|
|
|
|
| |
|
|
|
PENDIDIKAN
31 Desember 2009
Diperkirakan Akreditasi PT Anjlok
SOLO - Mulai tahun 2010, Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) akan memperketat akreditasi program S1 di perguruan tinggi (PT).
Sebanyak 155 komponen sudah disiapkan. Padahal, sebelumnya hanya 69 komponen. Kebijakan itu diperkirakan membuat nilai akreditasi 3.200 PT di Indonesia anjlok.
”Komponen itu lebih ketat dan detail, sehingga bila sejak awal manajemen PT tak baik akan kedodoran. Jadi jangan heran jika kelak ada PT mendapat akreditasi A, tiba-tiba anjlok menjadi C atau bahkan tak terakreditasi. Itu semacam gempa untuk pengelola PT,” ujar anggota asesor nasional BAN-PT Prof Dr Adi Sulistiyono SH MH di Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, kemarin.
Padahal, kata dia, akreditasi rendah PT merugikan lulusan. Sebab, mereka bakal kesulitan mencari pengakuan di dunia kerja. Karena beberapa perusahaan mensyaratkan akreditasi PT yang mengeluarkan ijazah itu. Bahkan ijazah program studi yang sama sekali tak memenuhi syarat akreditasi dianggap tak sah.
Beberapa Kendala
Pembantu Rektor IV UNS itu memperkirakan beberapa poin yang jadi kendala untuk memenuhi penilaian. Misalnya, soal penelitian.
”Kelak akan dilihat dalam setahun rasio jumlah dosen dan penelitian yang dihasilkan, pelibatan mahasiswa dalam proyek itu, dan besar anggaran yang dialokasikan fakultas untuk penelitian,” katanya.
Selain itu, ketersediaan dosen tetap yang dimiliki. Selama ini banyak perguruan tinggi swasta (PTS) masih menggunakan dosen tidak tetap untuk memenuhi kecukupan perbandingan dosen dan mahasiswa. Dia juga mengingatkan keterlibatan alumni dalam pengembangan almamater.
Asesor BAN-PT, ujar dia, akan bekerja mulai Januari 2010. Sosialisasi perubahan peraturan itu sudah dilakukan sejak awal 2009. Namun pemimpin PT tak merespons secara serius.
Padahal, pengisian borang atau formulir saja tak mudah, apalagi memenuhi standar penilaian.
Dia menuturkan UNS sudah siap mengikuti penilaian baru itu. Bahkan Rektor Prof Dr HM Syamsulhadi SpKJ telah membentuk tim asistensi akreditasi yang beranggota 30 asesor nasional. Mereka para dosen UNS.
”Dari 52 program studi S1 di UNS, 50% terakreditasi A dan sisanya B. kami menargetkan ada peningkatan menjadi A hingga 75% pada tahun 2010,” ujarnya. (J6-53) |
|
|
|
|
|
© 2008 suaramerdeka.com. All rights reserved |
|
|