Berita Aktual  SM Cetak  Suara Warga  Entertainmen  Gaya  Kejawen  Layar  Lelaki  Sehat  Sport  Wanita  Surat Pembaca
 
 
LINTAS MURIA

03 April 2009
APBD Blora Masih Defisit Rp 50 Miliar

  • Masih Upayakan Pemotongan

BLORA - Panitia Anggaran (Panggar) DPRD Blora hingga kemarin masih terus mengupayakan pemangkasan anggaran di sejumlah SKPD. Hal itu menyusul sampai saat ini defisit APBD Blora tahun 2009 masih mencapai sekitar Rp 50 miliar.

”Dalam pembahasan sementara diketahui defisit anggaran masih mencapai Rp 50 miliar. Saat ini kami masih terus mengupayakan pemangkasan anggaran di sejumlah SKPD,” tandas Wakil Ketua DPRD Blora, H Mahmudi Ibrahim, kemarin.

Menurutnya, pemangkasan itu dimaksudkan supaya nantinya defisit APBD Blora mencapai angka ideal, yakni lima persen dari jumlah APBD keseluruhan, yakni angkanya berkisar sekitar Rp 30 miliar.

Dijelaskan Mahmudi, meski saat ini ketua DPRD  Blora sedang berada di Jakarta, bukan berarti pembahasan APBD macet. Kemarin, tim kecil dewan tetap melakukan rapat untuk mencari formula pemangkasan anggaran, tujuannya supaya defisit APBD ideal bisa dicapai, yakni sekitar Rp 30 miliar.

”Hari ini memang tidak ada pemanggilan SKPD, namun tim kecil tetap rapat.”
Sebagaimana diketahui, jadwal penetapan APBD kian tidak jelas, menyusul mandeknya pemanggilan SKPD. Ketua DPRD Blora, HM Warsit SPd sedang ke Jakarta untuk mendatangi sidang di Mahkamah Konstitusi (MK).

Pemangkasan yang dilakukan, lanjut Mahmudi yang tahun ini menjadi caleg dari PKB, dalam rangka menambah pos anggaran pembangunan jalan, bantuan sosial, KOK, dan sejumlah anggaran lainnya. Pos-pos tersebut sampai saat ini belum ada anggarannya.

Bukankah anggaran yang ada cukup mamadai? Menurut dia, yang menjadi kendala saat ini adalah menyusul penetapan perda SOT baru, jumlah SKPD yang ada membengkak. Faktor tersebut yang menyebabkan pembagian anggaran di masing-masing SKPD cukup menyulitkan.
”Saat ini jumlah SKPD cukup banyak dan kondisi ini yang merepotkan,” jelas Mahmudi.

Disinggung kapan kira-kira APBD 2009 ditetapkan ? Menurutnya, sesuai kesepakatan ditargetkan sebelum pemilu minimal sudah dilakukan MoU KUA dan PPAS. Setelah itu akan segera dijadwalkan sidang paripurna.

Secara terpisah Bupati Blora, Drs RM Yudhi Sancoyo MM, berharap APBD segera ditetapkan. ”Harapan saya saat ini hanya satu, yakni APBD segera ditetapkan. Tujuannya agar kegiatan ekonomi di Blora bisa segera menggeliat,” tandasnya ketika ditemui di ruang kerjanya, kemarin.

Menurutnya, dengan belum ditetapkannya APBD, saat ini kegiatan di sejumlah SKPD keponthal-ponthal. Banyak PNS yang terpaksa mencari utangan ke pihak ketiga untuk menutupi kebutuhan kantor sehari-hari.

”Tidak tahu, di Jawa Tengah mungkin tinggal Blora sendiri yang belum menetapkan APBD,” tambah Bupati Yudhi. (ud-54)
© 2008 suaramerdeka.com. All rights reserved
Groups