab, Konsep tabarruj yang saat ini masih dilakukan oleh sebagian muslimah adalah memakai make up secara berlebihan, berpakaian ketat hingga menampakkan lekuk tubuh.

 

Berpakaian glamour dan mewah juga dilarang oleh Allah karena dapat mengantarkan manusia ke dalam sifat sombong. Diriwayatakan dalam sebuah hadits riwayat Imam Asy-Syaukani, Nailul Authar, disebutkan pakaian yang dilarang yakni pakaian yang memiliki warna menyelisihi pakaian pada umumnya. "Sehingga manusia mengangkat pandangan untuk melihatnya sehingga dia berbangga terhadap orang lain dengan ujub (tinggi hati) dan sombong."

 

Menutup aurat merupakan kewajiban bagi umat Islam, baik laki-laki maupun perempuan. Menutup aurat merupakan ibadah dan bentuk ketaatan umat Islam kepada Allah. Namun, menutup aurat tidak sekedar menutup aurat karena Allah telah memberikan peraturan agar umat Islam dapat melaksanakannya dengan benar. "Jadikan niat menutup aurat semata-mata karena Allah, bukan karena mengikuti fashion atau apapun," paparnya.

 

Hadir dalam acara tersebut, Pemimpin Redaksi Suaramerdeka.com, Setiawan Hendra Kelana, Wakil Pemimpin Redaksi SM, Triyanto Triwikromo, Senior Manajer HRD, Hudawi dan Wakil Drektur Sales dan Komunikasi, Agustina Purbandini.


(Mohammad Khabib Zamzami/CN47/SM Network)