 |
 |
|
|
|
|
|
| |
|
|
|
LINTAS SOLO
29 Mei 2009
Subo Suko Wonosraten Wabup Sukoharjo Terancam Kosong
SUKOHARJO- Melenggangnya Mohamad Toha ke gedung DPR RI di Senayan kemungkinan besar akan berimbas pada kekosongan kursi wakil Bupati Sukoharjo. Sebab, saat pelantikan yang direncanakan 1 Oktober mendatang, anggota dewan terpilih tidak boleh merangkap jabatan.
Ditemui usai rapat paripurna Jawaban Bupati Sukoharjo atas Pandangan Fraksi di DPRD kemarin, Toha mengatakan, sesuai peraturan yang ada, sebelum dilakukan pelantikan harus mengundurkan diri dari jabatannya. ’’Peraturannya bunyinya seperti itu. Di mana anggota Dewan yang terpilih dan kebetulan masih mempunyai jabatan di pemerintahan, sebelum pelantikan harus sudah mengundurkan diri,” kata kader PKB ini.
Dia mengatakan, atas keputusan tersebut caleg terpilih tinggal menentukan memilih yang mana. Kalau tetap menjadi wakil bupati maka rela tidak menjadi anggota DPR RI. Sebaliknya, kalau memang sudah niat menjadi penghuni gedung Dewan, status orang nomor dua di Sukoharjo harus tanggalkan.
Kendati demikian, Toha mengatakan, hingga saat ini belum mengajukan surat pengunduran diri sebagai wakil bupati. Pihaknya masih menunggu perkembangan lebih lanjut.
Namun, meski tidak secara gamblang menyebut bahwa dia memilih ke Senayan ketimbang duduk di kursi wabup yang akan habis pada 2010 itu, M Toha mengatakan, siap ditempatkan oleh partai di komisi berapa pun nantinya. (H46-63)
BKP Tidak Kelola Dana APBD I
UNGARAN Badan Ketahanan Pangan (BKP) Jateng selama ini hanya mengelola dana untuk mengatasi harga beras disaat panen raya, yang bersumber dari APBN. Sedangkan Dana Talangan untuk tujuan yang sama, tahun 2008, yang dikatakan masih mempunyai tunggakan, di Kabupaten Karanganyar, bersumber dari APBD I yang dikoordinasi Biro Bina Produksi Setda Prov Jateng.
’’Jika ada masalah dalam pengembalian dana bantuan tersebut, kami tidak tahu,’’ kata Kepala BKP Jateng Ir Gayatri Indah Cahyani MSi didampingi Kabid Distribusi Pangan Ir Sri Sularsih MM, di ruang kerjanya, kemarin.
Kegiatan Dana Penguatan Modal - Lembaga Usaha Ekonomi Pedesaan (DPM - LUEP) yang ditangani BBMKP tahun 2008 di Kabupaten Karanganyar untuk 12 LUEP sudah lunas.
Bantuan yang bersumber dari APBN dan APBD beda pengelonya. BBMKP yang sekarang namanya Badan Ketahanan Pangan (BKP) hanya mengelola dana bantuan yang dari APBN. Oleh sebab itu, tegasnya, yang terjadi masalah di Kabupaten Karanganyar, tunggakan Dana Talangan sebesar Rp 1,2 M, bersumber dari APBD I yang dikoordinasikan melalui Biro Bina Produksi Setda Prov Jateng.(E4-64)
Flu Burung Merambah 30 Desa
WONOGIRI- Di Kabupaten Wonogiri, penyakit flu burung dilaporkan telah merambah 30 desa di sembilan kecamatan. Pendataan yang dilakukan sampai Mei 2009, jumlah kematian unggas yang terserang avian influenza (AI) telah mencapai 1.194 ekor.
Demikian diungkapkan oleh Kabid Kesehatan Hewan Dinas Kehewanan Perikanan Kelautan (Wanperla) Kabupaten Wonogiri, dokter hewan Ismaryati Budiningsih, Kamis (28/5), saat berlangsung rapat koordinasi (rakor) advokasi dalam menyikapi pandemi AI di ruang rapat Bappeda Kabupaten Wonogiri.
Rapat melibatkan unsur eksekutif, legislatif, pimpinan informal, peternak, relawan LSM, tokoh masyarakat, serta unsur media massa. Jumlah korban kematian ayam akibat AI pada 2009, terhitung meningkat dibandingkan pada 2008. Pasalnya, selama kurun waktu 2008, total kematian unggas di Kabupaten Wonogiri hanya 802 ekor.
Meski sebaran AI waktu itu merambah 11 kecamatan di 28 desa. Korban tewas sebanyak dua orang yakni Setia Indratsih (5) warga Dusun Cemangkahlor Desa Sindukarto Kecamatan Eromoko, dan Saiful Mahfud Hidayat (3) penduduk Dusun Bero Desa Bero Kecamatan Manyaran.
Peternak ayam, Lulus Purwani menyatakan, pemerintah selama ini hanya memperhatikan keberadaan ternak besar seperti sapi dan kambing saja. ’’Padahal ternak unggas utamanya ayam buras, potensinya cukup besar dan mampu memberikan kontribusi perekonomian rakyat dalam cakupan yang luas,’’ katanya. (P27-42) |
|
|
|
|
|
© 2008 suaramerdeka.com. All rights reserved |
|
|
|
|
|
 |
 |