Berita Aktual  SM Cetak  Suara Warga  Entertainmen  Gaya  Kejawen  Layar  Lelaki  Sehat  Sport  Wanita  Surat Pembaca
 
 
WACANA

15 Januari 2009
GAGASAN
Sang Motivator

Pascareformasi, pemanfaatan media elektronik sebagai sarana penyalur informasi ke masyarakat terus meningkat kualitasnya. Sebenarnya tahun 1994 sudah muncul acara yang tidak biasa di SCTV yang  dibawakan oleh sosok dan kemasan yang juga tidak biasa. Dikatakan tidak biasa, karena sekian lama masyarakat dijejali acara yang dibawakan secara kaku dan berbau propaganda.
Kalau pun interaktif dialog serba terskenario. Disampaikan dengan semangat ”mohon petunjuk” dan gaya bahasa topeng di tengah suasana monoton dan terjebak pembodohan serta ”hari-hari penuh omong kosong”.

Siaran ini menyelinap acara Perspektif oleh Wimar Witoelar yang tayang setiap Sabtu 18.00 dan dikemas dalam dialog interaktif dengan lontaran secara jernih, menggelitik namun bukan sebagai yang paling benar.  Pembawa acaranya ”orang biasa”, gayanya jauh dari formalitas feodal namun tetap dalam kesantunan yang universal. Sosok penuh senyum ramah, terampil melontarkan pertanyaan cerdas cerdik sehingga sering mengusik syaraf tawa spontan. Bukan tertawa yang (seolah) sudah diberi aba-aba.

Pascareformasi, di tengah berjayanya provokator sebagai komunikator yang piawai mengolah kata semanis madu namun penuh bisa, hingga memanipulasi kebenaran menjadi banyak versi untuk mengadu domba putra putri Ibu Pertiwi, muncullah sosok-sosok yang berbeda. Metro TV menayangkan acara Kick Andy yang dibawakan Andy Noya danThe Golden Ways yang dibawakan Mario Teguh.

Kick Andy banyak mengangkat kisah luar biasa anak negeri yang selalu sarat pesan kerja keras, kerja cerdas, ulet, pantang menyerah, inovatif, kreatif dalam berkarya dan berprestasi. The Golden Ways mengajak orang menggunakan akal budi, kejujuran, hati nurani untuk meraih sukses sejati. Sebuah acara cerdas yang  melawan arus.

Perspektif muncul di tengah arus deras ber”klompencapir”. Kick Andy dan The Golden Ways muncul di saat dominasi tayangan keglamoran, kepongahan dan semangat jalan pintas yang serba menyilaukan, walau penuh kepalsuan.

Kick Andy dan The Golden Ways tidak fasih apalagi obral bertutur dogma tapi sering justru lebih menyejukkan hati. Hal ini karena dibawakan orang pilihan hasil seleksi ketat dan lulus uji penggodokan. Kuat tersirat aura kasih, sikap tulus, ikhlas, sarat karya nyata terbaik bagi diri dan sesama.

Dengan kemampuan komunikasinya yang bagus, mereka menjadi inspirator dan sang motivator bagi siapa saja yang mendengarkan ungkapan pesannya. Sangat menyentuh jiwa, menjernihkan pikiran untuk menggerakkan badan dan menyatukan langkah demi kemajuan peradaban bangsa Indonesia.

Purnomo Iman Santoso
Villa Aster II Blok G/10 Srondol, Semarang

Guru dan Meguru


Guru dalam bahasa Jawa sering diartikan sebagai yang digugu (jadi panutan) dan ditiru (dicontoh), sedang meguru berarti mencari guru atau mencari ilmu. Karenanya kini banyak mahasiswa  UT yang kuliahnya di gedung SD (bukan kampus) 2 kali seminggu nyambi meguru di SD. Ini terjadi karena cangkingan dan titipan saudaranya yang sudah jadi guru beneran.

Banyak di antara mereka tidak berbasis dari pendidikan guru namun langsung mengajar. Yang saya prihatinkan, pemberian kesempatan luas kepada mahasiswa meguru tersebut tanpa didampingi guru senior atau guru bidang studi yang asli.

Semua tahu, mereka masih berstatus magang padahal anak-anak SD membutuhkan pendidikan dan perhatian khusus dalam masa perkembangannya demi kecerdasan. Mari kembali ke tujuan pendidikan nasional yaitu ikut mencerdaskan kehidupan bangsa. Kepada dinas terkait mohon bisa memantau.

Dharma Setyanto
Tlangu RT1/RW5 Sukorejo, Kendal

***

Koes Plus dan Pelestarian

Nampaknya sang legenda musik Indonesia Koes Bersaudara dan Koes Plus tidak lekang ditelan waktu, bahkan makin menampakkan karismanya. Hal ini ditengarai tidak saja lagu-lagunya yang makin digandrungi masyarakat, komunitas pelestarinya pun mengalami peningkatan jumlah penggemarnya. Lagu-lagu mereka masih tetap dilantunkan hingga kini dan menjadi tidak asing bagi telinga masyarakat.

Misal, lagu Why Do You Love Me, Kolam Susu, Bis Sekolah, Kisah Sedih di Hari Minggu, Bujangan, Pelangi, Manis dan Sayang, Diana, Jemu, Kapan - kapan, Buat Apa Susah, Nusantara, Selamat Tinggal, Hatiku Beku dan ratusan lagu lainnya. Bahkan penyanyi generasi sesudahnya pun masih merekam di albumnya seperti Lex’s Trio, Erwin Gutawa, Kembar Grup, Netral Band dan beberapa penyanyi lainnya.

Nampaknya para pelestari tembang Koes Plus/Koes Bersaudara tidak mengenal usia dan status sosial. Hal ini bisa disimak begitu beragamnya para bintang tamu pengisi acara Kolam Susu (Koes Plus Malam Suka - suka) yang disiarkan secara live oleh TVKU setiap Senin malam pukul 21.30 - 22.30 bersama Dadada Band.

Menarik dan perlu dicatat dari band yang membawakan rutin acara tersebut yakni Dadada Band, senantiasa melakukan eksplorasi terhadap lagu - lagu Koes Plus. Maksudnya lagu yang dibawakan adalah yang jarang dinyanyikan bahkan oleh Koes Plus sendiri sehingga selain menghibur pemirsa juga sekaligus memperkenalkan lagu tersebut.

Dalam acara tersebut juga diselingi uraian seputar Koes Bersaudara/Koes Plus, baik tentang sejarah terciptanya lagu, sejarah perjalanan musiknya dan kisah di balik lagu yang disampaikan oleh Bapak M Natsir Noor, ketua Fans Koes Plus Semarang sehingga menambah nilai acara.

Selamat buat TVKU yang ber-HUT ke-4 dan sukses mengawal acara ini, selamat pula untuk Dadada Band beserta bintang tamunya dan Pak Natsir Noor yang aktif memberikan ’’siraman hikayat dan serba serbi Koes Plus’’ yang kreatif.

Etty Laksmiwati
JI Tampomas 2A, Semarang

***

Dirgahayu Ke-25 Ungaran

D engan konsep Intanpari
I   ndustri, pertanian dan pariwisata ini
R ebutlah predikat kota madani
G apai kesejahteraan yang abadi
A wali dengan niat tidak korupsi
H indari kepentingan pribadi
A jari diri dengan budi pekerti
Y ang merupakan harga mati
U ntuk keselamatan negeri & diri sendiri

K embangkan perekonomian rakyat
O lah, dari dan untuk rakyat
T api jangan lupakan shalat
A gar makmur dunia akhirat

U tamakan publik daripada pribadi
N omor satukan rakyat sendiri
G unakan jabatan dengan hati-hati
A gar tidak kecewakan anak istri
R anah bui sudah banyak terisi
A kankah kita isi lagi ?
Noor Rofiq
Jl Wamena V/228-229 Ungaran 
© 2008 suaramerdeka.com. All rights reserved
Groups