|
|
|
|
| |
|
|
|
SEMARANG & SEKITARNYA
10 Oktober 2008
Madrasah Terendam Banjir, 980 Siswa Dipulangkan
SEMARANG- Hari pertama masuk sekolah, sebanyak 980 siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Semarang, Jl Fatmawati, Ketileng, terpaksa dipulangkan. Sebab, gedung dan halaman sekolah terendam banjir dan lumpur, sejak Rabu (8/10) pukul 17.00 hingga Kamis (9/10) pukul 02.00.
Ketinggian air mencapai sekitar satu meter. Akibatnya, sejumlah dokumen dan mebel terbawa air. Tidak hanya itu, jaringan komputer dan telepon juga rusak. Belum diketahui pasti kerugian akibat kebanjiran tersebut. Pihak sekolah masih menginventarisasi.
Kepala MTsN 1 Semarang Drs H Firdaus Faisol MPd mengatakan, karena ruang kelas kebanjiran maka pembelajaran terganggu.
Para siswanya terpaksa dipulangkan lebih awal. Hari pertama masuk sekolah setelah libur Lebaran diisi dengan kegiatan bersih-bersih sekolah.
’’Banjir terjadi karena saluran drainase di depan sekolah meluap. Sebab, mengalami penyempitan. Selain itu, beberapa bagian saluran tersebut juga mengalami pendangkalan,’’ ujarnya.
Untuk itu, kata dia, pihaknya berharap pemerintah segera melakukan normalisasi saluran drainase di depan sekolah. Sebab, selama 10 bulan terakhir saja MTsN itu tiga kali terkena banjir. Dan, kemarin merupakan yang terbesar.
’’Dikhawatirkan apabila saluran tersebut tidak segera dinormalisasi maka akan terjadi banjir susulan. Baru musim pancaracoba saja sudah kebanjiran, apalagi pada musim hujan nanti. Kami khawatir, aktivitas pembelajaran akan terganggu,’’ terangnya.
Atas kejadian itu, kata dia, pihaknya sudah melaporkannya kepada Kanwil Depag Jateng dan Kantor Depag Semarang. ’’Kami juga akan melaporkannya ke Wali Kota Semarang,’’ jelasnya.
Hujan Es
Sementara itu, hujan yang mengguyur Semarang Rabu (8/10) sore juga mengakibatkan hujan es di wilayah Jangkli. Edo (25), warga Jangli Telawah, Kelurahan Karanganyar Gunung, Kecamatan Candisari mengatakan, saat hujan deras sekitar pukul 16:00 terdengar suara kemlotak di genting.
Merasa curiga, dia kemudian keluar rumah. Dia menemukan butiran-butiran es berukuran sekitar 2 Cm. ’’Beberapa butir es tersebut saya kumpulkan, namun berselang lama mencair,’’ katanya.
Hal senada diungkapkan Jamin (65), warga Karanganyar Gunung, Rt 5, Rw 6. Menurutnya, dirinya juga melihat butiran-butiran es. Selain itu, dia juga melihat angin kencang berputar-putar dari barat ke timur, kemudian kembali dari timur ke barat.(H3,H6-41) |
|
|
|
|
|
© 2008 suaramerdeka.com. All rights reserved |
|
|