Berita Aktual  SM Cetak  Suara Warga  Entertainmen  Gaya  Kejawen  Layar  Lelaki  Sehat  Sport  Wanita  Surat Pembaca
 
 
SEMARANG METRO

10 April 2009
Demokrat Sementara Memimpin

  • Pantauan di Sejumlah TPS

SEMARANG-Partai Demokrat menunjukkan peningkatan suara yang signifikan pada Pemilu 2009. Dua partai berhaluan nasionalis, Partai Golkar dan PDI Perjuangan, bersaing ketat untuk mempertahankan posisi pada Pemilu 2004. Sementara itu, Gerindra unjuk gigi di sejumlah TPS.

Pantauan Suara Merdeka di sejumlah TPS di 16 kecamatan menunjukkan, Partai Demokrat menempati posisi pertama. Walaupun sampel itu tidak bisa dijadikan patokan, setidaknya hal itu memberikan gambaran perolehan suara partai itu.

Sementara itu, ’’quick count’’ yang diselenggarakan pihak Kecamatan Semarang Tengah juga menunjukkan ’’kemenangan’’ Partai Demokrat. Hingga pukul 18:00, Partai Demokrat masih memimpin perolehan suara DPR RI, yakni 828 (50,18%). Menyusul di belakangnya, PDI-P 359 suara (21,24%), PDS 95 suara (5,62%), Partai Golkar 83 suara (4,91%), Hanura 33 suara (1,95%), PKB 28 suara (1,66%), dan PKS 24 suara (1,42%).

Hasil tersebut  turut didapatkan untuk DPRD Provinsi dan Kota Semarang. Suara yang didapatkan Partai Demokrat di Kecamatan Semarang Tengah hampir mendominasi di 196 TPS, seperti di Kelurahan Kranggan, Karangkidul dan Pekunden, Pendrikan Kidul dan Sekayu. Kondisi tersebut berbalik arah dengan PDI-P, mengingat Semarang Tengah adalah basis partai pimpinan Megawati Soekarnoputri.

Suara PDI-P berada di nomor dua dengan selisih suara yang cukup jauh.
Cukup mencolok perolehan suara Partai Golkar, yang untuk sementara tersalip oleh PDS. Hasil suara PDS sangat kuat terutama di Kelurahan Kranggan, Gabahan dan Jagalan. Sejumlah orang pengurus KPPS mengakui, meningkatnya suara PDS karena partai yang berbasis agama tersebut sangat kuat sampai ke akar bawah.

Mati Lampu

Sementara itu, penghitungan suara di sejumlah tempat pemungutan suara (TPS) di Kelurahan Mangkang Wetan, Mangkang Kulon, dan Mangunharjo, Kecamatan Tugu terhambat. Sebab, aliran listrik sejak pukul 18:00, lantaran terjadi korsleting di depan Pasar Mangkang. 

’’Padahal penghitungan belum selesai. Kami baru menyelesaikan dua kotak, yakni kotak DPR RI dan DPRD Provinsi. Hasil penghitungannya pun belum direkap. Kami kesulitan untuk menghitung kembali,’’ Zaenal Yasin, KPPS TPS I Mangungharjo.

Camat Tugu, Bambang Kunhantiyo SH MM mengatakan, jumlah TPS yang terganggu itu sebanyak 40 TPS, meliputi Mangkang Kulon ada 15 TPS, Mangkang Wetan (10), dan Mangunharjo (15). Para petugas terpaksa menggunakan lampu petromak dan teplok untuk penerangan. ’’Meski lampunya mati, para petugas tetap melakukan penghitungan suara. Diperkirakan pada pukul 21:00 sudah selesai,’’ katanya.

Dia mengatakan, untuk mengantisipasi terjadi sesuatu yang tidak diinginkan pengamananya diperketat. Pengamanan itu melibatkan Linmas, Polri, dan TNI.(Tim SM-41)
© 2008 suaramerdeka.com. All rights reserved
Groups