Berita Aktual  SM Cetak  Suara Warga  Entertainmen  Gaya  Kejawen  Layar  Lelaki  Sehat  Sport  Wanita  Surat Pembaca
 
 
WACANA

24 Februari 2008
surat Pembaca
Sekolah Bukan untuk Cari Ijazah

Sekolah merupakan tempat belajar, jadi fungsinya untuk belajar dan bukan tempat mencari ijazah, seperti  yang disampaikan Bapak Suryadarma MPA PhD, Direktur Kependidikan Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidikan dan Tenaga Pendidikan Depdiknas belum lama ini sungguh mengejutkan.
Mungkin Bapak lupa atau pura-pura tidak tahu. Di negeri ini orang masih suka mencari kerja dan kurang  berminat menciptakan lapangan pekerjaan. Dari setiap ada lowongan pekerjaan baik PNS maupun swasta, syarat utama adalah ijazah, kecuali berdagang dan kuli bangunan. Itu saja harus ditambah pengalaman kerja minimal 2 tahun.
Jangan membandingkan dengan negara super. Boro-boro memberi hadiah pada siswanya, gaji guru bisa  menutup kebutuhan bulanan saja sudah bersyukur. Percayalah pendidikan di negara ini akan maju dan berhasil, bila sudah merdeka 200 tahun lebih seperti negeri Paman Sam. Guru dan dosen tidak diperlukan lagi. Cukup belajar dengan internet.
Masalah internet, juga belum merambah ke seluruh guru apalagi yang di daerah pelosok atau tertinggal. Ada tenaga listrik saja sudah untung. Harga dan biaya mengoperasikan komputer masih jauh dari jangkauan guru umumnya. Dengan adanya fasilitas berbagai tunjangan guru memang mungkin. Ini baru mungkin. Bisa mengubah paradigma guru dalam mentransferkan ilmunya kepada anak didiknya.
Dalam pembelajaran masih menggunakan sistem lama yaitu catat tulis (catul) maupun dikte. Hal seperti ini tidak selalu tepat. Tidak semua mata pelajaran hafalan. Matematika dan IPA tidak sepeti itu. Rumus sama, tetapi penerapannya berbeda, tergantung besaran angkanya. Apalagi bahasa (Indonesia, Inggris, Jawa) tidak bisa asal hafal.
Sebenarnya cara mengajar guru itu sesuai dengan yang diajarkan oleh guru atau dosennya. Dosen mengajar meniru ”mahadosennya”. Jadi, guru mengajar sudah sesuai yang diterimanya, ketika sekolah/kuliah dulu.
Untuk itu mari merenung. Pekerjaan guru seperti apa sih? Masih banyak yang perlu dibenahi dalam usaha mencerdaskan anak bangsa.
Pendukung utama, sarana dan prasarana sudah memadai belum. Siswanya sudah mendapat asupan gizi yang memadaia atau belum. Gurunya sudah sesuai ijazah dengan mata pelajaran yang diampunya atau belum. Masih banyak hal yang perlu ditingkatkan. Sekali lagi, ijazah sangat diperlukan setelah melewati batas belajar.
Soegiri (0285-431804)
Noyontaan 21 RT 1/RW 2, Pekalongan

Sepak Bola Profesional  Juga Jadi Tugas KONI

Keputusan Presiden No 72 / 2001 menetapkan KONI bertugas membantu pemerintah dalam menetapkan kebijakan nasional di bidang pembinaan dan pengernbangan olah raga prestasi, baik amatir maupun profesional. Juga mengkoordinasikan dan membina kegiatan olah raga prestasi yang pelaksanaannya dilakukan oleh organisasi induk cabang olah raga yang bersangkutan.

Berarti KONI juga ikut membina dan mengembangkan sepak bola profesional. Hal senada juga tersurat dalam Sistem Keolahragaan Nasional (SKN) UU No 3/2005. Dalam Bab VI pasal 17, disebutkan ruang lingkup olahraga meliputi olahraga pendidikan, rekreasi dan prestasi.
Pasal 39, Komite Olahraga Provinsi dan Komite Olahraga Kabupaten/Kota mempunyai tugas: membantu pemerintah daerah dalam membuat kebijakan daerah di bidang pengelolaan, pembinaan dan pengembangan olahraga prestasi.

Sistematika UU tersebut tentang SKN bagian keenam berisi: Pembinaan dan Pengembangan Olahraga Profesional, pada pasal 29 ayat 1 : Pembinaan dan pengembangan olahraga profesional dilaksanakan dan diarahkan untuk terciptanya olahraga prestasi, lapangan kerja dan peningkatan pendapatan.
Ayat 2 : Pembinaan dan pengembangan olahraga profesional dilakukan oleh induk organisasi cabang olahraga dan atau organisasi olahraga profesional. Artinya untuk sepak bola diurusi oleh induk cabor PSSI, seperti sekarang. Hal ini berbeda dengan tinju yang punya induk cabor Pertina untuk amatir dan KTI, ATI, untuk profesional.

Maka titipan dana APBD  Rp10 miliar untuk PSIS lewat KONI adalah sah menurut hukum, sebab KONI juga ikut mengurusi sepak bola profesional. Sedang pengertian besaran proporsional dengan dana cabor lain, dapat dijelaskan sbb: Dana Rp 10 miliar bukan untuk membina cabor, tetapi sebagai ongkos kompetisi.

Contoh, cabor bulutangkis punya agenda kompetisi antar- Pengcab Kab/Kota, kemudian naik antarwilayah dan nasional dilanjutkan tingkat internasional. Seperti kompetisi sepak bola, pastilah dana APBD bulutangkis lewat KONI miliaran rupiah juga. Ada baiknya, bila dana Rp 10 miliar itu dirinci untuk biaya pertandingan kandang, tandang, biaya transporasi, akomodasi, TC 10 bulan dan seterusnya.

Yang diperhatikan lagi sekarang, apalagi menjelang PON Kaltim 2008, banyak pelaku olahraga yang statusnya amatir, tetapi faktanya tidak lagi amatir. Bahkan profesional tulen dengan penghasilan melebihi pemain sepak bola. Anehnya induk organisasi cabor dan KONI juga oke saja.
Bab I pasal l No 15 UU No 3/2005 menuliskan definisi olahraga profesional adalah olahraga yang dilakukan untuk memperoleh pendapatan dalam bentuk uang atau bentuk lain yang didasarkan atas kemahiran olahraga. Sedang amatir adalah olahraga yang dilakukan atas dasar kecintaan atau kegemaran berolahraga.

Tampaknya para pelaku olahraga perlu mawas diri, berperilaku jujur, sportif untuk kompak dalam menahan tekanan politik, panglimanya pasca reformasi.
Dokter Nurkukuh
Sinanggul RT 24/RW 4 Mlonggo Jepara

***

Telaga Menjer

Tak dapat disangka, rupanya Telaga Menjer Garung Wonosobo masih menampakkan pesonanya. Bahkan belum lama ini telaga yang berada pada ketinggian 1.300 meter di atas permukaan laut ini menjadi tempat hajatan para jurnalis dalam rangka acara Hari Pers Nasional (HPN) bertajuk ”Wartawan Menanam”. Dipilihnya lokasi ini mungkin karena Telaga Menjer merupakan aset wisata Wonosobo dan juga adanya keprihatinan melihat keadaan alam khususnya bukit-bukit yang mengelilinginya telah banyak yang gundul. Bukit-bukit itu telah banyak dialihfungsikan, yang dulu banyak ditumbuhi pohon pinus kini beralih fungsi sebagai tanaman rakyat (sayur mayur).
Padahal bukit-bukit pinus nan hijau bersimbiosis komersialisme dengan Telaga Menjer. Pohon tanaman keras yang menjadi resapan air, mengurangi erosi. Tanpa pohon tersebut akan mengakibatkan sedimentasi pada dasar telaga, puncaknya telaga terjadi pendangkalan. Jika terjadi pendangkalan, entahlah apa yang akan terjadi dengan PLTA Garung untuk menggerakkan turbin penghasil energi listrik.

Bisa dikatakan PLTA yang diresmikan tahun 1981 oleh Menteri Pertambangan dan Energi Soebroto, tergantung pada Telaga Menjer. Begitu juga masyarakat tergantung PLTA Garung akan energi listrik karena era sekarang listrik begitu dibutuhkan. Bayangkan jika tak ada listrik! sebagai jembatan kemajuan teknologi.

Jadi selayaknya kondisi alam Telaga Menjer khususnya bukit-bukit yang mengelilinginya mendapat perhatian serius. Hal utama yang dapat kita lakukan adalah reboisasi. Kegiatan yang dilakukan para jurnalis patut diacungi jempol. Mereka tidak saja menjadi pembentuk opini publik namun mereka juga sebagai penyelamat alam. Menyelamatkan Telaga Menjer dari pendangkalan, masyarakat Wonosobo dari krisis energi listrik baik. Bravo pada kuli tinta.
Sutriningsih
Mahasiswa Unsiq, Wonosobo

***

Yamaha Pandanaran

Program coaching clinic yang dilakukan Yamaha Pandanaran Jl Pandanaran 16-8 Semarang meliputi music clinic, art clinic, aerobic clinic dan photography clinic patut dibanggakan. Semua program boleh diikuti umum secara gratis. Seperti motto Yamaha ”Semakin di Depan” telah terbukti melalui program ini.
Saya rasa motto tersebut tidak hanya melalui harga produk yang dapat dijangkau masyarakat, teknologi yang modern dan pelayanan yang ramah, melainkan juga diimbangi dengan pendidikan yang mencerdaskan masyarakat. Dengan program yang berorientasi kepada pendidikan akan mampu mendekatkan masyarakat.

Saya peserta berasal dari daerah ”pinggiran” yaitu Spoorland sekitar Pelabuhan Tanjung Mas. Program yang menarik adalah music clinic karena di daerah saya banyak potensi dan bakat terpendam dari kaum mudanya yang antusias terhadap musik. Mereka kurang mendapatkan pendidikan yang memadai tentang bagaimana bermusik yang baik akibat mahalnya biaya pendidikan musik.

Harapan, program ini menjadi agenda rutin entah satu tahun sekali atau tiap bulan. Demikian juga untuk informasinya bisa diperluas lagi sehingga dapat menjangkau semua lapisan masyarakat.
Adrian H Yulistyo (081326723891)
Spoorland 191 RT 3/RW 6, Semarang

***

Rindukan Climbing Wall

Temanggung sebagai daerah yang kaya keindahan alam dengan latar belakang gunung Sumbing dan Sindoro ternyata mempunyai beberapa klub pecinta alam yang potensial. Seperti Sumbing Hiking Club (SHC), Garasindo, Pepala dan juga Pramuka Plus yang memberikan bekal anggotanya dengan keterampilan mountainering seperti Gudep SMAN 2 dan SMAN 3.
Para anggotanya masih muda dan potensial sebagai atlet panjat tebing. Kalau mereka mengadakan latihan secara kontinyu, maka potensi itu bisa berkembang yang jangka panjangnya bisa ikut kompetisi baik di event Federasi Panjat Tebing Indonesia dan akhirnya ikut Porda ataupun PON. Mereka biasanya berlatih di tebing yang ada pada alam terbuka.

Hanya sayangnya sarana climbing wall untuk latihan pengembangan menjadi atlet panjat tebing yang mampu dan potensial belum ada. Untuk itu masalah ini perlu mendapat perhatian khusus dari Pemkab Temanggung yang nantinya bisa diteruskan ke KONI. Kalau melihat daerah lainnya seperti Ambarawa, Purwokerto dan Kebumen, mereka sudah mempunyai sarana tersebut sehingga kompetisi panjat tebing bisa dilaksanakan.
Lokasi penempatan climbing wall ada beberapa alternatif yaitu di daerah Gedung Olah Raga (GOR) Kowangan, alun-alun dan tempat wisata pemandian Pikatan. Pemilihan tempat ini juga akan berdampak pada pengunjung. Karena berlokasi pada daerah kunjungan wisata, di samping itu transportasi menuju lokasi juga mudah dijangkau.
Indarto Bimantoro SPd
SMP Muhammadiyah 1, Temanggung

***

Kesaksian Saksi

Menjadi saksi suatu peristiwa adalah tugas berat. Sebab seorang saksi dituntut bercerita benar tentang  peristiwa yang dilihatnya. Maka banyak saksi yang menghindar karena takut ancaman dari pihak yang melakukan kejahatan. Termasuk nasib malang yang menimpa Pak Lambang, saksi kunci pencurian arca di museum Radya Pustaka Solo.
Beliau ditemukan meninggal dalam ”kecelakaan” lalu lintas yang tak wajar sebab di tubuhnya terdapat luka bacok yang mengarah ke pembunuhan. Mestinya peristiwa ini tak bakal terjadi jika seorang saksi mendapat perlindungan yang berwenang. Apalagi sebelum terbunuh Pak Lambang selalu mendapat ancaman. Arca yang bagi sebagian orang tak ada nilainya ternyata membuahkan pembunuhan.

Ini menandakan terjadi konspirasi tingkat tinggi sebab menilik nilai arca yang miliaran rupiah bisa saja didalangi orang bermodal untuk menghindar dari penjara karena kesaksian seorang saksi. Pak Lambang memang lambang kebenaran dalam profesionalisme pekerjaan. Selamat jalan Pak Lambang, arca-arca itu menjadi saksi bisu yang merekam kebenaran....
Agus Eko Santoso SE
Pondok R Patah Blok K1/21, Demak

Pelatihan Pelatih Senam Jantung

Ketika mengikuti senam dan seminar di Persadia Unit RS Telogorejo Semarang, saya mendapatkan informasi bahwa dalam waktu dekat Yayasan Jantung Indonesia Cabang Utama Jawa tengah akan mengadakan pelatihan untuk calon pelatih senam jantung. Saya tidak sempat menanyakan detail kapan pelatihan dilaksanakan, di mana pendaftarannya dan berapa biaya kontribusinya.

Satu hal yang perlu dijelaskan, apakah setelah selesai dan lulus mengikuti pelatihan, seseorang sudah dapat menjadi pelatih senam di klub Jantung Sehat.
Berdasarkan pengamatan, pelatih yang ada saat ini masih terbatas sehingga kalau ada pelatihan akan menghasilkan pelatih muda yang andal.
Etty Laksmiwati
Jl Tampomas 2A, Semarang

***

Doa untuk Bangsaku

Ya Tuhan maha kuasa
Hamba bersujud pada-Mu
Menghaturkan puji syukur
ke hadirat-Mu ya Tuhan
Kau maha mengetahui

Derita bangsaku kini
Bencana di mana-mana
Silih ganti tak terduga
Kasihani ya Tuhanku
Bangsaku Indonesia

Ampunkan semua dosa
Jauhkan dari bencana
Kabulkanlah doa hamba
Terima kasih Maha Kuasa

Karnen Djoko Soesanto
Perum KPKN C69, Purworejo
© 2008 suaramerdeka.com. All rights reserved
Groups